INDUSTRY.co.id - Jakarta- Tenggara Barat sepanjang bulan Agustus lalu mungkin telah mereda, namun Jum’at lalu, gempa berkekuatan 7,7 SR kembali menimpa Kota Palu dan Kota Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dua kejadian ini menjadi perhatian nasional dan meninggalkan dampak kerusakan yang sangat mengkhawatirkan.

Advertisement

Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 17 Agustus 2018 pukul 17.00 WIB, gempa Lombok tercatat 729 gempa susulan telah terjadi sejak gempa besar pertama pada 5 Agustus 2018 dan menewaskan lebih dari 483 Jiwa, 1.054 luka-luka, 81.813 rumah rusak dengan total jumlah terdampak dan pengungsi sebanyak 431.416 Jiwa, sedangkan gempa yang terjadi di Palu dan Donggala per minggu, 30 September 2018 mencatatkan 832 korban jiwa untuk sementara waktu.

Kedua kejadian ini juga menjadi perhatian segenap manajemen dan karyawan PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) dan sebagai wujud kepedulian kepada para korban gempa Lombok, segenap manajemen dan karyawan PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) memberikan bantuan dana senilai Rp 50.000.000,- yang disalurkan melalui Asosiasi

Advertisement

Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Denpasar pada Kamis, 27 September 2018 lalu oleh DINA ISANA selaku Kepala Kantor Pemasaran Sompo Insurance Denpasar kepada ANDREAS NUGROHO selaku Bendahara Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bali di Kantor Cabang AAUI Denpasar, Bali. Sedangkan wujud kepedulian untuk korban gempa Kota Palu dan Donggala masih berproses.

 Diah Safiati Murwani, Head of Human Resources Department Sompo Insurance menjelaskan, “Dana bantuan yang diberikan kepada korban gempa Lombok merupakan wujud kepedulian manajemen dan para karyawan Sompo Insurance yang selaras dengan filosofi manajemen kami untuk selalu berusaha menyediakan perlindungan, kesehatan dan kesejahteraan bagisetiap individu sebagaimana yang dibutuhkan pula oleh para korban”.

Advertisement

Ia melanjutkan, “Kami juga berharap wujud kepedulian kami dapat membantu mencukupi kebutuhan para korban selama berada di area pengungsian dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana yang akan disalurkan pada 13 Oktober 2018 mendatang”.

Berdasarkan simulasi Maipark Catastrophe Modelling yang dirilis pada 20 Agustus 2018 lalu, estimasi kerugian ekonomi (kerusakan rumah tinggal) akibat gempa Lombok diperkirakan mencapai Rp 300-700 Milyar. Sejak gempa besar terjadi pada 5 Agustus 2018, Sompo Insurance sendiri telah menerima 21 pengajuan klaim terkait gempa Lombok dengan estimasi  share  kerugian yang ditanggung Sompo Insurance mencapai USD 1,158,318 dan Rp. 650,196,050.

Advertisement

Total klaim bruto untuk produk Asuransi Harta Benda Sompo Insurance juga mengalami kenaikan yang signifikan dimana pada Juni 2018 total klaim bruto yang dibayarkan yakni sebesar Rp 52 Milyar melonjak pesat hingga Rp 75 Milyar pada Agustus 2018, sedangkan laporan kerugian untuk gempa Palu dan Donggala masih belum dapat dipastikan.