Tiga Cara Mencegah Osteoarthritis

Oleh : Andi Mardana | Jumat, 02 Agustus 2019 - 17:38 WIB

Ilustrasi osteoarthritis.(Ist)
Ilustrasi osteoarthritis.(Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Berdasarkan data riset kesehtan dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi penyakit sendi di Indonesia tercatat sekitar 7,3% dan osteoarthritis (OA) atau radang sendi merupakan penyakit sendi yang umum terjadi.

Meski sering dikaitkan dengan pertambahan usia, atau dikenal sebagai penyakit degeneratif, penyakit sendi telah terjadi pada masyarakat di rentang usia 15 - 24 tahun (angka prevalensi sekitar 1,3%). Angka prevalensi terus meningkat pada rentang usia 24 - 35 tahun (3,1%) dan rentang usia 35 - 44 tahun (6,3%).

Tak jarang bila penyakit sendi khususnya osteoarthritis dilaporkan sebagai salah satu penyebab tidak langsung berkurangnya produktivitas kerja.

Permasalahan osteoarthritis semakin dekat dengan penduduk usia produktif di Indonesia. Karena Indonesia dinobatkan sebagai negara ketiga yang paling buruk keseimbangan antara kerja dan kehidupan dengan angka mencapai 14,3% penduduk usia produktif yang bekerja lebih dari 60 jam per minggu.

"Selain faktor genetik dan kelebihan berat badan, gaya hidup tidak sehat, kurang aktif bergerak dan cedera merupakan beberapa faktor pendorong osteoarthritis pada usia produktif," jelas dr. Deasy Erika, Sp. KFR, dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi pada peluncuran film pendek #KeepOnRollin’ Jointfit di Jakarta, Kamis (1/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa cedera terkesan dekat dengan orang yang sering melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Padahal cedera dapat terjadi saat kita melakukan kegiatan sehari-hari.

"Misalnya, cedera saat salah posisi mengangkat beban berat, seperti mengangkat koper saat bepergian, atau menggendong anak, berdiri dalam waktu lama saat kita sedang kelebihan berat badan juga dapat memicu cedera sendi," papar dr. Deasy.

Memahami fenomena yang terjadi, Jointfit suplemen glukosamin dalam bentuk roller gel keluaran Combiphar merasa perlu menginspirasi masyarakat Indonesia untuk terus bergerak tanpa takut hadapi rintangan.

Untuk membantu masyarakat Indonesia mencegah osteoarthritis (OA) berkembang dan menganggu kualitas hidup, Jointfit memberikan tiga tips sederhana:

1. Terus aktif bergerak, terus bergerak secara aktif dapat menurunkan risiko kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor penyebab osteoarthritis.

Penumpukan lemak di tubuh akan memberikan tekanan ekstra pada bantalan sendi, khususnya yang berada di bagian pinggul dan lutut.

Sejalan dengan komitmen Combiphar Championing a Healthy Tomorrow, untuk membantu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, salah satunya dengan aktif bergerak.

2. Menjaga gaya hidup sehat, tidur cukup dan menghindari makanan manis berlebihan. Mengonsumsi makanan manis berlebih dapat memicu terjadinya diabetes (kondisi kadar gula darah tinggi), dimana diabetes diketahui merupakan salah satu faktor risiko yang memicu terjadinya osteoarthritis.

Kadar glukosa yang tinggi dapat mempengaruhi fungsi chondrocyte (sel pembentuk tulang rawan) dan meningkatkan peradangan yang akan meningkatkan degradasi dan apoptosis (kematian) sel tulang rawan.

3. Mengoleskan Jointfit, saat merasakan keluhan awal nyeri sendi. Selain berfungsi meredakan nyeri, glukosamin juga dapat berfungsi membantu pembentukan tulang rawan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sosial Media (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 05:00 WIB

Pemblokiran Data di Papua dan Papua Barat

Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan sekitarnya, setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Kementerian Komunikasi dan…

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Bamsoet.com)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 04:00 WIB

Bamsoet: Semua Pihak di Papua Harus Bisa Menahan Diri

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta saudara-saudara sebangsa di Papua bisa menahan diri, begitupun dengan berbagai pihak lainnya dari mulai aparat TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga…

Peta Nduga Papua (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 22 Agustus 2019 - 03:07 WIB

Residen Jokowi Didorong Bentuk Special Envoy untuk Papua

Penyikapan pemerintah atas menguatnya rasisme terhadap warga Papua dan aksi unjuk rasa di Papua dan Papua Barat, menggambarkan ketidakmampuan (unable) atau keengganan (unwilling) pemerintah…

Bukti Komitmen Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan

Kamis, 22 Agustus 2019 - 00:12 WIB

LSPR Selenggarakan Uji Kompetensi Wartawan Bali

Bali-wartawan tergabung dari 13 media massa di Bali siap menjalankan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN) berkolaborasi…

Pengurus Pusat dan Dewan Pengawas AJPKM

Rabu, 21 Agustus 2019 - 23:52 WIB

Peresmian Asosiasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (AJPKM)

Jakarta-Sebanyak 15 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari 15 perguruan tinggi di Indonesia, mendeklarasikan berdirinya Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat…