INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan bursa saham Asia kembali bergerak variatif cenderung melemah seiring aksi jual yang dilakukan pelaku pasar dengan memanfaatkan berita positif dari rilis kinerja para emiten.

Advertisement

"Pelemahan saham-saham migas membawa indeks Nikkei melemah meski diimbangi dengan kenaikan saham-saham telekomunikasi dan pelayaran," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Ia katakan kospi menguat dengan dukungan saham-saham teknologi. Begitupun dengan ASX yang menguat seiring kenaikan saham-saham material. Sejumlah indeks saham Tiongkok bergerak variatif dimana HSI bergerak positif dengan dukungan saham-saham energi namun, Shanghai dan Shenzhen melemah setelah pelaku pasar merespon penurunan surplus perdagangan antara Tiongkok dan AS.

Advertisement

Ia katakan, pasca mengalami kenaikan, laju bursa saham Eropa bergerak variatif dimana pelaku pasar masih mencermati perkembangan ancaman perang dagang dan rilis kinerja sejumlah emiten. Indeks pan-European Stoxx 600 melemah 0,2 persen dengan tekanan pada saham-saham farmasi dan kesehatan meski diimbangi dengan kenaikan saham-saham otomotif dan teknologi.

Pergerakan bursa saham AS kembali variatif dimana indeks Nasdaq mengalami kenaikan dengan dukungan saham Facebook dan Amazon. Di sisi lain, sejumlah indeks saham lainnya mengalami pelemahan dimana pelaku pasar kembali merespon ancaman perdang dagang AS dan Tiongkok terkait dengan pengenaan tarif impor atas barang keduanya.

Advertisement

"Pelaku pasar merespon pernyataan Tiongkok yang akan mengenakan tarif 25 persen atas barang-barang impor AS senilai USD16 miliar," katanya.

Advertisement