INDUSTRY.co.id - SHENZHEN - Global Low-Carbon Industry Forum 2026 berlangsung di Shenzhen dengan tema "Making the Most of Every Ray, Powering the Unpowered". Forum ini diadakan oleh Global Solar Council, China Energy Research Society, World Alliance for Low Carbon Cities, Tsinghua Shenzhen International Graduate School, dan Huawei Digital Power.

Forum mempertemukan pemimpin industri, akademisi, dan operator jaringan listrik untuk membahas cara menutup kesenjangan akses listrik global melalui teknologi grid-forming dan AI.

Hou Jinlong, Director of the Board Huawei sekaligus President Huawei Digital Power, mengatakan dekarbonisasi, elektrifikasi, digitalisasi, dan teknologi cerdas menjadi tren jangka panjang transisi energi. Namun setiap wilayah memiliki tantangan berbeda: wilayah dengan penetrasi energi terbarukan tinggi perlu menjaga keamanan sistem, negara berkembang perlu menekan biaya, sementara wilayah kurang berkembang perlu memperluas akses secara inklusif.

Integrasi grid-forming dan AI menawarkan solusi baru yang dapat direplikasi untuk mendukung transisi energi. Huawei berkomitmen mendorong visi "grid forming everywhere and AI for everywhere".

Wang Xiongfei, IEEE Fellow dan Professor di Tsinghua University, mengusulkan konsep _chip-to-grid_ untuk pusat data AI berskala GW agar mampu menjadi beban yang ramah jaringan dan tetap beroperasi saat gangguan.

Patrick Clerens, Secretary-General Energy Storage Europe, menjelaskan lonjakan energi terbarukan menyebabkan inersia sistem menurun sehingga kemampuan grid-forming menjadi kebutuhan penting. Eropa mulai melelang kemampuan tersebut dan membuka model bisnis baru.

Dr. Liu Yunfeng, Chief Scientist Huawei Digital Power, mengatakan sistem tenaga listrik tengah beralih dari sistem elektromagnetik-mekanis menjadi sistem terprogram berbasis silikon. FusionSolar Agent dengan arsitektur AI empat lapis mendefinisikan ulang pengelolaan pembangkit secara cerdas.

Proyek Terbesar Dunia Jadi Bukti Nyata

Pouya Mostashar dari Fraunhofer IWES memaparkan hasil pengujian grid-forming tingkat megawatt pertama di Eropa bersama Huawei yang mengikuti pedoman VDE FNN Jerman dengan hasil sangat baik.

Antonio M. Abuel Jr. dari Terra Solar Philippines Inc. memperkenalkan MTerra Solar, proyek integrasi PV dan penyimpanan energi terbesar di dunia dengan kapasitas PV 3,5 GW dan BESS 4,5 GWh. Tahap 1 (2,5 GWp dan 3,3 GWh) telah beroperasi komersial sejak 26 Agustus 2026, memasok listrik bersih untuk 2,4 juta rumah tangga dan mengurangi emisi 4,3 juta ton per tahun.

Forum ditutup dengan peluncuran Global Joint Initiative on Grid Forming & AI untuk mempercepat standardisasi dan penerapan teknologi demi listrik hijau, stabil, dan terjangkau bagi semua.