Bermodal Filosofi Pendiri Bagai Pohon Pisang yang Tak Mau Mati Sebelum Berbuah, Raksasa Industri Elektronika Panasonic Gobel Sukses Lalui Pasang Surut Bisnis Sejak 1960

Oleh : Nata Kesuma | Jumat, 10 April 2020 - 09:15 WIB

Tahun 1960 Matsushita Electric Industrial membuat kesepakatan kerjasama teknis dengan Transistor Radio Manufacturing dan kinibdikenal Panasonic Gobel (foto Tirto.id)
Tahun 1960 Matsushita Electric Industrial membuat kesepakatan kerjasama teknis dengan Transistor Radio Manufacturing dan kinibdikenal Panasonic Gobel (foto Tirto.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tahun 2020, kemitraan Panasonic dan Gobel indonesia genap memasuki usia 60 tahun. Sebuah capaian perjalanan yang layak diapresiasi. 

Ya, Panasonic adalah contoh. Pionir dalam industri elektronika nasional sejak 1960 ini patut dijadikan contoh bagaimana sebuah perusahaan dibangun untuk mampu bertahan hidup dalam masa waktu yang panjang.

Hingga saat ini banyak prestasi yang sudah berhasil dicapai Pansonic selama enam dasawarsa.   
 
Komitmen dan kontribusi positif Panasonic Gobel terhadap kinerja industri elektronika di Tanah Air terus berkesinambungan dengan terus menambah produk-produk baru dan peningkatan kapasitas produksi melalui kegiatan investasi, ekspor, alih teknologi dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan berdaya saing global.  
 
“Sejak awal pendiri perusahaan ini, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel berkomitmen ingin membangun industri sebagai jalan untuk berbhakti memajukan Indonesia. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, Pak Gobel kemudian memilih melakukan kerjasama, joint venture dengan Matshushita (Jepang) karena sama-sama memiliki visi membangun industri dan melakukan investasi jangka panjang di Indonesia,”ujar Rachmat Gobel, Putra Pendiri sekaligus President Commisioner PT Panasonic Gobel Indonesia melalui keterangan tertulisnya yang diterima Industry.co.id Jumat pagi (10/4).

Menurut Rachmat, Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel adalah seorang entrepreneur sejati  dan diakui sebagai industriawan tangguh yang  memiliki rasa nasionalisme serta berpandangan jauh ke depan. 

Langkah besarnya diawali pada tahun 1954, ketika dia memutuskan mendirikan PT Transistor Radio Manufacturing di Cawang, Jakarta yang memproduksi radio transistor pertama di Indonesia dengan merek “Tjawang”.

Tahun 1960, untuk mengembangkan usaha industrinya, PT Transistor Radio Manufacturing dan Matsushita Electric Industrial Co. Ltd (Japan) menjalin kerjasama. 

Sepuluh tahun kemudian, kedua perusahaan tersebut sepakat meningkatkan kerjasamanya dengan membentuk  joint venture, PT National Gobel, perusahaan assembling & manufacturing (pembuatan) peralatan elektronik rumah tangga.  

"Sejak itu, perusahaan-perusahaan di bawah naungan Panasonic Gobel terus berkembang, melalui berbagai pasang surut. Bendera perusahaan juga berganti, dari PT National Gobel menjadi PT Panasonic Gobel  Indonesia (PGI)," ungkap Rachmat. 

Namun, sebutnya, ada satu hal yang tidak pernah berubah, yakni tekad membangun industri dan nilai tambah untuk perekonomian Indonesia. 

"Oleh karena itu, Panasonic Gobel tidak hanya membangun pabrik, tapi juga membangun manusia Indonesia yang unggul agar bisa melakukan alih teknologi, serta tidak kalah pentingnya tetap menjaga hubungan baik dengan semua pemangku kepentingan seperti masyarakat, pemerintah termasuk perguruan tinggi dan media massa," pungkas Rachmat. 

