Cetak Skor 6,44, Status Energi Indonesia Masuk Kategori 'Tahan'

Oleh : Krishna Anindyo | Jumat, 17 Juli 2020 - 20:45 WIB

Ilustrasi Energi Indonesia (Photo by Sindonews.com)
Ilustrasi Energi Indonesia (Photo by Sindonews.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dewan Energi Nasional (DEN) menyebut Indonesia masuk dalam ketagori "tahan" dalam penilaian ketahanan energi. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto dalam diksusi Cerita Hangat dan Asik Tentang (CHAT) Energi di Jakarta.

"Alhamdulillah skala kita berada di tingkat kondisi (ketahanan energi) yang Tahan (baik). Skor kita ada di angka 6,44," ungkap Djoko Siswanto melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (17/7/2020).

Penilaian indikator ini, jelas Djoksis, berdasarkan 4 (empat) aspek utama, yaitu availability (ketersediaan), accessibility (kemudahan), affordibility (jangkauan) dan acceptability (penerimaan). Selain itu, juga mempertimbangkan jenis energi yang digunakan publik, infrastruktur, tingkat pemanfaatan energi dan lingkungan hidup.

Djoko mengungkapkan, pengukuran indeks ketahanan energi menggunakan metode berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP).

"Ada beberapa metode dalam mengukur indeks ketahanan energi. Salah satu yang digunakan adalah AHP melalui software expert choice berdasarkan masukan dari para ahli (energi)," urai Djoko.

Dalam skala tersebut menunjukkan nilai 8 - 10 merupakan tingkat kondisi sangat tahan, nilai 6 - 7,99 tingkat kondisi tahan, nilai 4 - 5,99 kondisi kurang tahan. Sementara untuk rentan tahan berada di angka 2 - 3,99 dan sangat rentan di angka 0 - 1,99.

Hasil ini menunjukkan perkembangan indeks ketahanan energi Indonesia menunjukkan adanya kecenderungan meningkat dan menuju ke tingkat kondisi yang sangat tahan.

"Dari tahun ke tahun skor ketahanan energi ini terus meningkat dari tahun 2015 (6,16), tahun 2016 (6,38), tahun 2017 (6,40), dan tahun 2018 (6,44)," jelas Djoko.

Hasil penilaian tersebut dapat dijadikan referensi untuk Pemerintah dalam mengidentifikasi arah perubahan kebijakan energi, penyebab berbagai permasalahan yang menjadi penghambat penyediaan energi nasional, dan merumuskan langkah-langkah penyelesaian ketahanan energi Indonesia serta pencapaian target dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Nasabah ASABRI

Selasa, 05 Juli 2022 - 21:47 WIB

Peserta Pensiun Lapor SPTB via ASABRI Mobile

PT ASABRI (Persero) adalah BUMN yang mengelola asuransi sosial Prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri, yang menjalankan programnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun…

Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA.

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:19 WIB

BAZNAS: Potensi Ekonomi Kurban 2022 Capai Rp31,6 Triliun

Jakarta-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyebutkan potensi ekonomi kurban tahun 2022 mencapai Rp31,6 triliun, atau meningkat 74 persen dari potensi tahun 2021.

Willy Anwar, Co-founder dari Transporta

Selasa, 05 Juli 2022 - 20:08 WIB

Transporta Terpilih untuk Mengikuti Program Inkubasi Startup Studio Indonesia Batch

Jakarta-Transporta, perusahaan startup teknologi di Indonesia, terpilih menjadi salah satu dari 15 perusahaan startup untuk berpartisipasi dalam Startup Studio Indonesia Batch 4 setelah melewati…

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menginstruksikan pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjalin kerja sama dengan PPP dan PAN dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Hal itu dilakukan sebagai upaya memenangi Pilpres 2024.

Selasa, 05 Juli 2022 - 19:57 WIB

Kerja Sama Akar Rumput Perkuat Konsolidasi KIB Hingga ke Daerah

Jakarta- Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menginstruksikan pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjalin kerja sama dengan PPP dan PAN dalam Koalisi Indonesia…

Hafferson Manurung, Executive Director NTT DATA Business Solutions Indonesia, bersama Yoke Chian Wong, Partner Account Manager OpenText Singapura sedang berbincang di sela-sela pertemuan dengan perusahaan-perusahaan di Jakarta.

Selasa, 05 Juli 2022 - 17:24 WIB

Bekerjasama dengan OpenText dan Google, NTT DATA Business Solutions Indonesia Hadirkan Solusi Cloud untuk Otomatisasi Keuangan Perusahaan

Jakarta– NTT DATA Business Solutions Indonesia bersama OpenText dan Google Cloud Platform menghadirkan solusi Cloud yang dapat diintegrasikan dengan berbagai inovasi.