- Amerika Serikat menempati posisi pertama dengan 165 gunung api Holosen, sebagian besar berlokasi di Alaska, Aleutian, dan Hawaii.
- Indonesia berada di peringkat keempat dunia dengan 101 gunung api Holosen, tetapi paling aktif secara historis dengan 71 gunung api erupsi sejak 1800 CE.
- Data terbaru dari Global Volcanism Program (GVP) Smithsonian Institution per 19 September 2025 mencatat sekitar 1.350 gunung api Holosen di 78 negara.
- Top 10 kini mencakup Ecuador dan Islandia, menggantikan Filipina dan Selandia Baru.
Gunung api merupakan salah satu fenomena geologi paling dahsyat di Bumi. Letusan gunung api mampu mengubah lanskap, mempengaruhi iklim global, hingga memicu bencana alam berskala besar. Namun, tidak semua negara memiliki jumlah gunung api yang sama. Beberapa negara yang terletak di sepanjang Ring of Fire (Cincin Api Pasifik) justru memiliki ratusan gunung api aktif.
Berikut daftar 10 negara dengan gunung api terbanyak di dunia berdasarkan data Global Volcanism Program (GVP) dari Smithsonian Institution, diperbarui per 19 September 2025. Data ini mencakup gunung api Holosen, yaitu gunung api yang memiliki bukti erupsi dalam 12.000 tahun terakhir.
Daftar Isi
| Peringkat | Negara | Gunung Api Holosen | Erupsi sejak 1800 | Erupsi sejak 1960 |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Amerika Serikat | 165 | 63 | 39 |
| 2 | Jepang | 118 | 62 | 40 |
| 3 | Rusia | 107 | 49 | 27 |
| 4 | Indonesia | 101 | 71 | 55 |
| 5 | Chili | 90 | 35 | 19 |
| 6 | Etiopia | 50 | 9 | 5 |
| 7 | Papua Nugini | 39 | 20 | 13 |
| 8 | Ekuador | 36 | 18 | 12 |
| 9 | Meksiko | 35 | 9 | 5 |
| 10 | Islandia | 35 | 14 | 10 |
Sumber: Smithsonian Global Volcanism Program (GVP), data per 19 September 2025
1. Amerika Serikat — 165 Gunung Api
Amerika Serikat menempati posisi pertama sebagai negara dengan gunung api terbanyak di dunia. Dari total 165 gunung api Holosen, sebagian besar berlokasi di Alaska dan gugusan Kepulauan Aleutian yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik. Alaska sendiri memiliki lebih dari 130 gunung api aktif, termasuk Gunung Redoubt dan Gunung Pavlof yang sering mengalami erupsi.
Selain Alaska, negara bagian Hawaii juga terkenal dengan aktivitas vulkaniknya. Gunung Kilauea di Hawaii merupakan salah satu gunung api paling aktif di dunia, dengan erupsi yang berlangsung hampir terus-menerus sejak 1983. Sementara itu, di wilayah Cascades (Washington, Oregon, California), terdapat gunung api berbahaya seperti Gunung St. Helens yang meletus dahsyat pada 1980 dan Gunung Rainier yang dipantau ketat karena potensi bahayanya.
Dari 165 gunung api Holosen, 63 di antaranya tercatat erupsi sejak 1800 CE, dan 39 masih aktif sejak 1960. Saat ini, Kilauea dan Great Sitkin termasuk dalam daftar gunung api yang sedang erupsi berkelanjutan.
2. Jepang — 118 Gunung Api
Jepang berada di peringkat kedua dengan 118 gunung api Holosen. Negara ini terletak di pertemuan empat lempeng tektonik (Pasifik, Filipina, Eurasia, dan Amerika Utara), sehingga memiliki aktivitas seismik dan vulkanik yang sangat tinggi.
Gunung Fuji (Fuji-san), ikon Jepang setinggi 3.776 meter, sebenarnya adalah gunung api aktif yang terakhir meletus pada tahun 1707. Selain Fuji, gunung api aktif lainnya yang terkenal antara lain Gunung Sakurajima di Kagoshima yang hampir setiap hari mengeluarkan abu vulkanik, serta Gunung Asama dan Gunung Aso. Saat ini, Kirishimayama, Aira, dan Suwanosejima termasuk dalam daftar erupsi berkelanjutan GVP.
