Komplotan Penjual Cula Badak Sumatera Berhasil Diringkus di Lampung

Oleh : Ridwan | Rabu, 28 November 2018 - 14:20 WIB

Komplotan Penjual Cula Badam Sumatera berhasil Diringkus
Komplotan Penjual Cula Badam Sumatera berhasil Diringkus

INDUSTRY.co.id - Lampung, Tim reaksi cepat (TRC) Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) dan Polda Lampung, Senin (26/11/18) sekitar pukul 15.00 WIB membongkar penjualan cula Badak Sumatera di Hotel Sempana Lima Krui, Lampung Barat.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas menahan 6 (Enam) tersangka. Mereka terdiri dari M pembawa barang sekaligus pemasaran, S teman dari DM, AS anak DM, N petugas cleaning service salah satu bank pemerintah, AK sebagai calo, dan M oknum TNI Bengkulu Selatan. 

Diindikasi ini adalah dampak dari kejadian tahun 2014 terjadi dua atasan oknum tersebut juga diduga sebagai pelindung pembakaran pos-pos keamanan diarea TNBBS yang sudah berkali-kali dilaporkan tapi tidak mendapat respon dan baru dua (2) tahun kemudian  diproses bahkan mereka saat itu mendapat kenaikan pangkat , inilah yang  disebut guru kencing berdiri murid kencing berlari, hampir dapat dipastikan kejadian seperti ini tidak akan berhenti apabila kepada pelaku tidak diberikan sanksi hukum yang berat .

Menurut petugas, kasus perdagangan cula badak terbongkar setelah ada informasi dari masyarakat bahwa akan adanya transaksi. Berbekal informasi ini TRC BBTNBBS dan Polda Lampung membentuk tim dan melakukan penyelidikan.

Dari penyelidikan awal, petugas melakukan sasaran terhadap DM dengan menyamar sebagai pembeli barang. Setelah terjadi komunikiasi, DM mengatur pertemuan transaksi di hotel yang telah ditetapkan.

“Saat barang bukti diperlihatkan, bentuknya benar cula badak, lalu ke 6 orang tersangka yang ada dilokasi tersebut langsung diamankan oleh Tim Gabungan dan digiring ke Polres Tanggamus, sedangkan oknum TNI yang terlibat, diserahkan ke Korem Gatam untuk menjalani proses lebih lanjut,” kata Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombespol Subakti.

Saat petugas mengidentifikasi cula badak, beratnya mencapai 200 gram dan diameter cula badak sepanjang 28 centimeter. Kuat dugaan, bahwa tersangka ini merupakan pemain lama. Ini terlihat dari cara kerja yang cukup rapi dan melibatkan oknum TNI.

Untuk mendalami peran masing-masing, petugas akan membawa cula badak ke laboratorium, serta melakukan pendalaman dan pengembangan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyaksikan traktor

Sabtu, 25 Januari 2020 - 14:57 WIB

Mentan Syahrul Ingin Tingkatkan Usaha Tani Menjadi Skala Bisnis

Pengalaman selama ini menunjukkan sektor pertanian mampu bertahan dalam kondisi pelambatan perekonomian Indonesia maupun dunia. bahkan sektor pertanian mampu menciptakan pertumbuhan positif…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Sabtu, 25 Januari 2020 - 13:30 WIB

Di WEF 2020, Menperin Usung Kolaborasi Bangun Daya Saing Manufaktur

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengajak para pemangku kepentingan global yang hadir dalam World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss untuk berkolaborasi membangun daya…

Presiden Jokowi(Foto Setkab)

Sabtu, 25 Januari 2020 - 12:00 WIB

Presiden Jokowi: Berharap Agar Nasyarakat Indonesia Semakin Sejahtera

Warga Tionghoa hari ini Sabtu 25 Januari 2020 merayakan Tahun Baru Imlek 2571. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Indonesia yang merayakan.

Kebun Jagung (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 25 Januari 2020 - 10:44 WIB

Stock dan Pasokan Jagung Jatim Cukup Aman

Ketersediaan jagung di Provinsi Jawa Timur diinformasikan masih aman. Perkembangan informasi ketersediaan jagung di Jawa Timur untuk musim tanam tahun 2020 mencapai 18.683 ha. Angka ini berdasarkan…

Implementasikan ISO 37001:2016, Wujudkan Krakatau Steel Bersih

Sabtu, 25 Januari 2020 - 09:00 WIB

Implementasikan ISO 37001:2016, Wujudkan Krakatau Steel Bersih

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melakukan pembenahan dalam aspek Good Corporate Governance dan mendorong implementasinya Krakatau Steel memulai langkahnya untuk menerapkan standar internasional…