Kedatangan Presiden Jokowi diharapkan akan Dongkrak Pariwisata Pangandaran

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 23 April 2018 - 11:00 WIB

Pantai Pangandaran Sukabumi (Foto Ist)
Pantai Pangandaran Sukabumi (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id, Pangandaran - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyatakan, kunjungan pertama Presiden Joko Widodo ke Pangandaran akan mendongkrak pariwisata Pangandaran lebih terkenal ke dalam dan luar negeri.

"Bagi daerah wisata dengan kedatangan beliau akan lebih dikenal potensi wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran," kata Sekretaris PHRI Kabupaten Pangandaran Dadang Gunawan di Pangandaran, Senin, (23/4/2018).

Ia menuturkan, Kabupaten Pangandaran memiliki visi misi pariwisata yang mendunia sehingga kedatangan Presiden Indonesia akan mendorong promosi wisata ke seluruh daerah di Indonesia termasuk mancanegara.

Menurut dia, kunjungan Kepala Negara itu akan diliput oleh banyak media massa di tingkat lokal, regional, nasional, bahkan luar negeri sehingga akan membantu mengenalkan Pangandaran ke berbagai daerah.

"Kedatangan beliau ini promosi secara tidak langsung yang akan diliput media masa nasional dan internasional," katanya.

Ia berharap, kunjungan Presiden Joko Widodo yang pertama kali ke Pangandaran dapat lebih memperhatikan kondisi kekurangan daerah Pangandaran agar menjadi lebih baik ke depan.

"Kami berharap kedatangan beliau ini sarana-sarana pariwisata akan diperhatikan," katanya.

Ia menambahkan, dampak yang langsung terasa dari kunjungan Presiden Indonesia ke Pangandaran yaitu meningkatnya hunian kamar hotel di saat bukan hari libur atau akhir pekan.

Tingkat hunian hotel di Pangandaran, kata dia, sudah banyak yang memesan untuk persiapan menginap beberapa hari sebelum kedatangan Presiden Indonesia ke Pangandaran, Selasa (24/4/2018).

"Memang ada kenaikan signifikan, ada efek positif dengan banyaknya hotel yang dibooking pada akhir Minggu, ditambah ada kunjungan beliau," katanya.

Putra daerah Pangandaran, Nana Suryana menambahkan, kunjungan Presiden Indonesia yang akan meresmikan Karamba Jaring Apung Lepas Pantai di PPI Cikidang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Selasa (24/4), dapat memperhatikan kondisi lain yang perlu dibantu oleh pemerintah pusat.

Kabupaten Pangandaran, kata dia, memiliki potensi pariwisata yang tentunya membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat dalam menunjang sarana dan prasarana pariwisata di Pangandaran.

"Diharapkan dapat menjadi perhatian Presiden, bahwa masyarakat Pangandaran sangat serius dalam menata daerahnya, terutama potensi pariwisatanya," kata Nana. (Ant)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:28 WIB

Marak Pembobolan ATM, DPR Cantik Ini Minta Masyarakat Lebih Waspada

Industri perbankan tanah air kembali mendapat sorotan pasca terungkapnya kasus pembobolan rekening nasabah dengan memanfaatkan informasi yang tercantum pada setruk Anjungan Tunai Mandiri (ATM).…

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:15 WIB

Inpres Nomor 6-2020 Dikritik, Komisi IX: Untuk Bertahan Hidup Saja Sudah Kembang Kempis Apalagi Bayar Denda

Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 meminta kepala daerah melakukan sosialisasi…

Ilustrasi Industri Nikel (Photo by Bisnis.com)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:03 WIB

Luar Biasa! Ekspor Produk Industri Nikel Mampu Tembus USD 7 Miliar

Berdasarkan data BPS, pada tahun 2018 dan 2019, nilai ekspor produk industri logam berbasis nikel berturut-turut mencapai USD4,8 miliar dan USD7,08 miliar atau meningkat 47,5%.

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:45 WIB

Tutup Pekan IHSG Berakhir Melemah Turun ke Level 5.144

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup melemah.

Waskita Karya (Foto Dok Industry.co..id)

Jumat, 07 Agustus 2020 - 18:32 WIB

Sah! Waskita Karya Terbitkan Obligasi Rp135,1 Miliar Jangka Waktu 3 Tahun

Dilansir dari IDX berdasarkan keterangan perseroan, Obligasi Berkelanjutan IV Waskita Karya Tahap I Tahun 2020 dicatatkan sebesar Rp135,5 miliar dengan jangka waktu 3 Tahun.