Pemerintah Ingin Mahasiswa Siap Hadapi Era Industri 4.0

Oleh : Herry Barus | Selasa, 14 Agustus 2018 - 12:22 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin menginginkan mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi era revolusi industri 4.0 seperti yang telah dicanangkan pemerintah.

"Perkembangan teknologi yang kian pesat ini tidak bisa dihindari, justru harus direspon dengan kesiapan data, teknologi, dan sumber daya manusia yang memadai," kata Syarif Burhanuddin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/8/2018)

Menurut dia, hal itu akan menjadi fitur utama dari revolusi industri yang memerlukan tiga hal yakni pergerakan perkembangan yang dinamis dari dunia industri harus siap dihadapi dibarengi dengan kecepatan yang pragmatis dan dituntut serba cepat, serta orang-orang yang juga harus bisa saling berbagi komunikasi dan melakukan kolaborasi untuk menyelesaikan pekerjaan secara tepat guna dan tepat waktu.

Dirjen Bina Konstruksi mengemukakan hal itu dalam kuliah umum yang di Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Kalimantan Timurs, 11 Agustus.

Dalam paparannya Syarif mengatakan bahwa saat ini merupakan era revolusi dunia industri konstruksi. Jika zaman dahulu menggunakan mesin uap, kemudian berkembang dengan menggunakan mesin berteknologi listrik bahkan seiring perkembangan teknologi penggunaan mesin otomatis lebih mempermudah proses pembangunan di lapangan.

Dan sekarang, lanjutnya, teknologi tersebut berkembang lebih pesat yaitu dengan menggunakan mesin yang terintegrasi dengan internet.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah telah menyiapkan sepuluh strategi prioritas nasional Making Indonesia 4.0 yaitu perbaikan aliran material, mendesain ulang zona industri, peningkatan kualitas SDM, pemberdayaan UMKM, menerapkan investasi teknologi, pembentukan ekosistem inovasi, menarik investasi asing, harmonisasi aturan dan kebijakan, membangun infrastruktur digital nasional, dan akomodasi standar "sustainability" atau keberlanjutan.

"Penyiapan Sumber Daya Manusia menjadi fokus utama Pemerintah, setelah sebelumnya gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Selain SDM, kebutuhan material dan peralatan konstruksi juga harus menjadi perhatian," katanya.

Ia mengingatkan bahwa ke depannya, teknologi internet juga sudah harus dimanfaatkan dalam bidang konstruksi, seperti informasi material dan peralatan apa saja yang terdapat di suatu daerah dapat diketahui melalui internet.

Syarif juga menyoroti bahwa sekitar 12 persen dari total mahasiswa di Tanah Air adalah mahasiswa teknik, tetapi pada kenyataannya banyak sarjana teknik yang justru berkarier di luar bidang teknik.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menginginkan berbagai pihak terkait dapat mengatasi berbagai dampak yang dapat timbul terkait dengan fenomena revolusi industri 4.0 yang telah dicanangkan pemerintah.

"Saat ini kita sudah memasuki revolusi industri 4.0. Perkembangan teknologi tersebut diduga akan berdampak pada hilangnya 45 hingga 50 juta pekerjaan dalam beberapa waktu ke depan," kata Hetifah Sjaifudian.

Menurut Hetifah, dengan percepatan teknologi tersebut maka diperkirakan akan terdapat banyak pegawai yang kehilangan pekerjaan.

Untuk itu, ujar dia, sudah banyak sekolah yang mulai mengadopsi kurikulumnya dengan berbasis tugas guna meruntuhkan sekat penghalang untuk berpikir kreatif.

Politisi Golkar itu juga berpendapat bahwa rendahnya serapan tenaga terampil dan terdidik dalam pasar tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa kualitas dan kuantitas lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri tidak selaras. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Signify

Kamis, 27 Februari 2020 - 15:00 WIB

Signify Kian Dekat pada Tujuan Keberlanjutan 2020 Setelah Lampaui Pencapaian Target 2019

Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan, berhasil meraih kemajuan signifikan di tahun 2019 atas tujuan-tujuan keberlanjutan yang ditetapkan untuk 2020 sebagai bagian…

Audisi Abang None Jakarta Selatan

Kamis, 27 Februari 2020 - 15:00 WIB

Audisi Abang None Jakarta Selatan

Dalam rangka menyambut ulang tahun Jakarta ke 493, grandkemang Jakarta terpilih sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan audisi ABANG NONE Jakarta Selatan pada tanggal 22 & 23 Februari 2020…

Audisi Abang None Jakarta Selatan

Kamis, 27 Februari 2020 - 15:00 WIB

Audisi Abang None Jakarta Selatan

Dalam rangka menyambut ulang tahun Jakarta ke 493, grandkemang Jakarta terpilih sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan audisi ABANG NONE Jakarta Selatan pada tanggal 22 & 23 Februari 2020…

Hitachi

Kamis, 27 Februari 2020 - 14:37 WIB

Langkah Hitachi Vantara Ciptakan Daya Saing bagi para Enterprise

Hitachi Vantara, perusahaan subsidiari yang sepenuhnya dimiliki oleh Hitachi, Ltd. (TSE: 6501), hari ini mengumumkan bergabung dengan Hitachi Consulting sebagai satu perusahaan agar dapat menciptakan…

Loto Srinaita Ginting menerima SK Pengangkatan sebagai Ketua Dewan Komisaris Pegadaian

Kamis, 27 Februari 2020 - 14:35 WIB

Loto Srinaita Ginting Ditunjuk Sebagai Komisaris Utama Pegadaian

Perubahan Direksi tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-58/MBU/02/2020 tentang Pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, pengalihan tugas, dan pengangkatan anggota-anggota Direksi…