Tak Hanya Jago Kandang, Hutama Karya Kerjakan Infrastruktur di Beberapa Negara Sahabat

Oleh : Herry Barus | Jumat, 14 Agustus 2020 - 11:00 WIB

Hutama Karya Kerjakan Infrastruktur di Beberapa Negara Sahabat
Hutama Karya Kerjakan Infrastruktur di Beberapa Negara Sahabat

INDUSTRY.co.id - Jakarta- 75  tahun Republik Indonesia merdeka,  PT  Hutama  Karya  (Persero)  (HutamaKarya) terus berkarya membangun negeri melalui infrastruktur-infrastruktur terbaiknya, tidak hanyadi Indonesia namun hingga ke mancanegara.

Sebelum menjalankan amanah pemerintah untuk membangun dan mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2765Km yang akan terbentang dari Lampung hingga Aceh di tahun 2024, Hutama Karya telah dikenal dengan   beberapa   proyek   monumental   dan   megaproyek   yang   mengiringi   perjalanan Kemerdekaan  Republik  Indonesia  yang  saat  itu  sedang  menunjukkan  kepada  dunia  bahwaIndonesia adalah sebuah kekuatan baru.

Sederet proyek besar diserahkan kepada Hutama Karya di awal berdirinya perusahaan antara lain   pembangunan   Jembatan   Semanggi   di   Jakarta   (1961-1962),   Jembatan   Ampera   di Palembang (1962-1965), Patung Dirgantara di Pancoran (1964-1966) dan Gedung DPR/MPR di Jakarta (1965-1968). Jembatan Semanggi merupakan megaproyek pertama yang ditangani oleh  Hutama  Karya, dikerjakan oleh  anak-anak  muda  Indonesia  dengan  telah  menerapkan teknologi yang relatifbaru di Indonesia yaitu konstruksi beton prategang ala BBRV Swiss.Pun Gedung Parlemen  di  Senayan  juga  salah  satu  pekerjaan  bangunan  dengan  tingkat  kesulitan yang tinggi pada masanya.

Semua megaproyek tersebut relatif dikerjakan dalam waktu yang singkat  dan  penuh  tantangan  namun  perlukeberanian  dalam  melakukan  terobosan  dan  juga kompetensi yang tinggi.Direktur  Operasi  II  Hutama  Karya,  Novias  Nurendramenyampaikan  bahwa Hutama  Karya lahir  dan  tumbuh  karena  tantangan  besar  yang  bisa  diselesaikan  oleh  Insan  Hutama  Karya.

“Perusahaan dimulai dengan mengerjakan sesuatu yang besar, diselesaikan karena kompetensi dan  juga  keberanian  untuk  terus  melakukan  inovasi.  Tata  nilai  perusahaan  (core  values) AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) yang diterapkan perusahaan  sejak  13  Juli  2020,  sebetulnya  telah  sejak  lama  mendarah  daging  di Hutama Karya.” terang Novias.

Tidak berhenti hanya mengerjakan proyek monumental di dalam negeri,padaera tahun 1990 hingga sekarang, Hutama Karya terus mengembangkan kapabilitasnya untuk dapat bersaing di dunia internasional. Hutama Karya telah mengharumkan nama Indonesia dengan melebarkan sayapnya  ke  Malaysia,  Filipina, Brunei  Darussalamhingga Timor  Leste,  menjadi  kontraktor proyek infrastruktur jalan utama hingga jalan tol.

Diawal   tahun   1990   hingga   1993, Hutama   Karyamembangun Jalan Tol North   South ExpresswayAyer   Hitam   Malaysia   sepanjang   10km   dan   selanjutnya   pada   tahun   1996 perusahaan  memulai  konstruksi  pembangunan Jalan  TolMetro  Manila  Sky  Way  di  Manila, Filipina sepanjang 9,5km yang diselesaikan dalam kurun waktu 3,5 tahun. Pembangunan jalan tol baik di Malaysia maupun Filipina merupakan jalan tol pertama di negara tersebut.

“Hutama Karya sudah sejak lama mendunia, kami memiliki pengalaman di beberapa negara dan menjadikontraktor yang pertama kali membangun jalan tol di Malaysia dan Filipina.” jelas Novias.

Lebih lanjut Novias menerangkan bahwa Hutama Karya terpilih untuk mengerjakan jalan tol Metro  Manila  Sky  Waykarena  menawarkan  teknologi  konstruksi Sosrobahu,karya  anak bangsa  yang  merupakan  insinyur  terbaik  Hutama  Karya, Ir.  Tjokorda  Raka  Sukawati.

“Teknologi  yang  kamitawarkan  saat  itu  adalah  teknologiLPBH  (Landasan  Putar  Bebas Hambatan)atau lebih terkenal denganSosrobahu. Teknologi ini sudah diakui dan digunakan olehberbagai perusahaan konstruksi di seluruh dunia hingga sekarang.” terangnya.

