BPOM: Jangan Beli Hydroxycloroquine, Cloroquine dan Dexamethasone Secara Bebas, Harus dengan Resep Dokter!

Oleh : Nata Kesuma | Selasa, 30 Juni 2020 - 10:51 WIB

Ilustrasi masyarakat membeli obat di pasar pramuka (Mediaindonesia.com)
Ilustrasi masyarakat membeli obat di pasar pramuka (Mediaindonesia.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Direktur Registrasi Obat (BPOM) Dr.dr. Rizka Andalucia,  M. Pharm., Apt. mengatakan obat hydroxycloroquine, cloroquine, dan dexamethasone digunakan untuk pengobatan pasien COVID-19. Penggunaan obat ini sangat terbatas karena termasuk dalam obat keras dan digunakan sesuai petunjuk dokter. 

“Hydroxycloroquine ini diberikan oleh BPOM izin penggunaan dalam kondisi emerjensi  atau yang kita kenal dengan nama emergency use authorization,” ujar Dokter Rizka saat berdialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (29/6). 

Di samping hydroxycloroquine, cloroquine, dan dexamethasone merupakan obat yang sudah lama diberikan izin edar oleh BPOM, ketiga obat tersebut termasuk kategori obat keras. Pada kemasaan peredarannya, obat keras memiliki logo ‘k’ dengan lingkaran berwarna merah.

Mengenai syarat dan kondisi penggunaan dan kondisi darurat, Dokter Rizka menjelaskan bahwa obat tersebut harus dilakukan dengan pengujian uji klinik yang selanjutnya dilakukan pemantauan terhadap keamanan dari obat tersebut. 

Kedua, obat tersebut hanya dapat digunakan selama masa pandemi. 

"Ketiga dan terakhir, dilakukannya peninjauan ulang setiap kali terdapat data terbaru terkait efektivitas atau khasiat dan keamanan dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap obat tersebut," ungkapnya. 

Sementara itu, ia juga menyampaikan hasil studi dari Universitas Oxford di Inggris yang menyebutnya sebagai recovery trial. 

Studi ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan dari hydroxycloroquine. Berdasarkan studi tersebut, saat ini  emergency use authorization untuk hydroxycloroquine sudah diberhentikan oleh WHO dan FDA (Badan POM Amerika Serikat). 

“Hasilnya memang menunjukkan tidak bermakna dibandingkan dengan yang tidak diberikan hydroxycloroquine. Tetapi kondisi dan pasiennya berbeda. Oleh karena itu, untuk sementara waktu kami masih memberlakukan emergency use authorization,” terang Dokter Rizka. 

Lebih lanjut, Dokter Rizka mengatakan, penelitian terkait obat ini akan dilakukan oleh perhimpunan profesi. 

Ketika hasil dari penelitian tersebut sudah muncul dan terbukti menunjukkan ketidakbermanfaatan emergency use authorization terhadap hydroxycloroquine akan dihentikan.

Menyikapi pengobatan COVID-19, Dokter Rizka berpesan kepada masyarakat terkait penggunaan hydroxycloroquine, cloroquine, dan dexamethasone. 

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunkan atau mendapatkan, baik hydroxycloroquine, cloroquine, maupun dexamethasone secara bebas, harus dengan resep dokter dan di bawah pengawasan dokter, ” imbuhnya.

Sebagai penutup, dokter Rizka mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mendapatkan obat tersebut dan tidak melakukan panic buying.

“Belilah (obat) di sarana pendistribusian farmasi yang legal, apakah itu apotek atau rumah sakit," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Logo PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom)

Kamis, 02 Juli 2020 - 18:10 WIB

Telkom Cetak Pendapatan Sebesar Rp34,19 Triliun di Kuartal I-2020

Emiten PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) cetak pendapatan sebesar Rp34,19 trilliun hingga periode 31 Maret 2020 turun dari pendapatan Rp34,84 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Pizza Hut NPC (ist)

Kamis, 02 Juli 2020 - 17:35 WIB

Tidak Kuat Lagi, Restoran Pizza Hut NPC Resmi Ajukan Pailit

NPC International Inc pemegang waralaba restoran Pizza Hut terbesar di Amerika Serikat mengajukan pailit. Bisnis Pizza Hut bangkrut karena penutupan restoran akibat covid-19 yang menambah tekanan…

Ilustrasi Pergerakan Saham

Kamis, 02 Juli 2020 - 17:19 WIB

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Menguat ke Level 4.966

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sore ini. Pasar modal Indonesia naik 52,39 poin atau 1,07% ke level 4.966,78 atau 4.967.

Sejumlah Karyawan Bank DBS Indonesia Duduk Sesuai dengan Penanda Jarak Saat Bekerja di Area Kantor DBS Tower

Kamis, 02 Juli 2020 - 17:15 WIB

Bank DBS Indonesia Ciptakan Lingkungan Kerja Aman dan Nyaman di Tengah Pandemic

Memasuki era tatanan kehidupan yang baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19, beberapa wilayah di Indonesia memasuki masa transisi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), termasuk…

PSIS Semarang (Ist)

Kamis, 02 Juli 2020 - 17:00 WIB

Tiga Tim Pendukung PSIS Langsung Bergerak Jelang Kompetisi Liga 1

PSIS Semarang bergerak cepat setelah keluarnya Surat Keputusan Bernomor SKEP/53VI/2020 yang ditandatangani Mochamad Iriawan selaku ketua umum PSSI berkait lanjutan kompetisi Oktober mendatang.