Pak Anies! Pengusaha Mal Sudah Tak Kuat Bayar Gaji Karyawan, Kalau Didiamkan Bakal Bangkrut

Oleh : Ridwan | Sabtu, 19 September 2020 - 14:10 WIB

Ilustrasi Mall
Ilustrasi Mall

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menyatakan, pengusaha mal sudah tak kuat bayar gaji. Kalau didiamkan bakal bangkrut.

Saat ini, terang Budihardjo, para pemilik toko khususnya tenant di sektor restoran, mengalami kesulitan operasional. 

"Banyak yang mengalami gagal bayar gaji karyawan. Pasalnya, restoran di dalam aturan Pemprov DKI Jakarta hanya melayani take away atau pesan antar selama PSBB. Sedangkan, kontribusi pendapatan dari layanan tersebut ucap Budi hanya 10% dari total pendapatan usaha restoran. "Jadi kalau layanan ditutup tolong kami dibayarkan gaji karyawannya," ungkap Budi di Jakarta (18/9/2020) kemarin.

Budi mengungkapkan, restoran cepat saji seperti McDonald dan KFC itu, sebesar 90% omzetnya berasal dari layanan dine in (makan di tempat-red). 

"Jadi orang mau makan, bungkus itu cuma 10 persen. Jadi kalau sekarang dibatasi cuma 10 persen masukannya. Bagaimana meng-cover biaya gaji, sewa, dan tagihan supplier?," jelasnya.

Adapun beban yang dihadapi pelaku usaha saat ini menurut Budi ialah beban biaya gaji pegawai, biaya operasional dan biaya tagihan supplier. 

"Akhirnya banyak usaha yang terpaksa memilih merumahkan karyawan," ucap Budi.

Hal tersebut menurutnya dilakukan sebagai upaya menekan kerugian semakin dalam.

"Buka juga pasti rugi bahkan bisa bangkrut. Bayangkan, buat bayar sewa, bayar gaji, bayar listrik tapi yang datang cuma 10 persen. Tidak bisa nutup," tegasnya.

Menurutnya, karyawan yang dirumahkan tersebut tidak mendapat pesangon dari perusahaan hingga masa PSPB selesai.

"Artinya tidak mendapat gaji. Sudah banyak yang seperti itu. Karena kalau maksa buka mereka akan bangkrut," ungkapnya.

Untuk itu, Budi berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan sosial kepada pelaku usaha terdampak PSBB berupa subsidi langsung tunai. 

"Nantinya, uang bantuan itu digunakan untuk membayar gaji karyawan dan sewa gedung," tandasnya.

Hal tersebut menurut Budi juga dilakukan oleh Pemerintah Singapura dan Malaysia dimasa pemberlakuan PSBB. Di mana, Pemerintah Singapura dan Malaysia memberikan bantuan untuk membayar gaji karyawan sebesar 80% dan bantuan sewa tenant sebesar 50%. 

"Jadi yang kami minta, berikan bantuan uang ke kami. Jangan lagi uangnya dialokasikan untuk hal yang tidak tepat. Jadi penting dibantu itu pencipta lapangan kerjanya. Pengusaha hidup kan kerjaan ada, yang susah kan cari lapangan kerja sekarang," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perkebunan kopi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:19 WIB

Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan Terus Kembangkan Inovasi

Asep Sukarna, salah satu petani kopi di Kabupaten Bandung Barat mengatakan penyediaan bibit unggul kopi seyogyanya memperhatikan kesesuaian dengan karakter daerah masing-masing.

Kejahatan Siber (Foto Dok Jatim Times)

Minggu, 25 Oktober 2020 - 17:00 WIB

Lima Perubahan Paradigma Keamanan Siber

Dengan menerapkan empati pada solusi digital, perusahaan bisa menjadi lebih inklusif. Dalam keamanan siber, itu berarti membangun solusi yang dapat mengakomodasi berbagai kelompok di keadaan…

Wisuda President University 2020

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:35 WIB

Wisuda President University 2020: Peluang Unik di Tengah Pandemi Covid-19

Era Industri 4.0 yang dipicu oleh perkembangan teknologi menawarkan banyak peluang baru. Namun, untuk bisa merebut peluang tersebut, kita dituntut bukan hanya harus mampu menguasai teknologi,…

CIMB Niaga - foto IST

Minggu, 25 Oktober 2020 - 16:00 WIB

CIMB Niaga Salurkan Program Beasiswa Periode 2020-2022

Program Beasiswa CIMB Niaga 2020-2022 di masa pandemi ini, diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa terkendala biaya. Hal ini juga…

Anies Baswedan

Minggu, 25 Oktober 2020 - 15:50 WIB

Anies Resmi Perpanjang PSBB Transisi Hingga 8 November 2020; Catat! Bukan Berarti Longgar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Jakarta hingga 8 November 2020. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kasus corona…