Lenzing Raih Status CSR-Gold dari EcoVadis

Oleh : Herry Barus | Kamis, 12 Desember 2019 - 06:00 WIB

Stefan Doboczky (CEO) bersama pimpinan Lenzing AG di Austria
Stefan Doboczky (CEO) bersama pimpinan Lenzing AG di Austria

INDUSTRY.co.id - Purwakarta-Lenzing – The Lenzing Group, yang merupakan perusahaan terdepan dalam pelestarian iklim, anggota dari CEO Climate Leaders Group dalam World Economic Forum, dan salah satu penandatangan United Nations Fashion Industry Charter for Climate Action, baru-baru ini mengumumkan akan mengurangi emisi CO2 perusahaan secara drastis. Lenzing telah menetapkan target awal pada tahun 2030 untuk mengurangi emisi CO2 per ton produk sebesar 50 persen dibandingkan dengan baseline sebelumnya pada tanggal 2017. Untuk tahun 2050, Lenzing telah mengumumkan visinya untuk menjadi perusahaan bebas emisi CO2.

Validasi Ilmiah untuk Target Lenzing

Perusahaan baru saja meraih pencapaian baru: Science Based Targets, yang merupakan sebuah organisasi di bidang penetapan target untuk program-program pelestarian iklim, telah secara memvalidasi target pelestarian iklim yang dilakukan Lenzing. Target perusahaan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hanya akan dianggap “berbasis sains” apabila sesuai dengan tingkat dekarbonisasi yang diperlukan untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah dua derajat Celcius dibandingkan dengan suhu pra-industri. Lenzing adalah produsen serat berbasis kayu pertama yang telah menetapkan target berbasis ilmu pengetahuan.

Stefan Doboczky, Chief Executive Officer untuk Lenzing Group mengatakan, “Sebagai yang tedepan dalam industri, melestarikan iklim merupakan tanggung jawab kita terhadap generasi masa depan. Hal ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendorong perubahan sistemik dan memimpin industri dengan kredibilitas. Memanfaatkan bahan baku kayu yang bersifat renewable diambil dari hutan lestari dan perkebunan yang menyerap karbon merupakan hal yang baik, tetapi kita harus melangkah lebih jauh. Di Lenzing, kami tak hanya memanfaatkan serat dan kayu, dan senantiasa mengembangkan dan menerapkan cara-cara produksi yang lebih baik dan lebih ramah lingkungan di seluruh rantai pasokan serta mendorong seluruh sektor industri untuk melakukan hal yang sama. "

Saat ini, terdapat 713 perusahaan terkemuka di seluruh dunia dan 9 perusahaan di Austria yang telah berkomitmen untuk merealisasikan target berbasis ilmu pengetahuan, namun hanya 305 perusahaan yang targetnya telah disetujui.

EcoVadis Menganugerahkan Status CSR-Gold untuk Lenzing

Pencapaian lain di tahun 2019, Lenzing meraih status Gold CSR (Corporate Social Responsibility) dari EcoVadis selaku penyedia peringkat bagi perusahaan yang mempraktikan bisnis berkelanjutan di dunia. EcoVadis Supplier Sustainability Rating menempatkan Lenzing sebagai salah satu perusahaan terbaik di dalam industri berdasarkan pada penilaian CSR dalam bidang lingkungan, praktik ketenagakerjaan, etika, dan pengadaan berkelanjutan.

EcoVadis merupakan penyedia peringkat bagi perusahaan yang mempraktikkan bisnis berkelanjutan, penyedia intelijen, dan instrumen peningkatan kinerja kolaboratif untuk rantai pasokan global. Sejak 2007, EcoVadis telah memberikan penilaian bisnis berkelanjutan kepada 55.000 perusahaan di 198 industri dan 155 negara.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Monita Tahalea Memandang “Dari Balik Jendela”

Sabtu, 04 April 2020 - 15:30 WIB

Monita Tahalea Memandang 'Dari Balik Jendela'

Jakarta-Setelah single "Sesaat yang Abadi" yang dirilis pada penghujung tahun 2018 berhasil mendudukkan MONITA TAHALEA di jajaran Nominasi AMI Awards 2019 untuk kategori Artis Pria/Wanita Solo…

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah

Sabtu, 04 April 2020 - 15:05 WIB

Digulung Corona, 2.311 Pekerja Kena PHK

Sedikitnya terdapat 153 perusahaan yang merumahkan 9.183 orang pekerja karena dampak perlambatan ekonomi akibat wabah Corona. Selain itu, hingga 1 April 2020, total pekerja yang terkena PHK…

Honda Prospect Motor

Sabtu, 04 April 2020 - 15:05 WIB

Inilah Strategi Honda Antisipasi Penurunan Pasar Imbas Corona

PT Honda Prospect Motor (HPM) memfokuskan strateginya untuk menjaga tingkat pasokan yang sehat, sekaligus membawa berbagai layanannya ke rumah pelanggan.

Jomblo Mana Suaranya Single Terbaru dari Ikhlas Band

Sabtu, 04 April 2020 - 15:00 WIB

Jomblo Mana Suaranya Single Terbaru dari Ikhlas Band

Setelah merilis single “Assalamualaikum Cinta” dan “Hey Mantanku“, Ikhlas Band yang terdiri dari Edi Suranta Tarigan “Edot” (vokal), Prio Prihanggo “Anggo” (gitar), Ferdiansyah…

Singapore Airlines (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 04 April 2020 - 14:30 WIB

SIA Kurangi Kapasitas Operasional

Singapore Airlines menangguhkan layanan tambahan di semua jaringannya yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri penerbangan, yaitu saat negara-negara di seluruh dunia menerapkan kontrol…