INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming meminta kepada para pengusaha muda milenial melek teknologi, agar mampu bersaing dan survive di era Revolusi Industri 4.0.
Sangat dibutuhkan penguasaan teknologi serta informasi yang mumpuni untuk menghindari ketertinggalan.
"Revolusi Industri 4.0 akan merombak pergerakan perekonomian dunia. Jika tidak mempersiapkan diri dari sekarang, kita akan tertinggal jauh dalam perekonomian dunia," ujar Maming di Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Maming mengungkapkan, era Revolusi Industri 4.0 diwarnai oleh kecerdasan buatan, super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, inovasi, dan perubahan yang terjadi dalam kecepatan eksponensial.
Pada era ini semakin terlihat wujud dunia yang telah menjadi kampung global.
“Era Revolusi Industri 4.0 ini akan memberikan manfaat besar bagi sektor swasta. Produsen besar yang terintegrasi akan dapat mengoptimalkan sekaligus menyederhanakan rantai suplainya," ucapnya.
Di sisi lain, Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan itu melanjutkan, sistem manufaktur yang dioperasikan secara digital juga akan membuka peluang-peluang pasar baru bagi usaha kecil dan menengah (UKM) penyedia teknologi seperti sensor, robotic, 3D printing atau teknologi komunikasi antar mesin.
Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Revolusi Industri 4.0.
CEO holding PT Batulicin 69 dan PT Maming 69 yang membawahi 54 perusahaan di berbagai bidang usaha ini menambahkan, dunia usaha sebagai pemeran utama dalam revolusi industri, harus mampu memanfaatkan era digital dan meminimilasir efek negatifnya.
“Meskipun akan banyak usaha yang berjatuhan dan lapangan pekerjaan yang hilang akibat otomatisasi, pengusaha dan bentuk usaha baru juga dapat dipastikan akan bermunculan. Pesaing-pesaing baru yang tangguh akan berdatangan dan kita berharap mereka datang dari HIPMI,” ungkapnya.