Empat Hotel Segera Lengkapi Bandara Soekarno Hatta- Kualanamu

Oleh : Herry Barus | Selasa, 14 Maret 2017 - 10:27 WIB

Terminal 3 Bandara Sukarno Hatta. (Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images)
Terminal 3 Bandara Sukarno Hatta. (Dasril Roszandi/NurPhoto via Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Angkasa Pura II melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Properti berencana membangun empat hotel di bandara atau sekitar kawasan bandara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dan Kualanamu, Medan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengatakan pembangunan hotel tersebut dijajaki melalui kerja sama dengan Hotel Indonesia Group (HIG) yang merupakan gabungan dari tiga perusahaan yaitu PT Hotel Indonesia Natour, PT Patra jasa dan PT Aero Wisata.

Dalam waktu dekat, Awaluddin mengatakam, kedua perusahaan yakni AP II dan HIG akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman.

"Hotel Indonesia Group memiliki sejarah panjang kesuksesan sebagai salah satu grup manajeman hotel dengan portofolio operator merk hotel yang sangat dikenal, oleh karena itu akan menjadi kebanggaan bagi AP II dapat melakukan nota kesepahaman dengan HIG sebagai langkah awal untuk merealisasikan kerja sama," katanya.

AP II melihat seiring dengan tumbuhnya industri penerbangan yang berdampak pada semakin banyaknya jaringan penerbangan, maka permintaan hotel di bandara juga akan meningkat.

"Kami meyakini HIG dapat mendukung AP II untuk dapat secara maksimal memanfaatkan sumber daya guna meraih potensi pasar secara maksimal di industri perhotelan," ucapnya.

Pada tahun ini Angkasa Pura Properti memiliki program investasi pendirian sebanyak empat hotel yakni tiga hotel di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan satu hotel di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Menurut Awaluddin, kedua bandara tersebut merupakan bandara terbesar yang dikelola AP II, di mana pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada tahun lalu mencapai 58 juta penumpang dan Kualanamu sekitar sembilan juta penumpang.

"Nilai investasi untuk empat hotel tersebut diperkirakan mencapai Rp375 miliar yang sebagian besar dananya berasal dari AP II," ujarnya.

Nantinya, lanjut dia, beberapa hotel juga akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan perusahaan yang telah memiliki nama besar di industri perhotelan.

"Pada tahap awal, pendirian hotel memang difokuskan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Kualanamu, karena memang permintaan yang tinggi untuk pasar hotel di kedua bandara terbesar yang dikelola AP II itu," tuturnya.

Namun demikian, Awaluddin menuturkan ke depannya tidak menutup kemungkinan akan didirikan juga hotel di bandara-bandara lain seperti Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan Bandara Supadio Pontianak di mana menurut studi kelaikan, layak untuk dibangun hotel, atau hotel di luar kawasan bandara yang dikelola AP II.

Dia menjelaskan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, melalui investasi sebesar Rp300 miliar akan dioperasikan dua hotel baru yakni hotel bintang empat dengan 150 kamar di Terminal 3 internasional dan hotel bintang tiga juga dengan 150 kamar di Terminal 3 domestik.

Selain itu, dia menambahkan juga akan didirikan hotel bujet berlantai enam dengan 150 kamar senilai sekitar Rp15 miliar tepatnya di area SPBU kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang saat ini dalam tahap persiapan konstruksi.

Sementara itu, dia menambahkan, proyek hotel Bandara Internasional Kualanamu yang termasuk dalam program investasi Angkasa Pura Properti pada tahun ini adalah pendirian hotel bintang tiga di lantai mezzanine gedung terminal yang membutuhkan investasi sekitar Rp60 miliar.

"Kami meyakini melalui penetrasi di bidang usaha baru melalui anak usaha Angkasa Pura Properti, seperti halnya di industri perhotelan ini, maka akan meningkatkan portofolio dari AP II dan membantu meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis nonaeronautika untuk dapat menyumbang hingga 50 persen lebih dari total pendapatan perseroan pada 2018," ujarnya seperti dilansir Antara.

Di samping fokus pada pendirian hotel-hotel tersebut, Awaluddin mengatakan, Angkasa Pura Properti juga membangun sejumlah fasilitas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta seperti misalnya pengembangan area parkir inap, pengembangan area peristirahatan SPBU di kawasan bandara, serta pengembangan properti perumahan di Tangerang bekerja sama dengan pengembang perumahan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Petani sedang membasmi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)

Senin, 23 September 2019 - 19:43 WIB

Amankan Produksi, Kementan Buat Strategi Pengelolaan OPT

Karawang - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengamankan produksi tanaman dari serangan organisme penganggu tanaman (OPT) yang terintegrasi secara menyeluruh sejak hulu sampai…

Intiland Gandeng Mediapura Hadirkan Layanan Apartemen Sewa di Aeropolis

Senin, 23 September 2019 - 15:17 WIB

Intiland Gandeng Mediapura Hadirkan Layanan Apartemen Sewa di Aeropolis

Kerjasama ini meliputi jasa dan layanan pengelolaan dan penyewaan unit-unit apartemen Aeropolis yang berlokasi di dekat Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Alat mesin pertanian yang diberikan Kementan

Senin, 23 September 2019 - 15:12 WIB

Kementan Minta Petani Olah Lahan Dengan Mekanisasi dan Teknologi

Pekanbaru - Pakar Khusus Modernisasi Pertanian dari IPB yang juga Tenaga Ahli Menteri, Kementerian Pertanian, Dr. Sam Herodian mengunjungi kampung Desa Eko Wisata di Kecamatan Palas, Kota Pekanbaru,…

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyanto

Senin, 23 September 2019 - 14:20 WIB

Tingkatkan Layanan Digital, Pegadaian Siapkan Anggaran Capai Rp700 Miliar

PT Pegadaian (Persero) terus meningkatkan sinergi dengan berbagai perusahaan baik BUMN maupun non-BUMN serta komunitas dan asosiasi masyarakat.

ahli gigi (foto ilustrasi)

Senin, 23 September 2019 - 12:01 WIB

Tukang Gigi Se-Indonesia Tolak RUU KUHP

Jakarta - Penolakan terhadap draft RUU KUHP tidak hanya berasal dari kalangan akademisi dan kelompok masyarakat sipil, namun kalangan tukang gigi juga turut menolak draft perubahan peraturan…