Sebanyak 62 gunung api Jepang tercatat erupsi sejak 1800, menjadikannya negara ketiga paling aktif secara historis setelah Indonesia dan Amerika Serikat.
3. Rusia — 107 Gunung Api
Rusia menempati posisi ketiga dengan 107 gunung api Holosen. Sebagian besar gunung api Rusia terkonsentrasi di Semenanjung Kamchatka dan Kepulauan Kuril di Timur Jauh Rusia. Wilayah ini merupakan salah satu kawasan vulkanik paling aktif di dunia.
Kamchatka memiliki sekitar 30 gunung api yang masih aktif, termasuk Gunung Klyuchevskaya (4.750 meter) yang merupakan gunung api tertinggi di Eurasia. Sheveluch, Bezymianny, dan Karymsky saat ini termasuk dalam daftar erupsi berkelanjutan GVP. UNESCO menetapkan Volcanoes of Kamchatka sebagai Situs Warisan Dunia karena keindahan dan kepentingan geologisnya.
4. Indonesia — 101 Gunung Api
Indonesia berada di peringkat keempat dunia dengan 101 gunung api Holosen. Meskipun secara total Holosen berada di posisi keempat, Indonesia adalah negara paling aktif secara historis — 71 gunung api tercatat erupsi sejak 1800 CE, dan 55 masih aktif sejak 1960, melampaui semua negara lain di dunia.
Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama (Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik) yang membentuk Cincin Api Pasifik. Jalur vulkanik ini membentang dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Maluku dan Sulawesi. Saat ini, terdapat 8 gunung api Indonesia dalam daftar erupsi berkelanjutan GVP: Raung, Lewotolok, Lewotobi, Marapi, Merapi, Semeru, Ibu, dan Dukono — jumlah terbanyak dari negara manapun.
Beberapa gunung api paling terkenal di Indonesia antara lain:
- Gunung Merapi (Jawa Tengah/DIY) — salah satu gunung api paling aktif dan berbahaya di dunia, terakhir erupsi besar pada 2010 dan 2023.
- Gunung Krakatau (Selat Sunda) — terkenal karena letusan dahsyat 1883 yang terdengar hingga Afrika dan memicu tsunami global.
- Gunung Semeru (Jawa Timur) — puncak tertinggi di Pulau Jawa (3.676 m) dengan aktivitas vulkanik nyaris tanpa henti.
- Gunung Sinabung (Sumatera Utara) — bangun dari tidur 400 tahun pada 2010 dan terus aktif hingga kini.
Pada tahun 2026 saja, tercatat 11 gunung api aktif di Indonesia yang mengalami erupsi, termasuk Anak Krakatau dan Merapi. Badan Geologi Kementerian ESDM terus melakukan monitoring dan mitigasi secara berkelanjutan.
5. Chili — 90 Gunung Api
Chili memiliki 90 gunung api Holosen, menjadikannya negara dengan gunung api terbanyak di Amerika Selatan. Hampir seluruh gunung api Chili terletak di sepanjang Pegunungan Andes, yang terbentuk akibat subduksi Lempeng Nazca di bawah Lempeng Amerika Selatan.
Gunung Ojos del Salado (6.893 meter) di perbatasan Chili-Argentina merupakan gunung api tertinggi di dunia. Gunung Villarrica di selatan Chili adalah salah satu gunung api paling aktif di Amerika Selatan, dengan danau lava yang terlihat dari puncaknya. Sebanyak 35 gunung api Chili erupsi sejak 1800, dan 19 masih aktif sejak 1960.
6. Etiopia — 50 Gunung Api
Etiopia memiliki 50 gunung api Holosen, sebagian besar terkait dengan Great Rift Valley (Rift Valley Afrika Timur) yang membelah negara ini dari utara ke selatan. Wilayah ini merupakan zona divergensi lempeng aktif yang secara perlahan memisahkan Lempeng Somalia dari Lempeng Afrika.
Erta Ale adalah gunung api perisai di Depresi Danakil, Etiopia, yang terkenal memiliki danau lava permanen — salah satu dari hanya segelintir di dunia. Gunung ini saat ini termasuk dalam daftar erupsi berkelanjutan GVP. Gunung Dallol di dekatnya juga menampilkan formasi geothermal yang unik dengan warna-warni mineral yang spektakuler.
