Pulihkan Populasi Harimau Sumatera, KLHK Terima Hibah US$9 Juta

Oleh : Irvan AF | Selasa, 28 Februari 2017 - 08:36 WIB

Kampanye Save Our Tiger di Jakarta. (Jefta Images / Barcroft Images / Barcroft Media via Getty Images)
Kampanye Save Our Tiger di Jakarta. (Jefta Images / Barcroft Images / Barcroft Media via Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Bogor - Pemerintah Indonesia melalui Dirjen KSDEA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memperoleh dana hibah dari Global Envirotment Facility (GEF) senilai USD 9 juta untuk proyek pemulihan populasi Harimau Sumatera.

"Proyek ini untuk pengelolaan kawasan konservasi, Pemerintah Indonesia menggandeng UNDP yang didukung pendanaan hibah GEF senilai USD 9 juta," kata Sekretaris Jenderal KSDAE Heri Subastiandi, dalam rapat awal proyek 'Transforming Effectiveness of Biodiversity Conservation in Sumatran Priority Landscape', di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/2/2017).

Heri menjelaskan, Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan UNDP merancang dan melaksanakan proyek 'Transforming Effectiveness of Biodiversity Conservation in Sumatran Priority Landscape" yang berlangsung selama lima tahun.

Proyek tersebut diimplementasikan di kawasan konservasi yang merupakan lanskap prioritas Sumatera, membentang dari Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Berbak-Semilang dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

"Tujuan proyek ini untuk meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati di lanskap Sumatera melalui teknis terbaik pengelolaan kawasan konservasi dan kawasan non konservasi dengan pemulihan populasi Harimau Sumetara sebagai indikator," katanya.

Ia mengatakan, Harimau Sumater (Panthera tigris sumatrae) salah satu sup-spesian harimau yang tersisa di Indonesia, setelah punahnya Harimau Jawa (P. t. sondaica) tahun 1980 dan Harimau Bali (P. t. balica) tahun 1940an.

Data paling umum digunakan sebagai perkiraan jumlah harimau Sumatera saat ini adalah sekitar 400-500 individu seperti yang dirangkum dalam dokumen Sumatran Tiger Action Plan tahun 1994.

"Pendapat para ahli, saat ini ada 23 kawasan yang tersisa yang masih memiliki harimau di alam, membentang dari utara hingga selatan Pulau Sumatera," katanya.

Namun, lanjut Heri, bila dibandingkan dengan kondisi 10 tahun sebelumnya, bentang akam yang masih dihuni harimau ada di 29 lokasi. Hal ini menjunjukkan adanya penurunan cukup signifikan.

"Sehingga bila tidak dilakukan antisipasi serius, dikhawatirkan Indonesia bisa kehilangan sejumlah jenis harimau di alam," katanya.

Ia mengatakan, selama lebih dua dekade, laju kehilangan luas hutan per tahun di Sumatera mencapai dua persen dari total luas kawasan hutan negara. Tutupan hutan, baik primer maupun skunder telah menyempit dari 25,3 juta hektare di tahun 1985 menjadi 12,8 juta di tahun 2009.

Khusus untuk hutan primer, lanjutnya, diketahui sejumlah 2,9 juta hektare telah terbuka pada selang tahun 2000 dan 2012. Kehilangan terbesar beradap pada hitan lahan basah primer sebesar 1,5 juta hektar dan hutan primer dataran rendah sebesar 1,2 juta hektare.

"Proyek ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelolaan kawasan konservasi secara adaptif pada tingkat pusat dan daerah," katanya.

Yang menjadi kendala utama selama ini, lanjutnya, konservasi sumber daya alam di Sumatera adalah lemahnya tata pengelolaan sumber daya alam dan kapasitas pengelolaan kawasan konservasi, buruknya koordinasi lintas sektor, serta tidak memadainya pengelolaan dan pendanaan kawasan konservasi.

"Proyek ini untuk mengatasi kendala-kendala kelembagaan, tata kelola dan pendanaan dalam pengelolaan konservasi keanekaragaman hayati," kata Heri.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dr. Justisiari P. Kusumah, S.H., M.H. – Managing Partner K&K Advocates

Kamis, 23 September 2021 - 21:30 WIB

Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia

Kehadiran Platform Intermediary/Platform Perantara sebagai akses informasi dan pengetahuan masih terus menjadi perbincangan dalam aspek tanggungjawab dan kewajiban hukum. Kemudahan konvergensi…

Merger BGR ke dalam PPI sesuai amanah Presiden yang telah diturunkan melalui PP Nomor 97 tahun 2021.

Kamis, 23 September 2021 - 21:29 WIB

Calon Holding Pangan Dukung Penuh Proses Penggabungan BGR ke dalam PPI

akarta-Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) / RNI, Arief Prasetyo Adi, sambangi Kantor Pusat PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) / PPI guna memberikan dukungan…

PT Link Net Tbk (LINK) (Foto DokIndustry.co.id)

Kamis, 23 September 2021 - 21:01 WIB

Curhat Pelanggan Direspon Cepat, Link Net Dianugerahi Penghargaan Indonesia Customer Service Champions

Jakarta– Dalam mewujudkan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan, PT Link Net Tbk dengan brand First Media terus melakukan berbagai upaya dan optimalisasi layanan,…

Produk Mie BonCabe level 30 Rasa Ramen Pedas yang diluncurkan PT Kobe Boga Utama, Kamis (23/09/2021), di Tangerang, Provinsi Banten. (Foto: Humas PT Kobe Boga Utama)

Kamis, 23 September 2021 - 20:59 WIB

Kobe Boga Utama Luncurkan Mie BonCabe Level 30 Rasa Ramen Pedas

PT Kobe Boga Utama meluncurkan produk baru Mie BonCabe level 30 rasa Ramen Pedas pada acara Live Event “Ngeramen BonCabe” pada Kamis (23/09/2021). Acara tersebut dimeriahkan oleh para komika,…

Jalin Kerja Sama, Kemenag dan Perpusnas Luncurkan Portal Web Kepustakaan Keagamaan

Kamis, 23 September 2021 - 20:46 WIB

Pemulihan Pembelajaran di Madrasah Mengandalkan Buku Teks

Jakarta-Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI meluncurkan portal web Kepustakaan Keagamaan.