Angkat Tema Sosial, Amrus Natalsya Adakan Pameran Tunggal untuk Terakhir Kalinya

Oleh : Herry Barus | Kamis, 11 Juli 2019 - 15:00 WIB

Amrus Natalsya Pelukis (Foto Dok Industry.co.id)
Amrus Natalsya Pelukis (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Amrus Natalsya yang merupakan seorang pelukis dan pematung Indonesia kembali mengadakan pameran tunggalnya yang bertema “Terakhir, Selamat Tinggal dan Terima Kasih”. Pameran ini merupakan hasil kerja sama dengan Taman Ismail Marzuki dan Etty Mustafa Art Collection yang bertempat  di Galeri cipta II Taman marzuki pada tanggal 14 juli-23 juli 2019 dan Opening ceremony pameran dilaksanakan pada hari minggu tanggal 14 juli pukul 12.00 WIB.

Etty Mustafa mengungkapkan bahwa pameran ini dibuat untuk terakhir kali nya oleh sang perupa beraliran revolusionary realism ini mengingat umurnya yang tidak lagi muda. 

 

“Di dalam pameran ini Amrus Natalsya akan menampilkan sekitar 50 karya-karyanya yang banyak mengangkat tema sosial seperti lukisan kanvas dan lukisan pahat bertema pasar, Pecinan dan patung kapal Nuh”. Ujar Etty kepada awak media.

Pada pameran tersebut rencananya akan dihadiri langsung  oleh tokoh Sanggar bumi Tarung seperti Amrus Natalsya dan Misbach thamrin dan dibuka langsung  oleh Gubernur DKI Anies Baswedan.

Sementara itu, salah satu kurator seni Indonesia Agus Dermawan menambahkan bahwa lukisan kayu Amrus merasa telah menghasilkan karya yang berciri khas pribadi. Dengan lukisan Amrus berhasil menemukan jejak-jejak traditionalitas.

“Pran tunggal ini adalah bukti keberadaan (eksistensi) Sanggar Bumi tarung dalam sejarah seni rupa indonesia sejak 58 tahun yang silam. Ketika pendirinya Amrus natalsya berumur 28 tahun saat itu”. Ungkap Agus.

Disisi lain, Kurator pameran Mahardika Yudha mengatakan Proyek seni kehidupan masyarakat di pecinan adalah salah satu filen fitur dari Amrus Natalsya yang  kembangkan sejak reformasi 1998. Tema ini dipilih sebagai bentuk empatinya pada situasi masyarakat indonesia ketika terjadi peristiwa Mei 1998.

Amrus Natalsya lahir pada 21 Oktober 1993, di Medan, Sumatera Utara. Putera dari pasangan Rustam Syah Alam dan Aminah, ini sejak kecil, sudah menunjukkan bakat seninya. Pada tahun 1954, Ia memulai pendidikan seni di ASRI Yogyakarta. Sejak saat itu Amrus mulai menghasilkan karya berupa patung dan lukisan.

Amrus juga dikenal sering mengangkat tema sosial dan kesulitan yang dihadapi manusia sehari-hari dalam karyanya. Di tahun 1955, patung hasil karya pertama Amrus yang berjudul ‘Orang Buta yang Terlupakan’ dibeli oleh Presiden Soekarno ketika dipamerkan dalam "LUSTRUM Pertama Asri" di Sono Budoyo, Yogyakarta. Presiden Soekarno kemudian juga mengkoleksi karya Amrus lainnya yang berjudul "Kawan-kawanku".

Karya Amrus kemudian sering ditampilkan dalam berbagai pameran, seperti: Pameran tunggal di Taman Merdeka Utara, Jakarta (1955); Pameran Lukisan di Wina, Austria (1955); Pameran "Konferensi Asia Afrika" di Bandung (1955); Pameran Bersama mahasiswa ASRI (1961-1963); Pameran Tunggal di Galeri Lontar, Jakarta (1995); karya terbaik dalam Pameran Patung Kontemporer "Trienale Jakarta II" (1998); Pameran "Kepedulian Sesama Pelukis" di Galeri 678, Jakarta (2000); dan Pameran Tunggal “Kampung dan Metropolitan” di Galeri 678, Jakarta.

Di akhir tahun 90-an, dia pernah menggemparkan dunia seni rupa Indonesia dengan karya fenomenalnya yang berjudul “Pecinan”, dalam bentuk cukil kayu, yang menjadi ciri khasnya

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pasien Sembuh Covid-19 (ist)

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:07 WIB

Alhamdulillah! Tren Pasien Sembuh COVID-19 Meningkat, Jakarta Tertinggi Disusul Jatim, Jabar, Sulsel dan Jateng

Juru Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan bahwa pasien sembuh dari COVID-19 cenderung semakin mengalami peningkatan. "Ini yang harus kita syukuri, bahwa sekarang semakin cenderung…

Rp 22 Miliar Donasi dari Dettol dan Harpic Guna Melawan COVID-19

Sabtu, 06 Juni 2020 - 07:00 WIB

Rp 22 Miliar Donasi dari Dettol dan Harpic Guna Melawan COVID-19

Memenuhi komitmennya untuk melawan pandemik COVID-19, Dettol dan Harpic, hari ini menyelesaikan #MelindungiGardaDepan, sebuah inisiatif guna melindungi tenaga kesehatan, garda depan perlawanan…

Wika Beton

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:30 WIB

Naik Tipis, PT Wijaya Karya Beton Tbk Cetak Laba Rp72,66 M hingga Maret 2020

Emiten infrastruktur PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) meraih laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp72,66 miliar hingga periode 31 Maret 2020…

Melakukan Tindakan Mulia, Dua Prajurit TNI Peroleh Penghargaan dari Ketua MPR RI

Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:00 WIB

Melakukan Tindakan Mulia, Dua Prajurit TNI Peroleh Penghargaan dari Ketua MPR RI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memberikan penghargaan kepada dua prajurit TNI yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut Maumere Nusa Tenggara Timur. Kedua prajurit, Serka MES Mohammad Sangidun…

Dirjen Iman Pambagyo Kemendag

Sabtu, 06 Juni 2020 - 05:30 WIB

Tekad Besar Anak Buah Mendag Agus Selamatkan Petani dan Industri Kopi di Ajang ICO

Sebagai Ketua Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO), Indonesia bertekad akan berjuang membantu petani kopi menghadapi tantangan, terutama dalam masa pandemi…