INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Upaya pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) bersama Lembaga Amil Zakat Al Azhar (LAZ Al Azhar) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa renovasi 11 ruang kelas sekolah serta pembangunan musala di Kabupaten Nagekeo.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses pendidikan bagi lebih dari 200 siswa sekaligus menghadirkan kembali ruang ibadah bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, mengatakan pemulihan pascabencana perlu dilakukan tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga dengan mengembalikan fasilitas dasar yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

“Prudential Syariah turut prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudari kami di Nusa Tenggara Timur. Langkah yang kami lakukan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Sekolah dan musala adalah dua ruang yang menjadi denyut kehidupan sebuah masyarakat, tempat anak-anak kembali belajar dan tempat masyarakat kembali berkumpul,” ujar Vivin.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan nilai ta’awun atau semangat saling tolong-menolong yang menjadi landasan Prudential Syariah dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Inilah wujud nyata dari nilai ta’awun, yaitu saling tolong menolong, yang menjadi landasan kami dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 turut berdampak terhadap layanan dasar masyarakat di Kabupaten Nagekeo.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo mencatat sebanyak 328 sekolah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa masih harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di pos pengungsian maupun rumah warga yang tidak terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas ibadah. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat terdapat 300 unit rumah ibadah yang mengalami kerusakan di wilayah terdampak gempa Flores, termasuk Kabupaten Nagekeo. Akibatnya, aktivitas ibadah dan pertemuan warga terpaksa dilakukan di ruang terbuka maupun tenda darurat.

Pemulihan fasilitas pendidikan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam situasi pascabencana. Kerusakan infrastruktur sekolah yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko anak putus sekolah dan masuk ke dunia kerja pada usia dini. Semakin panjang jeda kegiatan belajar, semakin besar tantangan bagi anak untuk kembali ke sekolah.

Dalam konteks kebencanaan di Indonesia, anak-anak juga menjadi salah satu kelompok yang rentan terdampak. Sekitar 30% korban bencana alam di Indonesia disebut merupakan anak-anak.

Direktur Utama Lembaga Amil Zakat & Wakaf Al Azhar, Ali Subkhan, mengatakan kolaborasi dengan Prudential Syariah merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk mendukung masyarakat selama proses pemulihan pascabencana.

“Komitmen Lembaga Amil Zakat Al Azhar tentunya sejalan dengan Prudential Syariah dalam memberikan dukungan terbaik untuk masyarakat Indonesia. Dukungan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan selama proses pemulihan pasca bencana,” kata Ali.

“Melalui bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban yang diterima masyarakat akibat terdampak bencana,” imbuhnya.

Prudential Syariah menyatakan dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak, dukungan pemulihan juga diarahkan untuk membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari serta membangun kehidupan setelah bencana.

“Bagi Prudential Syariah, perlindungan memiliki makna yang lebih luas dari sekadar memberikan dukungan finansial. Perlindungan juga berarti hadir untuk menjaga kesejahteraan masyarakat, mendukung mereka melalui masa-masa sulit, serta turut membangun masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” ujar Vivin.

“Kami berharap semangat ini dapat terus mendorong langkah-langkah kolaboratif yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia,” tutupnya.