INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun terkahir mencapai 25,68 persen. Menurut catatan The World Travel & Tourism Council (WTTC), pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia menjadi yang tercepat ke-9 di dunia, nomor 3 di Asia, dan nomor 1 di Asia Tenggara.
Hal ini membuat para investor mancanegara dan dalam negeri tertarik untuk berinvestasi di sektor pariwisata di Indonesia.
"Hingga kuratal I tahun 2018 ini, realisasi investasi pariwisata sudah mencapai 21,67 persen atau USD 433,5 juta dari target sebesar USD 2 miliar," Kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat Jumpa Pers Akhir Tahun di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta (20/12/2018).
Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), tambah Menpar, Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan (Korsel) masih menjadi Top-3 dengan jenis usaha di bidang hotel berbintang, akomodasi jangka pendek, serta restaurant. Sedangkan lokasi tujuan investasi terkonsentrasi di destinasi Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.
"Hal ini sesuai dengan peran ketiga destinasi ini sebagai pintu masuk utama wisman atau greater," ungkapnya.
Sementara utnuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), lanjut Menpar AY, mereka lebih banyak berinvestasi pada usaha hotel bintang, taman rekreasi tematik, dan daya tarik wisata buatan manusia. Adapun sebaran lokasi investasi terpusat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
"Hal ini sesuai dengan sumber dan tujuan wisata bagi wisatawan domestik di Tanah Air," tutup Menpar.