HargaSemen Tetap Stabi Hingga Sekarang

Oleh : Herry Barus | Kamis, 20 September 2018 - 08:00 WIB

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) (indonesianindustry)
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) (indonesianindustry)

INDUSTRY.co.id - Surabaya- Direktur Pemasaran dan Supply Chain PT Semen Indonesia Persero Tbk (SMGR) Adi Munandir mengatakan harga semen di Tanah Air saat ini tidak terpengaruh dengan pelemahan rupiah, dan masih stabil seperti sebelumnya.

"Sampai di tingkat pengguna atau konsumen paling bawah dampak pelemahan rupiah tidak ada, atau tidak berpengaruh," kata Adi saat di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/9)
 

 Meski demikian, secara internal perusahaan, Adi mengaku ada beban biaya produksi yang naik, khususnya untuk bahan baku batu bara yang membelinya menggunakan dolar AS.

 "Bahan produksi kami masih menggunakan batu bara, dan itu membelinya menggunakan dolar AS yang pada saat ini mengalami kenaikan," kata Adi, menjelaskan.

Namun demikian, kata dia, perusahaan telah melakukan penyeimbangan harga melalui efisiensi di tempat lainnya, agar pelemahan rupiah tidak berpengaruh pada harga semen.

"Kami melakukan balance dengan harga efisiensi di tempat lain, sehingga kenaikan dolar AS tidak berpengaruh. Sebab kalau dinaikkan akan berpengaruh pada psikologi pasar," katanya.
 

Adi mengaku tidak bisa menjelaskan secara detil nominal kenaikan untuk biaya produksi batu bara, namun secara umum tidak membuat gejolak di perusahaan.

Sementara itu di tengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, hingga bulan Agustus 2018 SMGR masih mampu mencatatkan kinerja penjualan positif.

Seperti dilansir Antara, sekretaris perusahaan Semen Indonesia, Agung Wiharto mengatakan volume penjualan mencapai 20,67 juta ton, atau  tumbuh 4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 19,88 juta ton.

Capaian penjualan tersebut terdiri dari penjualan dalam negeri sebesar 16,93 juta ton, ekspor sebesar 1,99 juta ton, serta penjualan dari Thang Long Cement Company  Vietnam (TLCC) sebesar 1,75 juta ton.

"Saat ini dinamika industri semen di Indonesia telah mengalami pergeseran dengan masuknya 8 pemain baru sejak 2015, yang mana sebelumnya hanya terdapat 7 produsen semen," katanya.

 Adanya pemain baru, kata dia, menyebabkan terjadinya over capacity di Indonesia sebesar 30 juta ton, di mana tingkat utilisasi industri tahun 2017 hanya sebesar 65 persen.   Ia mengatakan SMGR akan terus melakukan berbagai strategi untuk memenangkan persaingan.

"Kami melihat adanya potensi perbaikan melalui penguatan fungsi Semen Indonesia sebagai Holding Company. Kami tidak lagi memandang Semen Indonesia terdiri dari 3 perusahaan semen di Indonesia yang terpisah-pisah, dan kami akan fokus untuk mengoptimalkan kinerja Semen Indonesia secara terkonsolidasi," katanya. Sejak Januari 2018, seluruh kegiatan pemasaran dan supply chain dipusatkan di Holding Company.

"Kami memastikan tidak lagi terdapat double brand milik SMGR yang saling bersaing di pasar yang sama. Hal ini terjadi sebelumnya dimana kita dapat menemukan brand Semen Gresik dan Semen Padang bersaing di Jakarta, atau Semen Gresik dan Semen Tonasa yang sama-sama dijual di Bali. Kondisi ini akan menambah tekanan persaingan di pasar dan berakibat pada persaingan harga jual," katanya.

Selain itu, SMGR akan melakukan rerouting atas jalur distribusi yang mampu memberikan biaya transportasi yang paling efisien.

"Kami juga akan melakukan renegosiasi dengan mitra penyedia jasa transportasi untuk menyesuaikan jenis kontrak seperti apa yang lebih efisien bagi perusahaan," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi (tengah) usai meresmikan Bukittinggi Broadband Modern City didampingi oleh Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin

Jumat, 18 Oktober 2019 - 01:00 WIB

Telkom Resmikan Bukittinggi menjadi "Modern Broadband City"

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil melakukan modernisasi infrastruktur telekomunikasi di kota Bukittinggi. Modernisasi jaringan ini dilakukan dengan menyediakan…

BCA Syariah sosialisasi dan edukasi yuk nabung saham syariah

Jumat, 18 Oktober 2019 - 00:53 WIB

BCA Syariah Optimis Gapai Kenaikan Rekening RDN Tahun Depan

Jakarta - BCA Syariah mendorong masyarakat untuk memiliki tabungan saham-saham syariah. Dorongan tersebut sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.

Vivi Wang, selaku Business Development Director Mobvista Asia Tenggara

Kamis, 17 Oktober 2019 - 23:01 WIB

Mobvista: Peluang Besar Mobile Marketing Konten Video

Jakarta - Mobvista mengeksplorasi bagaimana brand dan marketer di Indonesia dapat memanfaatkan peluang dengan lebih baik untuk memaksimalkan mobile marketing berbentuk konten video.

Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D

Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:00 WIB

Mahfud MD: Mahasiswa Instrumen Utama Bela Negara

Peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul yang berkarakter nasionalis dan adaptif terhadap perkembangan diperlukan untuk dapat menunjang tercapainya visi tersebut.

Diskusi Fintech bersama AwanTunai

Kamis, 17 Oktober 2019 - 21:39 WIB

Diperlukan Kolaborasi Untuk Pemanfaatan Fintech Dalam Mencapai SDGs

Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang lebih baik antara pemerintah, sektor swasta, serta pelaku keuangan lainnya, dalam memanfaatkan teknologi keuangan sebagai solusi tantangan pembangunan,…