Sementara itu, menurut Seigo Saifu, President Director PT. Panasonic Gobel Indonesia (PGI), sebagai salah satu langkah kongkrit, pada tahun 1979 didirikanlah Yayasan Matsushita Gobel yang memiliki visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerah dan sejahtera.

“Hal ini sesuai filosofi pohon pisang yang selalu dipegang bapak Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel. Dia mengajarkan agar kami terus berjuang dan pantang menyerah. Seperti pohon pisang yang tak mau mati sebelum berbuah dan selalu ingin menebar manfaat," kata Seigo Saifu. 

Selain itu, menurut Seigo, filosofi lain datang dari Matsushita tentang air mengalir, yakni agar perusahaan selalu memberi manfaat kepada masyarakat. 

"Hasil dari keduanya, lahirlah visi misi Panasonic untuk membangun kedua negara, Indonesia dan Jepang serta berkontribusi kepada masyarakat,” ungkapnya. 

Kedua filosofi itu kemudian dikemas dengan tagline “A Better Life, A Better World” yang dijadikan landasan Panasonic dalam berbisnis. 

Di usianya ke-60, Panasonic Gobel telah mengembangkan lini produk yang banyak disukai masyarakat, antara lain air conditioner (AC) yang  sangat akrab di benak masyarakat, pompa air, mesin cuci, kulkas, TV, audio, kipas angin dan berbagai produk solusi yang diperuntukkan untuk segmen B2B/B2G Panasonic di Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan seperti adanya wabah covid-19, Panasonic Gobel tetap akan melangkah ke masa depan dengan optimistis. 

Bahkan PT PGI sedang berupaya, bekerja keras memenuhi kebutuhan produk-produk elektronik premium sesuai kebutuhan masyarakat, baik pasar domestik maupun ekspor. 

Salah satunya dengan Panasoni menghadirkan teknologi “nanoe tm" dimasa pandemi ini. 

Teknologi tersebut diyakini mampu menghilangkan bau, menonaktifkan pertumbuhan  virus, bakteri dan jamur serta efektif dalam menghilangkan debu.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kantor Kementerian BUMN. (Istimewa)

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:21 WIB

Duh! Jika New Normal, Pegawai BUMN yang Ngantor Bakal Berkurang 20%

Jakarta-Pegawai BUMN yang masuk kerja akan berkurang sampai 20% jika masuk ke skenario new normal. Sebab, pegawai yang bakal masuk kerja ialah 45 tahun ke bawah jika mengikuti skenario

The Terrace Lifestyle

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:20 WIB

Samsung Luncurkan Lifestyle TV dan Soundbar Terbaru

The Terrace adalah Samsung Smart TV yang dirancang khusus untuk menghadirkan keseluruhan pengalaman hiburan indoor ke luar ruangan. The Terrace baru saja diluncurkan untuk konsumen Amerika Serikat…

Anak-anak Sekolah (foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:20 WIB

KPAI Desak Kemendikbud Kaji Ulang Rencana Pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah pada 13 Juli

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama intensif mengkaji rencana pembukaan kegiatan belajar…

Obat Herbal Covid-19 Dr Suradi (ist)

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:10 WIB

Heboh Penemuan Obat Herbal Covid-19, Pakar: Pak Jokowi Kasih Saya 100 Pasien, Niscaya dalam 1 x 24 Jam Mereka Sembuh

Obat herbal anti Covid-19 yang diperkenalkan Dr Suradi belum juga dimanfaatkan pemerintah. Padahal, obat tersebut sudah terbukti berhasil menyembuhkan ratusan pasien positif coronavirus. Kini,…

Hutama Karya Terima Rp 11 Triliun, Pembangunan Tol Trans Sumatera Dipercepat

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:00 WIB

Hutama Karya Terima Rp 11 Triliun, Pembangunan Tol Trans Sumatera Dipercepat

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) saat ini tengah melakukan upaya terbaiknya dalam menjalankan proyek penugasan yang diamanahkan oleh pemerintah yakni pembangunan dan pengembangan Jalan…