7. Papua Nugini — 39 Gunung Api
Papua Nugini memiliki 39 gunung api Holosen, tersebar di daratan utama dan pulau-pulau vulkanik di sekitarnya. Negara ini terletak di pertemuan Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia, menjadikannya salah satu kawasan paling aktif secara seismik dan vulkanik di dunia.
Gunung Ulawun di Pulau Britania Baru dianggap sebagai salah satu gunung api paling berbahaya di dunia. Saat ini, 4 gunung api Papua Nugini termasuk dalam daftar erupsi berkelanjutan GVP: Ulawun, Manam, Langila, dan Bagana. Sebanyak 20 gunung api tercatat erupsi sejak 1800.
8. Ekuador — 36 Gunung Api
Ekuador memiliki 36 gunung api Holosen dan menempati posisi kedelapan dunia. Negara ini terletak di sepanjang Sabuk Vulkanik Andes di Amerika Selatan, dengan gunung api tersebar dari utara hingga selatan negara.
Gunung Cotopaxi (5.897 meter) adalah salah satu gunung api aktif tertinggi di dunia dan berjarak hanya 50 km dari ibu kota Quito. Gunung Sangay dan Gunung Reventador saat ini termasuk dalam daftar erupsi berkelanjutan GVP. Gunung Tungurahua juga terkenal dengan erupsi besar pada 2006 yang memaksa evakuasi ribuan penduduk. Sebanyak 18 gunung api Ekuador tercatat erupsi sejak 1800.
9. Meksiko — 35 Gunung Api
Meksiko memiliki 35 gunung api Holosen, terutama di sepanjang Cordillera Neovolcánica yang membentang dari barat ke timur melintasi negara bagian Jalisco, Colima, Michoacán, Puebla, dan Veracruz.
Gunung Colima (atau Volcán de Fuego de Colima) adalah gunung api paling aktif di Meksiko dengan lebih dari 40 erupsi tercatat sejak 1576. Popocatépetl (5.426 meter) yang berjarak hanya 70 km dari Kota Meksiko menjadi ancaman serius bagi 25 juta penduduk metropolitan dan saat ini termasuk dalam daftar erupsi berkelanjutan GVP. Paricutín di Michoacán terkenal sebagai gunung api yang lahir dari ladang jagung pada tahun 1943.
10. Islandia — 35 Gunung Api
Islandia menutup daftar 10 besar dengan 35 gunung api Holosen, sejajar dengan Meksiko. Negara kepulauan ini terletak di atas Mid-Atlantic Ridge (Punggung Tengah Atlantik), zona divergensi lempeng antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Amerika Utara, sekaligus di atas hotspot vulkanik.
Aktivitas vulkanik Islandia sangat terkenal belakangan ini. Erupsi di Semenanjung Reykjanes yang dimulai pada 2023 berlanjut hingga 2025, dengan lava mengancam kota Grindavík. Gunung Hekla dijuluki “Gerbang Neraka” di era abad pertengahan karena erupsinya yang sering. Gunung Eyjafjallajökull meletus pada 2010 dan memicu gangguan penerbangan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II, membatalkan lebih dari 100.000 penerbangan. Sebanyak 14 gunung api Islandia tercatat erupsi sejak 1800.
Apa Itu Gunung Api Holosen?
Gunung api Holosen adalah gunung api yang memiliki bukti erupsi dalam 12.000 tahun terakhir (masa Holosen). Klasifikasi ini digunakan oleh Global Volcanism Program (GVP) Smithsonian Institution sebagai standar internasional untuk mengidentifikasi gunung api yang dianggap masih aktif secara geologis.
Penting untuk dipahami bahwa jumlah gunung api Holosen tidak sama dengan jumlah gunung api yang aktif saat ini. Dari ratusan gunung api Holosen di suatu negara, hanya sebagian kecil yang benar-benar aktif atau berpotensi meletus dalam waktu dekat. Misalnya, Indonesia memiliki 101 gunung api Holosen menurut GVP, tetapi Badan Geologi Indonesia memantau sekitar 127 gunung api aktif dengan kriteria yang lebih luas.
Mengapa Negara-Negara Ini Memiliki Banyak Gunung Api?
