INDUSTRY.co.id - SHANGHAI - Shanghai Electric membukukan ekspor pertama turbin gas heavy-duty ke luar negeri melalui kontrak Unit 3 Proyek Pembangkit Listrik Siklus Gabungan Gas Turbin atau Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) Sarawak Samalaju di Malaysia.

Kemenangan kontrak ini menjadi pengakuan global atas kapabilitas teknologi Shanghai Electric sekaligus memperkuat posisinya di pasar turbin gas internasional.

Dalam proyek tersebut, Shanghai Electric bertindak sebagai kontraktor EPC turnkey untuk pembangkit listrik berbahan bakar gas. Cakupannya termasuk penandatanganan Long Term Service Agreement (LTSA) selama 25 tahun untuk seluruh peralatan utama.

Perusahaan akan memproduksi sendiri seluruh komponen inti, mulai dari turbin gas, turbin uap, generator, heat recovery steam generator, hingga sistem pendingin udara. Shanghai Electric juga menjadi satu-satunya penyedia layanan pemeliharaan jangka panjang dalam proyek ini.

Model integrasi dari hulu ke hilir ini mencakup keseluruhan siklus hidup proyek, dari manufaktur dan integrasi sistem hingga dukungan operasional selama puluhan tahun. Hal ini menempatkan Shanghai Electric setara dengan pemain global terkemuka di segmen turbin gas heavy-duty.

Saat ini lini produk turbin gas heavy-duty Shanghai Electric terdiri dari dua model utama berkapasitas 300 MW dan 78 MW. Hingga kini perusahaan telah memasok 103 unit dengan total kapasitas terpasang lebih dari 21.000 MW. Unit dalam program layanan jangka panjang telah beroperasi lebih dari 1,3 juta jam.

Dengan kapasitas produksi yang kuat, Shanghai Electric siap memasok unit baru mulai 2028. Selain pengembang di Malaysia, pengembang proyek di Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam juga telah menyatakan minat terhadap produk Shanghai Electric.