Selain Perkuat Industri Nasional, Program P3DN Bisa Tekan Produk Impor

Oleh : Ridwan | Kamis, 12 September 2019 - 20:45 WIB

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian intens mendorong pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam setiap proses produksi manufaktur di Indonesia serta proyek yang dijalankan oleh pemerintah. 

Hal ini sejalan dengan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

"Sejak tahun 2006, pemerintah telah menjalankan program P3DN. Ini sebagai salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan pertumbuhan sektor industri di dalam negeri sekaligus memacu perekonomian nasional," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono pada acara Sosialisasi P3DN di Jakarta, Kamis (12/9). 

Sekjen Kemenperin menjelaskan, program P3DN mengatur mengenai kewajiban instansi pemerintah untuk mengoptimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri, terkait dengan kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD. 

Selain itu memberikan preferensi kepada barang/jasa dari produksi dalam negeri yang ada pada proyek-proyek tersebut. 

"Hal itu tentu saja memberikan manfaat besar, baik bagi penyelenggara proyek maupun industri dalam negeri yang memproduksi barang," ujarnya. 

Sebab, peran dari program P3DN dapat meningkatkan serta mempertahankan utilisasi industri nasional melalui penyediaan jaminan maupun penjagaan terhadap ceruk pasar produk tertentu yang telah diproduksi di dalam negeri. 

Selanjutnya, implementasi program P3DN dinilai dapat memberikan ruang bagi industri nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas barang dan jasa yang dihasilkan sehingga pada akhirnya mampu bersaing secara mandiri di pasar internasional. 

"Sedangkan, dalam aspek untuk mengurangi ketergantungan pasar domestik terhadap produk impor, P3DN juga menjadi proteksi tambahan terhadap potensi pelemahan nilai tukar," imbuhnya.

Sigit menyebutkan, beberapa sektor manufaktur di Tanah Air yang telah mengoptimalkan TKDN cukup signifikan dan mampu mendukung pembangunan nasional, antara lain industri penunjang migas, industri ketenagalistrikan, industri alat mesin pertanian, dan industri alat kesehatan.

Kemenperin mencatat, industri penunjang migas memiliki capaian TKDN berkisar antara 25,25%-75,09%, kemudian di industri ketenagalistrikan memiliki capaian TKDN 7%-80%. Sementara itu, capaian TKDN di sektor industri alat mesin pertanian berkisar antara 25%-62%, dan pada sektor industri alat kesehatan dengan capaian TKDN sekitar 6,26%-98,52%. 

"Semakin tinggi capaian TKDN akan semakin banyak komponen dalam negeri yang digunakan, oleh sebab itu perlu ditargetkan peningkatan capaian TKDN pada setiap sektor industri," ujarnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Fintech payment aplikasi Cashbac

Senin, 24 Februari 2020 - 05:05 WIB

Berburu Cashbac Reward 4 Kali Lipat

Tahun Kabisat (leap year) adalah tahun spesial, karena tahun ini tidak terdiri dari 365 hari akan tetapi 366 hari. Inilah keunikan lain dari bulan Februari yang membuatnya kian spesial. Tahun…

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M.

Senin, 24 Februari 2020 - 04:00 WIB

Bakamla RI Tindak Lanjuti Arahan Presiden Dalam Penguatan Indonesian Coast Guard

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., langsung menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo tentang Penguatan Bakamla RI menjadi Indonesian Coast Guard dengan melaksanakan…

Danmenbanpur 2 Mar Bentuk IOF Surabaya Sebagai Pasukan Relawan Bencana Alam

Senin, 24 Februari 2020 - 03:20 WIB

Danmenbanpur 2 Mar Bentuk IOF Surabaya Sebagai Pasukan Relawan Bencana Alam

Dalam rangka meningkatkan komunikasi sosial dan tanggap penanggulangan bencana alam maka Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir (Danmenbanpur 2 Mar) Kolonel Marinir Citro Subono, memimpin…

Empat Prajurit Marinir Ikuti Fun Run Unair di Surabaya

Senin, 24 Februari 2020 - 03:00 WIB

Empat Prajurit Marinir Ikuti Fun Run Unair di Surabaya

Prajurit Korps Marinir dari Batalyon Howitzer 2 Marinir mengikuti lomba Fun Run 5 K Airun (Aesculap Inspire to Run) di Lapangan parkir Kampus A Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jl.…

Minggu 23 Februari 2020,, BTN resmi menutup gelaran IPEX ke 20. Pencapaian potensi KPR baru yang diraih Bank BTN berhasil melampaui target awal.

Minggu, 23 Februari 2020 - 22:21 WIB

Berhasil Sedot 200.000 Pengunjung, BTN Raih Potensi Kredit Baru Rp 4,56 Triliun dalam Gelaran IPEX Ke 20

Jakarta-Gelaran Indonesia Properti Expo menjadi ajang bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk menggenjot penyaluran Kredit Pemilikan Rumah atau KPR pada awal tahun 2020 ini.