INDUSTRY.co.id - Jakarta-Diperkirakan IHSG akan berada di kisaran support 5712-5731 dan resisten 5805-5813. Tetap waspadai terhadap sentimen-sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah.

Advertisement

Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengharapkan pelaku pasar dapat mengurangi kepanikan dan kekhawatiran berlebih terhadap pelemahan Rupiah sehingga penurunan IHSG dapat tertahan.

"Pasca mengalami kenaikan, laju IHSG kembali melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap fenomena yang terjadi pada pergerakan USD terhadap Rupiah. Ditambah dengan sepinya lelang SUN kali ini sehingga berimbas pada pelemahan IHSG," ujar dia di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Advertisement

Berikut saham-saham pilihan: BBRI BoW di kisaran 3020-3040. Support 3040-3050 Resisten 3100-3120. INKP BoW di kisaran 13175-13250. Support 13200-13250 Resisten 13575-13700.

BBNI BoW di kisaran 7175-7275. Support 7200-7225 Resisten 7475-7500. BRPT BoW di kisaran 2230-2250. Support 2240-2250 Resisten 2340-2370. BJTM BoW di kisaran 675-685. Support 680-685 Resisten 710-720

Advertisement

Kemarin, pelemahan IHSG sebesar 110,38 poin atau 1,88 persen lebih rendah dibandingkan pelemahan sebelumnya yang turun 92,75 poin atau 1,60 persen. Pergerakan IHSG di bawah kisaran support 5850-5865.

Pergerakan Rupiah yang kian tenggelam terhadap USD memberikan imbas negatif pada pasar saham dimana aksi jual kembali terjadi. Akibatnya, laju IHSG yang diharapkan kembali melanjutkan penguatan tidak terjadi. Bahkan berbalik melemah. Aksi jual pun tak terelakan sehingga mayoritas saham pun kembali ke zona merah. Adanya komentar Menko Perekonomian, Darmin Nasution, dimana stress test USD hingga level Rp 20 ribu per USD tidak akan menyebabkan spekulasi di pasar tampaknya direspon negatif dan membuat pelaku pasar khawatir laju USD kian melemah.

Advertisement

"Asing mencatatkan nett sell Rp 180,89 miliar dari sebelumnya nett sell Rp 665,86 miliar," katanya.