INDUSTRY.co.id - Jakarta- Peredaran narkoba tidak  hanya terjadi di pusat hiburan malam seperti yang diberitakan selama ini. Modus transaksi narkoba di tengah kehidupan masyarakat juga berlangsung, seperti terungkap di salon kecantikan.

Advertisement

Penyalagunkaan narkoba berhasil diungkap BNN dan Kepolisian terkait penggerbekan di dua salon kecantikan di Tolitoli Sulawesi Tengah dan Kutai Kertanegara belum lama ini.

“Tindakan BNN dan kepolisian tersebut perlu diapresiasi. Modus perdagangan narkoba melalui salon sempat juga ditemui di Jakarta. Alasannya, untuk menguruskan berat badan memakai narkoba jenis sabu,” kata S.S. Budi Rahardjo, Ketua LSM Ridma Foundation-Desa Cegah Narkoba, kepada awak media yang menemuinya, Senin (1/5/2017).

Advertisement

Jojo panggilan akrab S.S Budi Rahardjo menjelaskan perlu tindakan cepat mengatur larangan dan penangannya jika ditemui salon-salon yang menggunakan narkoba dalam praktiknya. “Saya mengajak masyarakat melaporkan jika menemui hal yang mencurigakan serta mendesak BNN mensosialisasi hotline center agar lebih dikenal masyarakat,” katanya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya , Polres Tolitoli, Sulawesi Tengah, menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Tolitoli. Keduanya merupakan jaringan bandar sabu-sabu pemilik salon kecantikan di wilayah itu.

Advertisement

Sementara itu  di Kutai Kartanegara , Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Timur menangkap oknum pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Fitriansyah, 37 tahun, di sebuah salon miliknya di Jalan Danau Semayang, RT 011, Desa Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Ahad dinihari, 30 April 2017.


Terungkapnya dua salon dalam dua pekan terakhir menjadi tempat penyalahgunaan narkoba jenis sabu menjadi fenomena gunung es. Jojo  pun berharap masyarakat turun serta memberikan informasi kepada BNN dan kepolisian jika ditemui peredaran narkoba di sekitarnya. “Bagaimanapun, BNN harus mendalami dan mengusutnya,” katanya, menegaskan.

Advertisement

Desan Cegah Narkoba

LSM Desa Cegah Narkoba akan membentuk siskamling cegah narkoba yang akan dilengkapi teknologi Wifi untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga lingkungannya dari bahaya narkoba yang dapat merusak lingkungan sosial masyarakat.

LSM Desa Cegah Narkoba efektif pada 2017 ini, lebih mengedepankan peran serta masyarakat dalam upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba di desanya masing-masing. Sehingga secara tidak langsung mempersempit ruang gerak peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta memperperbesar pemahaman masyarakat terhadap bahaya narkoba.

Terkait peran serta masyarakat terhadap bahaya narkoba, LSM Desa Cegah Narkoba  mengaku sudah mendapat suport langsung secara lisan dari Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso serta Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.