INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem industri nasional melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, setiap belanja Rp 1 untuk produk dalam negeri dapat menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp 2,2 bagi perekonomian nasional.
"Pemanfaatan produk dalam negeri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang semakin kuat. Ketika produk industri nasional memiliki pasar yang semakin luas, kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal," ujar Menperin Agus di Jakarta, Sabtu (26/9).
Menperin menuturkan, pasar domestik menjadi modal utama industri nasional. Sebanyak 78,39% produk manufaktur nasional ditujukan untuk pasar domestik, sedangkan 21,61% untuk ekspor.
Dengan penduduk 284,44 juta jiwa dan konsumsi rumah tangga yang mencapai Rp 12.834,8 triliun sepanjang 2025, ruang penetrasi produk lokal masih sangat luas.
Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P4DN) Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo menambahkan, peluang ini ditopang utilisasi industri pengolahan nonmigas yang masih 61,8% pada 2025, sehingga masih bisa dioptimalkan.
Hingga 2 September 2026, Kemenperin mencatat lebih dari 57.000 produk telah tersertifikasi TKDN dari lebih dari 5.600 perusahaan industri. Produk-produk ini menjadi basis untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun swasta.
Dari sektor farmasi, Direktur Utama PT Bio Farma Evi Sylvia mengatakan, Bio Farma Group telah memiliki 29 sertifikat TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) untuk vaksin, enoxaparin, dan kit diagnostik dengan nilai TKDN 44,28% hingga 95,03%.
Dari sektor barang konsumsi, CEO & Co-Founder Torch Ben Wirawan menilai bahan baku lokal harus menjadi bagian dari strategi produk secara menyeluruh, bukan sekadar pilihan material, agar kualitas terjaga dan harga kompetitif.