Jangan Main-main! Menteri ATR Bakal Ciduk Spekulan Tanah di Kawasan Industri

Oleh : Ridwan | Jumat, 27 November 2020 - 09:05 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil menegaskan bahwa pihaknya akan melawan praktek-praktek spekulan tanah di kawasan industri.

"Kita akan melawan praktek tersebut dengan melakukan pengawasan yang didukung dengan Undang-Undang Cipta Kerja," katanya dalam webinar yang diselenggarakan Himpunan Kawasan Industri di Jakarta (26/11/2020).

Sofyan menuturkan, dalam UU itu dikatakan, jika ada kawasan industri ditemukan spekulan tanah, akan diberikan sanksi. Mulai dari peringatan hingga diambil tanahnya oleh negara.

"Ini akan dimonitor dalam dua tahun. Pengusahanya kita panggil, kita buat pakta integritas untuk mengembangkan kawasan industri tersebut dalam waktu satu tahun, jika jalan ditempat, akan kita batalkan haknya," tegas Sofyan.

Dia menambahkan, dalam aturan prosedur detailnya, akan diatur dalam rancangan peraturan pemerintah. Sofyan menekankan, bagi para pengusaha yang serius akan dibantu oleh pemerintah dalam berbagai hal yang menyangkut perizinan tanah atau lainnya.

"Setiap kawasan industri harus dapat menciptakan nilai tambah, jangan hanya mengejar keuntungan belaka," tegas Sofyan.

Dia menambahkan, pemilik kawasan industri harus dapat membangun infrastruktur kawasan, seperti jalan, saluran air dan lainnya.

"Kawasan industri jangan sekedar dapat izin serta haknya, melainkan manfaatkan tanah yang sudah dimiliki. Kawasan industri jangan jadi pemburu rente, karena jika demikian, tanahnya akan diambil oleh negara," tutur Sofyan.

Oleh karena itu, Menteri ATR meminta kawasan industri diharapkan tidak dijadikan spekulan tanah atau mencari keuntungan besar.

Pasalnya, beberapa kawasan industri ada yang tidak memaksimalkan penggunaan lahannya akibat ulah spekulan

"Ini merupakan masalah. Jangan sampai kawasan industri jadi spekulan tanah," jelasnya.

Dikatakan Sofyan, munculnya calo tanah atau spekulan tanah, sangat merugikan iklim investasi di Indonesia.

Menurutnya, meski, sudah mengantongi izin serta hak tanahnya, alih-alih memanfaatkan, perusahaan malah menyewakan ke perusahaan lain yang membutuhkan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suasana diskusi

Selasa, 19 Januari 2021 - 23:03 WIB

Shure Menyediakan Ekosistem Audio Konferensi Lengkap

Masa pandemi COVID-19 mendorong penetapan standar baru pada komunitas bisnis dan profesional untuk menerapkan protokol kesehatan yang membatasi kontak fisik. Adaptasi atas prinsip new normal…

Ustaz Fadlan Rabbani Garamatan, Pimpinan Ponpes AFKN Nuuwar

Selasa, 19 Januari 2021 - 21:50 WIB

Terapi Woukouf Tingkatkan Imun Hadapi Corona

Masa pandemi Covid-19 yang belum menunjukan tanda-tanda kapan berakhir mendorong masyarakat berupaya meningkatkan imunitas. Salah satu cara yang diyakini dapat meningkatkan imunitas adalah dengan…

MenParekraf Sandiaga Uno bersama MenkopUKM Teten Masduki

Selasa, 19 Januari 2021 - 20:05 WIB

Tinggalkan Ego Sektoral, MenParekraf Sandiaga Uno Ajak MenkopUKM Teten Kembangkan Lima Destinasi Super Prioritas

Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen untuk konsisten mengembangkan potensi di lima Destinasi Super Prioritas antara lain, Labuan Bajo (NTT),…

Undian Depo Bangunan

Selasa, 19 Januari 2021 - 19:54 WIB

Apresiasi Pelanggan, Depo Bangunan Laksanakan Undian Berhadiah Rp 10 Miliar

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelangganya supermarket bahan bangunan, Depo Bangunan menyelenggarakan undian berhadiah Rp 10 Miliar untuk periode 1 tahun di 2020 yang dimulai dari 1 februari…

Director of Worldwide Nutrition Product Training, Herbalife Nutrition, Laura Chacon-Garbato

Selasa, 19 Januari 2021 - 19:52 WIB

Tak Hanya Cantik, Bos Herbalife Nutrition Membagi Tips Bagaimana Menjaga Kulit Wajah Tetap Sehat Meski Sering Menggunakan Masker

Jakarta–Penggunaan masker wajah di saat pandemi telah menjadi tren baru di kalangan masyarakat. Masker menjadi salah satu perlengkapan wajib yang harus dikenakan saat melakukan kegiatan baik…