Bidik Penjualan Rp1,9 Triliun, PT Arwana Citra Mulia Siapkan Empat Langkah Strategis

Oleh : Ridwan | Senin, 21 Mei 2018 - 12:25 WIB

Edy Suyanto, Chief Operating Officer (CFO) PT Arwana Citramulia Tbk. (Foto: Herlambang/Industry.co.id)
Edy Suyanto, Chief Operating Officer (CFO) PT Arwana Citramulia Tbk. (Foto: Herlambang/Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Arwana Citra Mulia Tbk, optimis market Arwana dan Uno akan terus bertumbuh ditengah membaiknya daya beli masyarakat dan membaiknya harga komoditi di tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) PT Arwana Citra Mulia Edy Suyanto saat ditemui Industry.co.id di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

"Tahun ini kami menargetkan sales Rp1,9 triliun dengan laba bersih Rp150 miliar atau bertumbuh 15 persen dari tahun sebelumnya," kata Edy. 

Ia menambahkan, kinerja di tahun 2017 cukup membanggakan, perusahaan masih mampu mencetak pertumbuhan penjualan double digit dari Rp1,51 triliun menjadi Rp1,73 triliun, dengan laba bersih yang bertumbuh 35 persen dari Rp90 miliar menjadi Rp120 miliar. 

"Kinerja tahun 2017 membuktikan Arwana berhasil menerapkan strategi 'Lean Manufacturer' yang semakin efisien dari segi biaya dan produktivitas meningkat," ujarnya. 

Selain itu, tambah Edy, kejelian Arwana berhasil memasuki segmen menengah atas melalui brand 'Uno' untuk melengkapi produk Arwana yang selama ini fokus pada segmen menengah ke bawah. 

"Kinerja kuartal pertama 2018 masih 'on the track' sesuai proyeksi kami bertumbuh mendekati double digit untuk sales," terang Edy. 

Edy menuturkan, perusahaan telah mempersiapkan empat langkah untuk memperluas pangsa pasar diantaranya, pertama, memperkuat jaringan distribusi di dalam negeri dengan membuka sub distributor di Aceh, Kupang, dan Ambon. 

"Ketiga sub distributor tersebut melengkapi 45 sub distributor yang sudah ada," imbuhnya.

Kedua, memperluas pasar ke luar Indonesia dengan ekspor ke Malaysia, Pakistan, Korea Selatan, Filipina, Brunei Darusalam, Mauritius, dan Thailand. 

Ketiga, memasuki segmen menengah ke atas melalui produk Uno. "Keempat, launching produk baru dengan ukuran baru," ungkal Edy. 

Saat ini, Arwana memproduksi keramik lantai dengan ukuran mulai dari 20x20 meter persegi, 25x25 meter persegi, 40x40 meter persegi, 50x50 meter persegi, serta keramik dinding dengan ukuran 20x25 meter persegi, 25x40 meter persegi, dan 25x50 meter persegi.

"Kami bersyukur produk Uno mendapat feedback yang sangat positif dari pasar sehingga secara komposisi sudah mencapai 40 persen dari total portofolio produk kami," ucapnya.

Oleh karena itu, Edy berharap pemerintah membantu meningkatkan daya saing industri keramik nasional melalui penurunan harga gas, peningkatan pemakaian produk keramim dalam negeri melalui proyek-proyek pemerintah, serta dukungan pemerintah untuk penerapan safe guard terhadap keramik impor. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 11:17 WIB

Koku Raih Pendanaan Pra-Seri A Sebesar US$2 Juta Dari Co-Founder Tencent

Pendanaan Pra-Seri A ini dipimpin oleh Jason Zeng, Co-founder Tencent Holdings dan pendiri perusahaan angel investment asal China, Decent Capital.

Perkebunan kelapa

Sabtu, 20 April 2019 - 11:05 WIB

Kemenperin Pastikan Bisnis Industri Olahan Kelapa di Indonesia Masih Sangat Prospektif

Bisnis industri pengolahan kelapa di Indonesia masih prospektif dan terus berkembang di beberapa wilayah seperti Riau, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan…

Oppo F11 Pro (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 10:59 WIB

Masa Pre-order Selesai, Smartphone Oppo F11 Sudah Tersedia di Pasar Indonesia

Perangkat Oppo F11 menjadi favorit karena kemampuan kamera belakangnya untuk mengambil foto portrait memukau dalam gelap, memori besar, pengisian daya cepat, serta harganya yang cukup terjangkau,…

Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI

Sabtu, 20 April 2019 - 10:32 WIB

Peringati Harkonas, YLKI Minta Pemerintah Serius Lindungi Konsumen

Setiap 20 April, diperingati sebagai Hari Konsumen Nasional, atau Harkonas yang tak bisa dilepaskan dari UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK). Pasalnya Harkonas mengacu pada…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Sabtu, 20 April 2019 - 10:05 WIB

Kemenperin Pacu Hilirisasi Komoditas Kelapa Terpadu dari Jambi Sampai Gorontalo

Kementerian Perindustrian semakian giat memacu hilirisasi komoditas kelapa agar menjadi produk industri dalam negeri yang bernilai tambah tinggi.