Lokasi gunung api tidak tersebar secara acak di permukaan Bumi. Mayoritas gunung api terkonsentrasi di sepanjang tiga jenis zona tektonik utama:
- Zona Subduksi (Cincin Api Pasifik) — Terbentuk ketika lempeng oseanik menyelam di bawah lempeng lain. Ini menjelaskan mengapa Indonesia, Jepang, Chili, dan Papua Nugini memiliki begitu banyak gunung api.
- Zona Divergensi (Mid-Ocean Ridges & Rift) — Terbentuk ketika lempeng saling menjauh. Islandia berada di Mid-Atlantic Ridge, sementara Etiopia berada di Great Rift Valley Afrika Timur.
- Hotspot — Titik panas dari mantel Bumi yang tidak terkait dengan batas lempeng. Hawaii di Amerika Serikat terbentuk dari mekanisme ini.
Cincin Api Pasifik sendiri membentang sepanjang 40.000 km dan mencakup sekitar 75% gunung api aktif di dunia.
Siapa yang Paling Aktif Secara Historis?
Jika diukur berdasarkan jumlah gunung api yang erupsi dalam sejarah modern (sejak 1800 CE), peringkatnya berbeda:
- Indonesia — 71 gunung api erupsi sejak 1800 (55 sejak 1960)
- Amerika Serikat — 63 gunung api erupsi sejak 1800 (39 sejak 1960)
- Jepang — 62 gunung api erupsi sejak 1800 (40 sejak 1960)
- Rusia — 49 gunung api erupsi sejak 1800 (27 sejak 1960)
- Chili — 35 gunung api erupsi sejak 1800 (19 sejak 1960)
Indonesia memimpin sebagai negara dengan gunung api paling aktif secara historis, meskipun secara total Holosen berada di posisi keempat. Ini karena Indonesia memiliki catatan erupsi yang sangat padat dan sebagian besar gunung apinya berada di kawasan berpenduduk.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berapa jumlah total gunung api aktif di dunia?
Menurut Global Volcanism Program Smithsonian Institution, terdapat sekitar 1.350 gunung api Holosen di seluruh dunia yang tersebar di 78 negara plus Antartika. Pada titik waktu tertentu, biasanya ada 40-50 gunung api yang sedang dalam kondisi erupsi berkelanjutan.
Apa bedanya gunung api aktif, dorman, dan mati?
Aktif = saat ini mengalami erupsi atau memiliki potensi erupsi. Dorman (tidur) = tidak erupsi dalam waktu lama tetapi masih memiliki potensi. Mati (punah) = tidak diperkirakan akan erupsi lagi. Namun, klasifikasi ini tidak baku dan bisa berubah — Gunung Pinatubo dianggap dorman sebelum meletus dahsyat pada 1991.
Mengapa Indonesia memiliki banyak gunung api?
Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Zona subduksi di sepanjang Sumatera, Jawa, hingga Maluku menciptakan jalur vulkanik aktif yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Lebih dari 75% gunung api dunia berada di jalur ini.
Mengapa Islandia masuk 10 besar?
Islandia terletak di atas Mid-Atlantic Ridge (punggung tengah laut Atlantik) sekaligus di atas hotspot vulkanik. Kombinasi divergensi lempeng dan hotspot membuat Islandia memiliki aktivitas vulkanik yang sangat tinggi untuk ukuran negaranya. Erupsi di Semenanjung Reykjanes sejak 2023 menunjukkan betapa aktifnya kawasan ini.
Gunung api mana yang paling berbahaya di dunia?
Beberapa gunung api paling berbahaya antara lain Gunung Vesuvius (Italia) karena dekat dengan kota Naples berpenduduk 3 juta jiwa, Popocatépetl (Meksiko) yang dekat dengan Kota Meksiko, Gunung Merapi (Indonesia) dengan jutaan penduduk di sekitarnya, dan Gunung Rainier (AS) yang berpotensi memicu lahar besar ke arah Seattle-Tacoma.
Apakah gunung api bisa mempengaruhi iklim global?
Ya. Erupsi gunung api besar dapat menyemburkan sulfur dioksida dan abu ke stratosfer, yang membentuk aerosol dan memantulkan sinar matahari. Letusan Gunung Tambora (Indonesia) pada 1815 menyebabkan “Tahun Tanpa Musim Panas” pada 1816. Letusan Pinatubo (1991) menurunkan suhu global sekitar 0,5°C selama 2 tahun.