INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Jumat (14/8/2026), setelah reli tajam dalam sepekan terakhir mendorong investor mulai merealisasikan keuntungan. Harga emas berada di level US$4.353 per troy ounce pada perdagangan pagi.

Koreksi tersebut terjadi setelah harga emas menguat sekitar 9% dalam sepekan. Kenaikan yang signifikan membuat posisi emas berada di level tinggi sehingga investor cenderung melakukan aksi ambil untung atau profit taking.

Dari sisi fundamental, prospek harga emas masih mendapat dukungan dari meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed). Data Consumer Price Index (CPI) AS pada Juli tercatat tumbuh 3,4% secara tahunan, sedangkan Producer Price Index (PPI) Juli tidak mengalami perubahan secara bulanan.

Kondisi tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed kembali mereda. Probabilitas kenaikan suku bunga pada September turun dari sekitar 40% menjadi 35%.

Meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi katalis positif bagi emas yang merupakan aset non-yielding. Pasalnya, potensi pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil Treasury dapat meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai maupun alternatif investasi.

Meski demikian, ruang koreksi harga emas masih terbuka dalam jangka pendek. Aksi profit taking berpotensi semakin kuat apabila investor terus mengamankan keuntungan setelah reli harga yang cukup agresif dalam beberapa hari terakhir.

Ke depan, arah harga emas masih akan sangat bergantung pada kombinasi kebijakan moneter The Fed, pergerakan dolar AS, sentimen geopolitik, serta permintaan emas dari bank sentral.

Secara teknikal, level support terdekat harga emas berada pada kisaran US$4.312 hingga US$4.274 per troy ounce. Sementara itu, area resistance terdekat berada di kisaran US$4.418 hingga US$4.486.

Jika tekanan jual semakin besar, harga emas berpotensi menguji support yang lebih dalam di sekitar US$4.168. Sebaliknya, apabila momentum penguatan kembali terbentuk, resistance jangka menengah berada di area US$4.592.

Dengan demikian, meski tren fundamental emas masih relatif positif, investor perlu mewaspadai volatilitas tinggi setelah lonjakan harga sekitar 9% dalam sepekan. Pergerakan dolar AS, arah kebijakan The Fed, dan kekuatan aksi ambil untung akan menjadi faktor penting yang menentukan apakah koreksi emas hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi tekanan yang lebih panjang.