Jangan Mudah Mengatasnamakan Petani-Peternak, Membuat Menderita Banyak Orang

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 16 Maret 2019 - 16:27 WIB

Peternak ayam
Peternak ayam

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Andi, peternak ayam mandiri di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat merasa bingung dengan banyaknya orang mengatasnamakan petani akhir-akhir ini, padahal sikap dan statmentnya tidak mewakili pikiran dan harapan petani. Dimusim politik ini sejumlah orang mengaku sebagai perwakilan peternak dan petani, dan menggelar berbagai aksi yang justru merugikan kaum tani dan menguntungkan pihak lain.

"Saya dan kawan-kawan sebagai petani dan peternak asli tidak tahu ada aksi aksi itu, Lagi pula di Cianjur saya bisa memastikan tidak ada yang diwakili dalam aksi aksi petani, karena tidak tahu apa yang mereka persoalkan," kata Andi di Cianjur, Jumat (15/3).

Menurut Andi, terkait usaha dirinya sebagai peternak, distribusi dan produksi jagung di Kabupaten Cianjur, sejauh ini termasuk yang paling aman dan stabil. Karena itu, kebutuhan yang ada bisa mencukupi stok pakan untuk beberapa bulan ke depan.

"Jagung sebegitu banyak masih dibilang belum berdaulat juga oleh orang yang mewakili petani itu. Sesekali cek ke lapangan dan turun langsung ke kandang kami. Supaya jelas ada tidaknya suplai jagung dan pakan ayam yang dipersoalkan," katanya.

Menurut Andi, kelompok tani dan kelompok peternak yang jumlahnya ratusan ribu yang akan berteriak dulu bila ada kesulitan penjualan jagung atau kesulitan mendapatkan pakan.

Beberapa minggu terakhir ini, banyak sekali kelompok mengatasnamakan petani dan peternak mencari dukungan dari pemangku hajat, sampai melibatkan kalangan akademisi dan pengamat yang berbicara ke publik bahwa peternak petani mengalami kesulitan berusaha dalam beberapa tahun ini. Diklaim Iklim usaha tidak kondusif, akibat banyaknya kebijakan yang tidak pro peternak kecil.

Sebagai pelaku peternak ayam mandiri, Andi menjelaskan untuk harga Jagung di Cianjur termasuk stabil, karena berada di kisaran Rp 4.200 perkilo bulan ini. Harga tersebut, kata Andi, jauh lebih murah ketimbang harga jagung pada tahun-tahun sebelumnya.

"Apalagi sekarang lagi musim panen raya, pasti harga jagung makin turun. Apalagi yang saya tahu sekarang Bulog terjun langsung menyerap jagung petani kita, sehingga makin tambah lancar aja sektor peternakan. Yang jelas harga jagung aman karena menggunakan produksi dalam negeri," katanya. "Saat ini petani jagung sangat puas dan peternak senang", tambahnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Raja Ampat Papua Barat (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 21:00 WIB

Pemkab Raja Ampat Dukung Pengelolaan Destinasi Terapkan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, Provinsi Papua Barat mendorong dua kampung wisata meraih penghargaan "Indonesia Sustainable Tourism Award" atau Pengelolaan destinasi mererapkan prinsip-prisip…

Pantai Air Manis Padang (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 19 Mei 2019 - 18:00 WIB

Icon Kota Padang, Pantai Air Manis Terus Percantik Diri

Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk membenahi objek wisata Pantai Air Manis Padang yang kerap dikenal dengan legenda Malin Kundang.

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

Minggu, 19 Mei 2019 - 16:30 WIB

Tekan Impor Migas, Kemenperin Bakal Dongkrak Produksi Green Fuel

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah berusaha mendongkrak kontribusi industri nonmigas dengan mendorong produksi bahan bakar yang masih ketergantungan pada impor, di antaranya memproduksi…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:40 WIB

Ekspor Produk Manufaktur Masih Tertinggi

Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional.

Industri Tekstil

Minggu, 19 Mei 2019 - 15:01 WIB

Upaya Pemerintah Dongkrak Produktivitas Industri Tekstil dan Pakaian Menuju Lima Besar Dunia

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang tengah diprioritaskan pengembangannya sebagai pionir dalam peta jalan penerapan revolusi industri…