INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru tidak hanya diarahkan pada penyelesaian infrastruktur pembangkit. PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE) juga menjalankan berbagai program pengelolaan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan di kawasan Batangtoru.
Sejumlah kegiatan dilakukan seiring berlangsungnya pembangunan, mulai dari revegetasi, pemantauan lingkungan dan keanekaragaman hayati, hingga pembangunan jembatan arboreal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlangsungan ekosistem sekaligus menciptakan keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kondisi lingkungan di sekitar kawasan.
Manager Lingkungan dan Biodiversitas PT NSHE, Iqbal Nizar, mengatakan Ekosistem Batangtoru memiliki nilai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.
Kondisi tersebut, menurut Iqbal menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pelaksanaan pembangunan PLTA Batangtoru.
“Ekosistem Batangtoru merupakan kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Bagi PT NSHE, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus potensi yang besar,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, tantangan utama adalah memastikan pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Di sisi lain, keberadaan proyek juga dapat menjadi peluang untuk memperkuat pengelolaan dan pelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
“Kami memilih untuk berfokus pada potensi tersebut melalui berbagai upaya pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan secara konsisten,” katanya.
Pengelolaan lingkungan tersebut terus berjalan mengikuti perkembangan pembangunan PLTA Batangtoru. Dengan pendekatan itu, proses konstruksi tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga dibarengi dengan langkah-langkah untuk mempertahankan kondisi lingkungan agar tetap terjaga.
PT NSHE juga melibatkan masyarakat sekitar dan berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program pengelolaan lingkungan.
Kolaborasi dilakukan melalui sejumlah kegiatan yang mendorong keterlibatan bersama dalam menjaga kelestarian kawasan Batangtoru.
Iqbal mengatakan kerja sama tersebut melibatkan pemerintah, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), perguruan tinggi, organisasi konservasi, masyarakat, serta berbagai mitra lainnya.
“PT NSHE terus membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), perguruan tinggi, organisasi konservasi, masyarakat, serta mitra lainnya,” jelas Iqbal.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, antara lain pemantauan keanekaragaman hayati, konservasi habitat, edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan program yang mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Melalui pendekatan kolaboratif ini, kami berharap upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem maupun masyarakat di sekitar Batangtoru,” ujarnya.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan di kawasan Batangtoru tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan.
Sinergi antara perusahaan, pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, masyarakat, dan mitra lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan.
Bagi PT NSHE, pembangunan PLTA Batangtoru dan pengelolaan lingkungan merupakan dua proses yang berjalan beriringan. Berbagai program yang dilakukan di sekitar kawasan proyek diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur, kelestarian lingkungan, dan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, PT NSHE berharap keberadaan PLTA Batangtoru tidak hanya mendukung penyediaan energi baru terbarukan, tetapi juga turut berkontribusi terhadap upaya menjaga kawasan Batangtoru dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.