RI-Malaysia Sepakat Lawan Kampanye Negatif Terhadap Sawit

Oleh : Hariyanto | Selasa, 24 Juli 2018 - 13:42 WIB

Menlu Retno Marsudi (Foto Istimewa)
Menlu Retno Marsudi (Foto Istimewa)

INDUSTRY.co.id -Jakarta- Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk meningkatkan kerja sama melawan kampanye negatif terhadap produk minyak sawit yang terjadi di wilayah Uni Eropa.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah di Jakarta, Senin (23/7/2018)

"Kami sepakat meningkatkan kerja sama untuk melawan kampanye negatif terhadap produk sawit di wilayah Uni Eropa," kata Menlu Retno.

Hal senada disampaikan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah. Dia mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia sebagai dua negara produsen minyak sawit terbesar di dunia harus bekerja sama dalam memelihara pasar produk sawit di Eropa.

"Kedua negara merupakan penghasil produk minyak sawit terbesar di dunia maka kita harus kompak. Kami sepakat bahwa kedua negara harus mengintensifkan diskusi dan kerja sama karena isu ini begitu besar," ujar Saifuddin.

Selanjutnya, kedua Menlu juga sepakat untuk memainkan perananan masing-masing agar masalah kampanye negatif terhadap produk sawit di wilayah Uni Eropa dapat dikelola secara terstruktur.

"Kita perlu bekerja sama lebih erat lagi dalam isu kelapa sawit ini," ujar Menlu Malaysia.

Pada 14 Juni 2018, pertemuan trialog antara Komisi Eropa, Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa menghasilkan beberapa poin terkait produk kelapa sawit.

Namun, tidak ada rujukan khusus atau eksplisit untuk minyak sawit dalam perjanjian itu. Hasil pertemuan trialog itu juga bukan suatu larangan atau pun pembatasan impor minyak sawit atau biofuel berbasis minyak sawit.

Selanjutnya, ketentuan yang relevan dalam Pedoman Energi Terbarukan (Renewable Energy Directive/RED) II hanya bertujuan untuk mengatur sejauh mana biofuel tertentu dapat dihitung oleh negara-negara anggota Uni Eropa untuk mencapai target energi berkelanjutan mereka.

Akan tetapi, teks RED II yang telah disetujui itu menetapkan bahwa kontribusi dari berbagai kategori biofuel tertentu, khususnya yang memiliki risiko tinggi terhadap perubahan penggunaan lahan secara tidak langsung (indirect land-use change/ILUC) dan dari bahan pangan atau bahan baku yang mengalami ekspansi area produksi secara signifikan menjadi lahan dengan stok karbon tinggi, akan dibatasi pada tingkat konsumsi 2019.

Pemerintah Indonesia memandang bahwa draf hasil trialog Uni Eropa itu menstimulasikan akan menggunakan ILUC sebagai kriteria, yang mencerminkan pandangan yang lebih bersifat Eropa sepihak daripada pandangan yang diterima secara internasional.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pupuk Indonesia Realisasikan Pasok 483 Ton Beras Untuk ATM Pertanian Sikomandan

Sabtu, 04 Juli 2020 - 09:00 WIB

Pupuk Indonesia Realisasikan Pasok 483 Ton Beras Untuk ATM Pertanian Sikomandan

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan realisasi penyaluran bantuan beras bagi masyarakat terdampak Covid-19 melalui program ATM Pertanian Sikomandan sebanyak 483 ton sepanjang periode 15…

Pakar gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:39 WIB

Kabar Gembira! Gugus Tugas: Wilayah Zona Hijau Telah Mencapai 99 Daerah

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan kabar gembira terkait jumlah wilayah yang berstatus zona hijau telah mencapai 99 daerah.

Gerbang tol Pandaan

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:29 WIB

Wih...Tol Pandaan-Malang Raih Sertifikat Green Toll Road Indonesia

Pembangunan Tol Pandaan-Malang dilakukan dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan berkelanjutan sejak tahap perancangan, pembangunan, pengoperasian, hingga tahap pemeliharaan.

Bank DKI tetap mampu terus mengeksplorasi potensi yang dimiliki serta terus berinovasi secara digital sehingga dapat menghadirkan paradigma baru bagi warga DKI Jakarta

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:24 WIB

Keren! Kinerja Layanan Bank DKI Terbaik di Kategori BPD

Jakarta-Konsistensi Bank DKI dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya mendapatkan apresiasi sebagai pelayanan terbaik di kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD)

Diskusi Big Data secara daring (Doc: Wahdah Institut)

Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:12 WIB

Peranan Big Data Seperti Apa Ini Ulasannya

Perkembangan teknologi seakan tidak bisa dihindari lagi. Berkat dorongan inovasi dan pengalaman yang panjang, teknologi diharapkan dapat menjadi jawaban untuk membuat hidup manusia menjadi lebih…