INDUSTRY.co.id - Indeks- Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini diperkiraan bakal menembus level 5.410 karena didorong oleh kenaikan harga saham-saham berkapitalisasi besar (bluechips).

Advertisement

“IHSG pada perdagangan pekan ini akan berusaha untuk keluar dari fase konsolidasi untuk menembus level 5.410 berkat kenaikan harga saham-saham bluechips,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Senin (06/03/2017).

Yuganur mengemukakan, IHSG secara keseluruhan hingga kini masih terkonsolidasi sehingga masih bergerak di kisaran yang sempit. Meski demikian, kondisi tersebut diperkirakan akan berubah dengan cepat karena para pelaku pasar telah memperoleh kepastian yang menimbulkan dengan sentimen positif terhadap laporan keuangan emiten dan pembagian dividen serta data perekonomian yang dipublikasikan di awal Maret ini.

Advertisement

Yuganur menjelaskan, fundamental ekonomi domestik terlihat positif karena pertumbuhannya pada tahun ini tampak lebih baik dibandingkan pada 2016. Kondisi itu juga diikuti oleh membaiknya neraca perdagangan Indonesia dan stabilitas pergerakan rupiah.

Karena itu, demikian Yuganur, potensi IHSG melanjutkan penguatannya sepanjang pekan ini sepatutnya diantisipasi para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Advertisement

 

Para pelaku pasar disarankan untuk mengkoleksi ASII pada rentang harga Rp8.175-8.250 per unit. Harga saham distributor kendaraan bermotor terbesar di Indonesia itu diperkirakan akan menembus kisaran Rp8.550-8.650 per unit. TLKM juga layak dibeli investor pada kisaran harga Rp3.750-3.810 per unit karena berpotensi menembus harga Rp4.050-4.250 per unit.

Advertisement

 

Sementara itu, BBRI yang berpotensi mencapai rentang harga Rp12.200-12.750 per unit cukup baik diakumulasi pada kisaran harga Rp11.750-11.850 per unit. Sedangkan GGRM dapat dikoleksi pada kisaran harga Rp65.150-65.850 per unit. Pasalnya, harga saham produsen rokok kretek ini diperkirakan bakal menembus harga Rp68.000 per unit. ***