Menperin Terbitkan Peraturan Dorong Pendidikan Vokasi

Oleh : Ridwan | Senin, 13 Februari 2017 - 19:39 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Ridwan/INDUSTRY.co.id)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Ridwan/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Perindustrian bertekad mendorong terciptanya tenaga kerja Indonesia yang terampil sesuai kebutuhan dunia usaha melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Untuk itu, diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 tahun 2017 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Kompetensi yang Link and Match dengan Industri. Permenperin ini berlaku sejak tanggal 27 Januari 2017.

"Peraturan ini akan menjadi pedoman bagi SMK dalam menyelenggarakan pendidikan kejuruan yang link and matchdengan industri. Sedangkan, bagi perusahaan, untuk memfasilitasi pembinaan kepada SMK dalam menghasilkan tenaga kerja industri yang terampil dan kompeten," ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di kantor Kemenperin Jakarta (13/2/2017).

Jumlah tenaga kerja industri manufaktur di Indonesia terus meningkat daritahun ke tahun. Tenaga kerja di tahun 2006 sebanyak 11,89 juta orang meningkat menjadi 15,54 juta orang pada tahun2016, atau dengan rata-rata kenaikan sekitar 400 ribu orang per tahun.

Dengan rata-rata pertumbuhan industri sebesar 5-6 persen per tahun, dibutuhkan lebih dari 500-600 ribu tenagakerja industri baru per tahun.

"Pemerintah telahmenargetkan jumlah tenaga kerja dalam program ini bisa mencapai satu juta orang pada tahun 2019.Oleh karenanya, sebanyak 200 SMK di seluruh Indonesia yang akan kami libatkan," terangnya.

Dalam Permenperin tersebut, dijelaskan peran SMK, antara lain melakukan penyusunan kurikulum yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) atau standar internasional. Upaya ini akan melibatkan pelaku dan asosiasi industri.

Sedangkan, peran industri, di antaranya adalah memberikan masukan untuk penyelarasan kurikulum di SMK, memfasilitasi praktek kerja bagi siswa SMK dan magang bagi guru sesuai dengan program keahlian, menyediakan instruktur sebagai pembimbing praktek kerja dan magang, serta mengeluarkan sertifikat bagi siswa SMK dan guru.

"Untuk meningkatkan keterlibatan perusahaan industri dan memastikan keberlanjutan program link and matchdengan SMK, Kemenperin telah menyusun skema insentif bagi perusahaan yang terlibat dan diusulkan penetapannya oleh Menteri Keuangan," tutup Menperin.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kisah Miko dan dua rekan grabfood mengantar makanan di saat corona

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:30 WIB

Kisah Para Ojol Pahlawan di Musim Corona: Saya Harus Bekerja, Karena Pelanggan adalah Pembawa Rezeki buat Saya dan Keluarga

Bagi saya memastikan kebersihan makanan yang saya antar dan kepuasan pelanggan adalah prioritas utama. Karena saya percaya bahwa pelanggan adalah pembawa rezeki, penghidupan saya dan keluarga,"…

Cheverly Amalia

Selasa, 31 Maret 2020 - 12:00 WIB

Cheverly Amalia Sedih Film The 3rd Guest yang Diproduserinya Terhambat Wabah Virus Corona

Serangan Virus Corona tidak mematikan nyawa manusia tapi juga semua lini bisnis yang bersentuhan dengan banyak orang dalam satu tempat. Seperti yang dialami produksi film The 3rd Guest, lantaran…

Nasabah mengambil dananya di Agen BRIlink

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:50 WIB

Solusi Physical Distancing, Uang Pensiun Bisa Diambil di Dekat Rumah

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus berperan aktif dalam mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia. Adanya imbauan untuk melakukan physical distancing oleh Pemerintah,…

OPPO Berikan Bantuan APD

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:50 WIB

Penanggulangan Wabah CONVID-19, OPPO Berikan Bantuan APD

Bantuan ini diserahkan OPPO dan J&T Express pada 19 Maret yang lalu.

Suasana wisma atlet kemayoran

Selasa, 31 Maret 2020 - 11:45 WIB

Satu lagi Pasien Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet Meninggal Dunia

Satu pasien positif COVID-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta, meninggal dunia.