Teknologi   yang   digunakan   dalam   membangun   jalan   layang   ini   menjamin   tidak   akan mengganggu  arus  lalu  lintas  selama  pembuatan  karena  saat  pengecoran,  kepala  tiang,  bisa dilakukan  dengan  posisi  sejajar  arah  jalan.  Dengan  posisi  ini,  maka  tiang-tiang  penyangga cetakan  beton  tidak  akan  menghalangi  jalan  di  bawahnya.

Lalu  setelah  kepala  tiang  kering, posisinya  bisa  diputar.  Jika  kepala  tiang  sudah  diputar  dengan  posisi  melintang  jalan, maka kepala beton akan menjadi penyangga struktur jalan layang yang akan dibangun. Cukup banyak proyek  jalan  yang  menggunakan  teknik  Sosrobahu  ini  baik  di  dalam  negeri  maupun  di  luar negeri. 

Diantaranya  yang  cukup  terkenal  adalah  pembangunanan  Jalan  Tol  Layang  Jakarta-Cikampek  2  (elevated)  dan  proyek  pembangunan  jalan  tol  layang  Metro  Manila  atau  Metro Manila Skyway, Filipina.Di  Timor  Leste,  HutamaKarya telah  menyelesaikanproyek  jalan  Oe-Cusse  Paket  II  yang merupakan  proyek  dari  Government  of  DemokraticRepublic  of  Timor  Leste. 

Proyek  jalan yang di kerjakan pada tahun 2015 hingga 2019 ini adalah bagian dari proyek infrastruktur yang lebih besar di Zonas Especais de Economia Social de Mercado (ZEESM).

“Saat ini kami juga tengah  mengerjakan  jalan  utama  di Oe-Cusse.  Ini  akan  menjadi  bagian  dari  jaringan  jalan utama,  khususnya  Urban  Road  Pante  Macassar  dan  pedesaan  dari  Sakato  ke  Lifau,  juga menghubungkan pembangkit listrik dan hotel, ” tambah Novias Nurendra, Direktur Operasi II Hutama Karya.

Selain pengerjaan jalan utama dan jalan tol, hasil karya Hutama Karya lainnya yang mendunia adalah   pembangunan   Gedung   Kedutaan   Besar   Republik   Indonesia   (KBRI)   di   Brunei Darussalam. Pembangunan fisik gedung ini selesai pada tahun 2013. “Selain jalan tol dan jalan utama,  Hutama  Karya  membangun  Gedung  KBRI  di  BruneiDarussalam.  Ini  wujud  bahwa Hutama Karya dipercaya untuk membangun gedung Kementerian Luar Negeri di luar negeri.” tutup Novias Nurendra.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan melakukan penataan akses masuk truk petikemas

Sabtu, 19 September 2020 - 08:00 WIB

TPK Belawan Lakukan Penatan Akses Masuk Terminal Tingkatkan Layanan

TPK Belawan melakukan penataan akses masuk mulai tanggal 20 Agustus 2020 dan sudah disosialisasikan terlebih dahulu ke Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) dan Asosiasi Logistik dan Forwarder…

Dyah Roro Esti Anggota DPR RI (Foto Ist)

Sabtu, 19 September 2020 - 07:00 WIB

Dyah Roro Esti Ajak Kaum Milenial Terjun ke Dunia Politik

Roro menyadari bahwa cara tercepat membuat sebuah perubahan adalah dengan terlibat aktif di parlemen atau pemerintahan. Semua ini memotivasi dirinya untuk menjadi bagian dari sistem tersebut.…

Marines Cycling Community Rutin Tingkatkan Imunitas Tubuh

Sabtu, 19 September 2020 - 06:00 WIB

Marines Cycling Community Rutin Tingkatkan Imunitas Tubuh

Marines Cycling Community (MCC) atau komunitas bersepeda Korps Marinir TNI AL dibawah pimpinan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) bersama-sama lawan Covid…

Sabtu, 19 September 2020 - 05:30 WIB

Atlet Dayung Korps Marinir Tinngkatkan Kemampuan Jelang Seleksi PON Papua

Pelatih dayung Marwiltim Sertu Marinir Ramijo mengatakan penjaringan atlet ini sangat penting untuk kaderisasi dan regenerasi dalam meningkatkan prestasi pedayung agar tidak kehabisan stok.…

Patroli Kewaspadaan Sungai dan Rawa Oleh Prajurit Yonif 5 Marinir Malang

Sabtu, 19 September 2020 - 05:00 WIB

Patroli Kewaspadaan Sungai dan Rawa Oleh Prajurit Yonif 5 Marinir Malang

Kegiatan latihan yang dipimpin Komandan Kompi Latihan Jaguar Yonif 5 Marinir Letda Marinir Mardian tersebut merupakan program pembinaan yang dilaksanakan Brigif 2 Marinir yaitu latihan Satuan…