INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik peluang besar dari pertumbuhan industri sportwear (pakaian olahraga) dan kosmetik halal nasional yang diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin), Faisol Riza menilai, kedua sektor tersebut menjadi salah satu motor baru industri manufaktur berbasis gaya hidup, inovasi, dan produk lokal.
Hal itu disampaikan Wamenperin dalam pembukaan Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) & Cosmetic Day 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara bersamaan dengan mengusung tema “Lokal Aktif Halal”.
Faiso Riza menilai, penyatuan kedua agenda tersebut mencerminkan kedekatan karakter pasar sportwear dan kosmetik yang sama-sama tumbuh seiring meningkatnya gaya hidup aktif, sehat, dan perhatian masyarakat terhadap penampilan.
Berdasarkan laporan Euromonitor International, nilai pasar sportswear Indonesia mencapai sekitar Rp38,5 triliun pada 2025 dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp58,6 triliun pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 9% per tahun.
“Potensi pasar yang besar tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri dalam negeri untuk terus meningkatkan daya saing,” kata Wamenperin, Faisol Riza di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Pemerintah mendorong agar produk lokal tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar domestik, tetapi juga mampu memperluas penetrasi ke pasar global, termasuk pasar lebih dari dua miliar konsumen Muslim di Asia dan Afrika melalui penguatan sertifikasi halal, inovasi, dan standardisasi produk.
Dari sisi ekspor, kinerja industri apparel nasional juga menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor industri pakaian jadi meningkat dari US$7,08 miliar pada 2024 menjadi US$7,27 miliar pada 2025, atau tumbuh 2,7%.
Sementara itu, ekspor industri alat olahraga naik 12% menjadi US$306,3 juta, sedangkan ekspor kosmetik melonjak 13,7% menjadi US$473,8 juta.
Kemenperin juga menyoroti besarnya kontribusi industri kecil dan menengah (IKM) terhadap sektor tersebut. Pada 2024, subsektor pakaian jadi memiliki sekitar 594 ribu unit usaha dengan penyerapan 1,2 juta tenaga kerja, sedangkan industri kulit dan alas kaki mencakup 53 ribu unit usaha dengan 205 ribu tenaga kerja.
Di sektor kosmetik, jumlah industri meningkat dari sekitar 1.500 unit pada 2025 menjadi 1.655 unit pada Juli 2026, dengan lebih dari 87% merupakan usaha kecil dan menengah.
Untuk memperkuat daya saing, Kemenperin akan melanjutkan berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi SDM, modernisasi mesin dan peralatan produksi, penguatan standardisasi dan sertifikasi, hingga perluasan akses pasar dan kemitraan.
Wamenperin berharap ISAW & Cosmetic Day 2026 menjadi momentum mempercepat transformasi industri softwear dan kosmetik nasional agar semakin inovatif, produktif, dan mampu bersaing di pasar domestik amupun internasional.