Anggarkan 3,5 Triliun Genjot Link And Match, Kemendikbud: Vokasi dan Industri Harus Benar-benar Menikah dan Menghasilkan Banyak ‘Anak’

Oleh : Candra Mata | Senin, 13 Juli 2020 - 10:20 WIB

Pekerja Industri Manufaktur Tekstil
Pekerja Industri Manufaktur Tekstil

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, mengalokasikan anggaran sebesar 3,5 triliun untuk program Pengembangan Pendidikan Vokasi. 

Alokasi anggaran tersebut bakal digunakan untuk mewujudkan link and match antara pendidikan vokasi dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dengan beberapa kebijakan program yang dilakukan.

"Vokasi dan industri harus benar-benar link dan match. Jadi, ibarat hubungan asmara, hubungannya harus selevel menikah, menghasilkan banyak ‘anak’. Jangan hanya sebatas seremoni tanda tangan MoU, lalu sudah merasa link and match," ungkap Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto dalam keterangan Persnya yang diterima redaksi Industry.co.id Senin (13/7).

Menurutnya, Link and Match harus diikuti oleh kegiatan-kegiatan kolaborasi dan sinergis yang saling menguntungkan dan sampai menghasilkan SDM unggul dan kompeten. 

“Maka program-program yang kita luncurkan seperti program Bursa Kerja Khusus (BKK), program Center of Excellence Sekolah Menengah Kejuruan, Gerakan Pernikahan Masal Kampus Vokasi, yang totalnya Rp. 3,5 triliun, itu benar-benar harus berwujud link and match yang erat dan berkelanjutan, antara ribuan kampus vokasi, SMK, lembaga kursus pelatihan dengan dunia usaha dan dunia industri," ujarnya. 

Ia mengaku telah menyediakan puluhan paket program yang ditargetkan untuk mendorong terciptanya ekosistem kondusif hingga menguatkan insting dan semangat “pernikahan” secara masif, baik dari sisi Pendidikan vokasi dan pihak industry serta dunia kerja.

Terdapat minimal lima paket yang harus menjadi pilar utama “pernikahan”, yakni, pertama yaitu kurikulum disusun bersama kedua belah pihak. 

Kedua, dosen/guru tamu minimal mengajar 50 hingga 100 jam per semester berasal dari expert dan praktisi profesional berkompeten dari industri dan dunia kerja. 

Selanjutnya, ketiga adalah magang dirancang sejak awal. Keempat, komitmen serapan lulusan. Kelima, dosen vokasi dan guru-guru SMK juga mendapatkan pelatihan atau update teknologi dari pihak industri.

“Lima paket link and match tersebut didorong dengan Rp3,5 triliun tadi, tahun ini. Meskipun pandemi, tetap kita dorong agar pendidikan vokasi benar-benar relevan dengan industri dan dunia kerja. Mereka sedang bergerak masif menuju kondisi kebiasaan baru, yang mungkin bisa semakin sulit dikejar kesesuaiannya oleh kurikulum vokasi bila tidak terjadi pernikahan selama pandemi” ujar Wikan.

Selain lima paket tersebut, tambah Wikan, sertifikat kompetensi bagi lulusan merupakan aspek yang sangat krusial untuk diwujudkan juga dalam skema “pernikahan” tersebut.

Puluhan paket program senilai Rp3,5 tiliun yang diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi di tahun 2020, dirancang berdasarkan aspek-aspek terkait kelima paket minimal tersebut. 

Misalnya, pada paket program pembelian peralatan, sarana dan prasarana atau infrastruktur, maka harus dilakukan sesuai masukan pihak industri, setelah menyepakati konten kurikulum, penjadwalan dosen tamu dari industri, dan pelaksanaan magang siswa/mahasiswa di industri.

“Jadi, bantuan dana untuk peralatan fisik, akan disalurkan setelah dipastikan SDM guru dan dosen serta pimpinan unit sekolah/kampus dipastikan memiliki kompetensi dan leadership serta networking yang dibuktikan dengan berhasil mengajak beberapa industri untuk ‘menikah,’ jelas Wikan ketika menjelaskan persyaratan mengajukan proposal untuk paket-paket tersebut.

Pada level atas menurut Wikan akan melaksanakan beberapa Nota Kesepahaman  (MoU/Memorandum of Understanding)  dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), diantaranya MoU dengan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI), serta Perjanjian Kerja Sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI).

Wikan optimistis atas target link and match yang direncanakan. 

“Kami menargetkan dengan anggaran tersebut setiap tahunnya, atau bisa naik, maka diharapkan sekitar 80 persen pendidikan vokasi sudah bekerja sama dengan dunia industri dengan paket kerja sama minimal, pada lima tahun ke depan,” terang Wikan.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Institut Teknologi Bandung Iwan Pranoto yang juga mengikuti Bincang Asik tersebut menyampaikan kebijakan tersebut merupakan kemajuan yang sangat baik bagi pendidikan vokasi. Pendidikan vokasi akan lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan industri.

"Ini akan membuat dunia kerja kita maju dengan cepat dan luar biasa," kata Iwan.

Iwan menambahkan, selain kerja sama dengan industri juga harus dilakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga sertifikasi profesi. 

“Sertifikasi memang harus menjadi bagian dari pendidikan. yang mengeluarkan seharusnya organisasi profesi,” pungkas Iwan

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Buruh di Indonesia (Charles O'Rear / Getty Images)

Senin, 10 Agustus 2020 - 14:03 WIB

Stimulus untuk Pegawai Bergaji di Bawah Rp5 Juta, DPR: Tolong Segera Realisasi

Jakarta-Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PPP, H. Iip Miftahul Choiry, dalam pesan tertulisnya yang di kalangan awak media, Senin (10/8/2020), menyampaikan dukungannya atas kebijakan pemerintah…

Tol Trans Sumatera

Senin, 10 Agustus 2020 - 14:00 WIB

Perekonomian Sumatera Menggeliat, Hutama Karya Optimalkan PMN Rp 11Triliun

Hutama Karya terus memberikan kinerja terbaik dalam melanjutkan penugasan dari pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol…

Komunitas Pemukiman Harus Terapkan Protokol Kesehatan (Foto Ist)

Senin, 10 Agustus 2020 - 14:00 WIB

Komunitas Pemukiman Harus Terapkan Protokol Kesehatan

etua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet mengajak semua komunitas pemukiman bersinergi dengan aparatur negara untuk melaksanakan dan mengawasi kepatuhan warganya dalam menetapkan protokol kesehatan.…

BPJS Ketenagakerjaan (Foto: Bisnis.com)

Senin, 10 Agustus 2020 - 13:55 WIB

Cair...cair, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Karyawan Swasta Penerima Bantuan Rp600 Ribu

Pemerintah memastikan akan memberikan bantuan kepada karyawan swasta yang mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK. Pihak BPJAMSOSTEK sedang mengumpulkan rekening peserta yang…

Illiza Sa’aduddin Djamal

Senin, 10 Agustus 2020 - 13:41 WIB

DPR Cantik Ini Kembali Buka Suara, Tanggapi Menteri Nadiem Soal Kurikulum Darurat di Tengah Pademi Covid 19

Jakarta- Kurikulum Darurat dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang disampaikan Menteri Nadiem Makarim memang perlu menjadi alternatif dalam menyikapi Pademi Covid 19 yang dipastikan masih akan…