INDUSTRY.co.id - JAKARTA, PT Pamerindo Indonesia menargetkan lebih dari 70.000 pengunjung dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 yang berlangsung selama empat hari, 9–12 September 2026. Pameran yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, tersebut diikuti peserta dari 34 negara dan kawasan.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan respons pengunjung sejak hari pertama hingga hari ketiga menunjukkan perkembangan positif. 

Antusiasme tersebut, menurutnya, sekaligus memperlihatkan posisi IEE Series sebagai salah satu ruang pertemuan bagi pelaku industri untuk membangun koneksi bisnis.

"Jumlah pengunjung sejak hari pertama hingga hari ketiga sudah menunjukkan respons yang positif di tengah antusiasme pengunjung selama pameran. IEE Series masih menjadi wadah bagi pelaku industri untuk bertemu dan membangun koneksi bisnis," kata Hanung saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Bagi Pamerindo, jumlah pengunjung bukan satu-satunya indikator keberhasilan penyelenggaraan pameran. Aktivitas bisnis yang tercipta selama dan setelah pameran juga menjadi perhatian, meskipun transaksi dalam pameran business-to-business (B2B) tidak selalu dapat dicatat secara langsung.

Hanung menjelaskan, pendataan transaksi B2B umumnya baru dapat dilakukan setelah pameran berakhir. Namun, berdasarkan penyelenggaraan sebelumnya, nilai transaksi yang tercatat berada di kisaran Rp1,3 triliun hingga Rp1,4 triliun.

"Pencatatan transaksi pada pameran dengan model business-to-business (B2B) tidak mudah dilakukan secara langsung, karena pendataan baru dilakukan setelah acara selesai. Tapi yang terjadi di tahun kemarin tercatat Rp1,3 hingga Rp1,4 triliun," ujarnya.

Perluas Ruang Pertemuan Industri 

Penyelenggaraan IEE Series 2026 juga ditandai dengan peningkatan skala pameran. Pamerindo menyebut persiapan dilakukan sejak satu tahun sebelumnya untuk mengantisipasi pertumbuhan peserta yang mencapai sekitar 10 persen.

Jumlah exhibitor tahun ini mencapai sekitar 1.700 perusahaan. Jika digabungkan dengan peserta yang mengikuti Energy Week pada pekan sebelumnya, totalnya bahkan menembus lebih dari 2.000 exhibitor.

"Kami mempersiapkan pameran ini satu tahun sebelumnya, karena terdapat pertumbuhan sebesar 10 persen atau sekitar 1.700 exhibitor yang jika digabungkan dengan peserta pada Energy Week di pekan sebelumnya, jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 exhibitor," kata Hanung.

Perluasan tersebut turut tercermin dari penggunaan hall baru di JIExpo Kemayoran untuk pertama kalinya. Total area pameran tahun ini mencapai lebih dari 88.000 meter persegi.

Menurut Hanung, perluasan area tersebut merupakan bagian dari upaya memperbesar ruang interaksi antara pelaku industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Dan penyelenggaraan tahun ini juga menandai pemanfaatan pertama hall baru JIExpo Kemayoran, dengan total area pameran lebih dari 88.000 meter persegi yang menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pertemuan antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya," ujarnya.

Satukan Delapan Sektor Industri

IEE Series 2026 tidak hanya menghadirkan peningkatan jumlah exhibitor dan luas area pameran. Platform ini juga memperluas cakupan sektor industri yang dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan.

Engineering Week 2026 kini mencakup delapan sektor industri, termasuk Indonesia Water Forum (IWF), ADEXCO, serta The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026.

Penyatuan delapan sektor tersebut diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara energi, material, infrastruktur, utilitas, teknologi, dan ketahanan. Dengan pendekatan lintas sektor itu, IEE Series berupaya menempatkan transformasi industri tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga keberlanjutan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Konsep tersebut sejalan dengan tema utama "Sustainability for Industrial Transformation" yang menempatkan efisiensi, inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab sebagai bagian penting dalam memperkuat daya saing industri Indonesia.

40 Persen Peserta Berasal dari Perusahaan Internasional

Dimensi internasional juga menjadi salah satu kekuatan IEE Series 2026\. Hanung menyebut sekitar 40 persen peserta berasal dari perusahaan internasional.

Perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya membawa produk dan teknologi yang telah berkembang di pasar global, tetapi juga memperkenalkan sejumlah produk yang sebelumnya belum masuk ke pasar Indonesia.

"Sekitar 40 persen peserta IEE Series berasal dari perusahaan internasional. Mereka membawa berbagai produk baru yang sebelumnya belum pernah masuk ke Indonesia untuk diperkenalkan kepada pelaku industri dan calon pembeli," kata Hanung.

Menurut dia, kehadiran perusahaan internasional membuka peluang yang lebih luas daripada sekadar transaksi antara penjual dan pembeli. Pertemuan bisnis yang berlangsung dalam pameran juga berpotensi berkembang menjadi kerja sama dan investasi jangka panjang di Indonesia.

"Keberadaan perusahaan internasional tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempertemukan produk dengan pembeli, tetapi dapat membuka peluang lebih jauh bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk menanamkan investasi di Indonesia," ujarnya.

Hanung berharap keberadaan IEE Series dapat terus menjadi titik temu antara pelaku industri, pembeli, dan perusahaan internasional sehingga memberikan dampak yang lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan adanya IEE Series, menjadi sarana pertemuan antara pelaku industri dan pembeli sehingga menciptakan banyak pertumbuhan ekonomi di Indonesia," pungkasnya.