Teken MoU, KemenkopUKM Gandeng BKPM Dongkrak Daya Saing UMKM dan Koperasi

Oleh : Ridwan | Kamis, 17 September 2020 - 14:50 WIB

MenkopUKM Teten Masduki bersama Kepala BKPM Bahlil Lahadalia seusai penandatanganan MoU secara virtual
MenkopUKM Teten Masduki bersama Kepala BKPM Bahlil Lahadalia seusai penandatanganan MoU secara virtual

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU tentang Sinergitas Program dan Kebijakan dalam Rangka Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Koperasi (UMKMK). 

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Menteri Kemenkop UKM Teten Masduki dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia secara daring pada Kamis (17/9/2020).

"Langkah ini sebagai landasan bagi para pihak untuk mensinergikan program dan kebijakan dalam rangka peningkatan kerja sama kemitraan antara penanam modal, baik penanam modal asing maupun penanam modal dalam negeri skala besar dengan pelaku UMKM serta koperasi. Kami menyediakan data dan informasi terkait profil pelaku UMKM serta koperasi yang potensial untuk dapat bermitra dengan penanam modal," ucap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Ruang Lingkup Nota Kesepahaman ini meliputi pertukaran data dan informasi; fasilitasi kemitraan penanaman modal; dan peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah serta koperasi (UMKMK). 

Dalam hal pertukaran data dan informasi, BKPM diharapkan dapat menyediakan data dan informasi profil penanam modal, baik penanam modal asing maupun penanam modal dalam negeri skala besar, yang melakukan kemitraan dengan pelaku UMKMK. 

Di samping itu, BKPM juga dapat menyediakan data berupa izin usaha pada sektor UMKM yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Selain itu, lanjut Teten, sinergi itu juga meliputi konsultasi dan pendampingan penyusunan perjanjian kemitraan secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

"Khususnya, pada aspek pembiayaan, teknologi dan legalitas kepada pelaku UMKM  serta koperasi melalui forum workshop, Klinik OSS, sosialisasi dan bimbingan teknis atau seminar penanaman modal yang dilaksanakan kedua belah pihak," terangnya.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyambut baik kerja sama dan kolaborasi dengan Kemenkop UKM yang dilakukan dalam momentum yang tepat. Kerja sama antara kedua lembaga memang sudah terjalin sejak lama, namun saat ini dilakukan dengan lebih intensif dan diformalkan dalam bentuk Nota Kesepahaman.

"Kerja sama ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mengeksekusi arahan Presiden. Sekarang, setiap investor yang masuk ke Indonesia, wajib hukumnya melakukan kemitraan dengan pengusaha nasional atau UMKM lokal setempat. Tidak bisa ditawar lagi itu," jelas Bahlil. 

Melalui kerja sama ini, pemerintah memberikan ruang kepada UMKM untuk lebih berperan banyak dalam perekonomian bangsa melalui tiga hal, yaitu perizinan yang tidak berbelit-belit melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha; Key Performance Indicator (KPI) BKPM yang mewajibkan investasi besar dari dalam maupun luar negeri menggandeng UMKM; dan kesempatan mengembangkan entrepreneurship melalui UMKM.

"Setiap investasi yang masuk pada sebuah daerah tidak hanya harus menaikkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga harus bisa menumbuhkan pengusaha yang baru," tegas Bahlil. 

Nota Kesepahaman ini mengatur diantaranya kegiatan fasilitasi kemitraan antara Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) skala besar dengan pelaku UMKM. Fasilitasi tersebut mencakup kegiatan matchmaking seperti penyelenggaraan seminar, market sounding, forum bisnis, atau melalui kunjungan misi/delegasi instansi pemerintah negara, perusahaan asing maupun UMKM. 

Selain melakukan fasilitasi kemitraan, Kemenkop UKM dan BKPM juga berkomitmen melakukan peningkatan kapasitas (capacity building) pelaku UMKMK terkait prosedur dan peraturan perizinan penanaman modal, serta manajemen usaha.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dyah Roro Esti Anggota DPR RI (Foto Ist)

Sabtu, 19 September 2020 - 14:15 WIB

Pentingnya Berpolitik Lewat Terobosan Kaum Milenial

Menurut Roro, kurangnya partisipasi kaum muda dalam berpolitik karena ada stigma buruk, kurang percaya diri, dan transparansi atas leberlangsungan suatu kebijakan.

Menteri BUMN Erick Thohir

Sabtu, 19 September 2020 - 14:00 WIB

Menteri Erick Thohir: Bangga Buatan Indonesia

Erick Thohir, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/Menteri Kementerian BUMN mengatakan, “Nusantara Fashion Festival 2020 merupakan kolaborasi dari 300…

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) M. Lutfi menemui Presiden Donald Trump

Sabtu, 19 September 2020 - 13:33 WIB

Jadi Dubes Indonesia di AS, M. Lutfi Akan Pastikan Persetujuan GSP Diperpanjang

Selain itu, Lutfi juga akan memulai pembicaraan untuk negosiasi terkait perjanjian dagang bebas terbatas atau limited trade deal  dengan AS.

Presiden Joko Widodo

Sabtu, 19 September 2020 - 13:32 WIB

Cetak Sejarah! Presiden Jokowi Bakal Berikan Pidato pada Sidang Umum PBB 23 September Nanti

Presiden RI Joko Widodo diagendakan akan menghadiri Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-75 secara virtual. Bahkan, Jokowi akan memberikan pidato di 23 September nanti.

Jembatan Gantung

Sabtu, 19 September 2020 - 13:09 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Kementerian PUPR Bangun Sejumlah Infrastruktur Kerakyatan di Jawa Barat

Beberapa infrastruktur kerakyatan yang telah selesai dikerjakan di Jawa Barat adalah pembangunan saluran irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di…