INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Memasuki usia ke-51 tahun, Polytron tidak sekadar merayakan perjalanan panjang sebagai produsen elektronik nasional. Perusahaan asal Kudus, Jawa Tengah, tersebut menggunakan momentum ulang tahun untuk menunjukkan transformasi bisnis, memperkuat kedekatan dengan konsumen, sekaligus mendorong pengembangan teknologi lokal.

Rangkaian perayaan tersebut dikemas melalui Polytron Fest 51st Anniversary yang berlangsung pada 19–20 September 2026 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Festival ini menjadi titik temu antara produk, teknologi, olahraga, hiburan, komunitas hingga kegiatan sosial.

Memasuki hari kedua pada Minggu (20/9/2026), kemeriahan Polytron Fest berlanjut dengan beragam kegiatan yang menyasar konsumen dan komunitas. Sejumlah aktivitas yang dihadirkan antara lain Fun Run 5K, Fun Walk termasuk kategori bersama hewan peliharaan, Compact Hybrid Race, kompetisi basket 3-on-3, Zumba, kompetisi tari, festival kuliner, bazar hingga pertunjukan musik.

Tidak hanya menghadirkan hiburan, Polytron juga membawa langsung portofolio produknya kepada masyarakat. Area product showcase menampilkan berbagai produk elektronik sekaligus lini kendaraan listrik yang kini menjadi bagian penting dari ekspansi bisnis perusahaan.

Di sektor kendaraan listrik, pengunjung dapat melihat sekaligus mencoba sejumlah produk seperti motor listrik Fox 200 dan Fox 350 serta mobil listrik G3+. Polytron juga menawarkan berbagai program penjualan selama festival, termasuk subsidi hingga Rp6,5 juta untuk sejumlah model motor listrik serta skema buy back guarantee hingga 70% untuk kendaraan roda empat.

General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan perayaan tahun ini membawa pesan “Bangga Terus Melangkah”. Menurut dia, tema tersebut lahir dari kondisi masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan dan perubahan.

“Tidak penting langkah besar atau langkah kecil, yang penting melangkah. Karena semangat itu paling penting. Kalau ada harapan, kita bisa maju,” ujar Diantika.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan Polytron melalui kampanye “Bangga Terus Melangkah” yang menggandeng MALIQ & D’Essentials. Kolaborasi tersebut dituangkan dalam proyek video musik yang membawa cerita mengenai perjalanan, konsistensi dan kemampuan untuk tetap relevan menghadapi perubahan.

Diantika menyebut pemilihan MALIQ & D’Essentials memiliki benang merah dengan perjalanan Polytron yang telah melewati lebih dari lima dekade.

“Kolaborasi ini dipilih karena kedua pihak memiliki benang merah berupa perjalanan panjang, kemampuan menjaga eksistensi, terus relevan, serta menginspirasi lintas generasi,” katanya.

Perayaan ulang tahun ke-51 juga dimanfaatkan Polytron untuk memperluas dampak sosial. Bersama Kitabisa, perusahaan menjalankan gerakan “5.100 Langkah Baik”. Melalui program ini, setiap partisipasi berupa repost materi kampanye dikonversikan menjadi donasi Rp51.000 untuk mendukung pendidikan dan pemberdayaan UMKM.

Polytron menargetkan 5.100 langkah baik dari masyarakat. Program tersebut juga melibatkan lima figur dengan latar belakang berbeda, yakni Nex Carlos, Galih Sulistyaningra, Nikolaus Joaquin, Bijaksana Junerosano dan Nucha Bahri.

Jika kampanye sosial menjadi salah satu sisi perayaan, inovasi produk menjadi sisi lain yang cukup menonjol. Polytron memperkenalkan AC Neuva Pro dengan fitur Voice Sense, teknologi yang memungkinkan pengguna mengoperasikan AC menggunakan perintah suara tanpa membutuhkan koneksi internet.

Perintah seperti “Hai Polytron”, “Nyalakan AC”, maupun “Suhu Nyaman” dapat diproses langsung oleh perangkat. Pengembangan fitur tersebut menunjukkan arah Polytron yang tidak lagi hanya mengandalkan produk elektronik konvensional, tetapi mulai mengintegrasikan teknologi ke dalam pengalaman penggunaan sehari-hari.

Transformasi tersebut terlihat semakin jelas dari perkembangan portofolio perusahaan. Berawal dari produk televisi, Polytron kini memiliki berbagai kategori elektronik rumah tangga dan perangkat teknologi, termasuk AC, oven listrik, dispenser, laptop dan monitor. Perusahaan juga masuk ke kendaraan listrik roda dua dan roda empat.

Di bisnis kendaraan listrik roda dua, Polytron menyebut penjualan motornya telah mendekati 70.000 unit. Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengatakan penjualan tersebut berasal dari konsumen ritel maupun segmen korporasi.

“Penjualan motor listrik Polytron sampai saat ini sudah hampir 70.000. Selain masyarakat retail, individu, ada juga business to business,” kata Ilman.

Segmen korporasi juga menjadi salah satu pasar yang mulai digarap serius. Rentokil, misalnya, telah menggunakan sekitar 325 unit motor listrik Polytron untuk mendukung operasionalnya. Sementara PLN disebut menggunakan sekitar 600 unit motor listrik Polytron untuk aktivitas operasional di sejumlah wilayah.

Human Resources Director Rentokil, Budi Santoso, mengatakan aspek layanan purnajual menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam memilih kendaraan listrik untuk operasional.

“Yang paling penting juga after sales service. Ini memberikan peace of mind bagi kami. Kalau sekadar electric vehicle tetapi nantinya susah untuk servis dan sebagainya, itu juga merepotkan,” ujar Budi.

Bagi Polytron, masuknya kendaraan listrik menjadi bagian dari transformasi bisnis yang lebih besar. Setelah mengembangkan motor listrik, perusahaan memperluas portofolionya ke mobil listrik melalui Polytron G3 dan G3+, sekaligus membawa skema kepemilikan seperti Battery as a Service dan program buy back untuk memperluas pilihan konsumen.

Strategi tersebut berjalan beriringan dengan pendekatan 3I yang diterapkan perusahaan, yakni Invention, Innovation dan Improvement. Diantika mengatakan pendekatan tersebut digunakan untuk menjaga agar produk Polytron tetap relevan di tengah perubahan kebutuhan konsumen.

“Dengan strategi 3I, kami membuat produk Polytron tetap relevan melewati berbagai generasi,” ujar Diantika.

Dengan demikian, Polytron Fest 51 tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun perusahaan. Gelaran selama dua hari di GBK tersebut menjadi panggung yang memperlihatkan arah Polytron setelah melewati lebih dari lima dekade: mempertahankan bisnis elektronik, memperluas ekosistem teknologi, masuk lebih dalam ke kendaraan listrik, sekaligus membangun hubungan dengan konsumen melalui aktivitas komunitas dan program sosial.

Di usia 51 tahun, Polytron mencoba menempatkan perjalanan perusahaan dan konsumennya dalam satu narasi yang sama—terus bergerak, beradaptasi dan melangkah menghadapi perubahan. Seperti pesan yang diusung dalam kampanye tahun ini, bukan semata soal seberapa besar langkah yang diambil, tetapi bagaimana langkah tersebut terus dijalankan.