INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pemerintah punya jurus untuk mengatasi gejolak rupiah, apalagi ungkapan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell berdampak terhadap rupiah.
Nilai tukar rupiah yang berada di level Rp 13.700 dan hampir menembus Rp 13.800 per dollar AS.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, BI siap menjaga rupiah dengan memborong surat utang yamg dijual pihak asing yang jika tidak dibeli berdampak negatif ke rupiah.
"Kalau BI beli, dia mulai khawatir karena kalau BI yang beli tidak dijual lagi," katanya di Jakarta, Jumat (2/3/2018).
Lagi pula pelemahan rupiah, lanjut dia tidak berdampak signifikan ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Oleh karena itu menurutnya pelemahan rupiah sifatnya sementara dan kedepannya akan stabil.
"Bank Indonesia adalah pertahanan kita terakhir hadapi gejolak nilai tukar," katanya.