Highlights

  • Pertamina menyesuaikan harga BBM nonsubsidi per 1 Oktober 2026, sementara BBM subsidi tetap stabil
  • Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.600/liter dan Dexlite Rp24.800/liter di wilayah Jakarta-Bobot
  • Pertamax Green 95 dipertahankan di Rp19.150/liter, sama seperti akhir September 2026
  • BBM subsidi Pertalite Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter tidak berubah
  • Minyak dunia Brent US$102,94/barel dan WTI US$89,24/barel akhir September 2026
  • Singapura tetap negara dengan BBM termahal di Asia yakni bensin sekitar Rp55.548/liter

Daftar Isi: Harga BBM Pertamina | BBM Swasta | Minyak Dunia | Perbandingan Asia | Tips Hemat BBM | FAQ

Harga BBM Pertamina Hari Ini 1 Oktober 2026

PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Oktober 2026. Penyesuaian ini mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia dan Indonesian Crude Price (ICP) yang terus bergerak. Pada September 2026, ICP Indonesia mencapai rata-rata US$89,43 per barel, naik dari US$81,68 per barel pada Juli 2026.

Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan harganya sesuai kebijakan pemerintah. Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026 untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa-Bali:

Jenis BBM Kelas Octan/RON Harga 1 Oktober 2026 Perubahan
Pertalite RON 90 Rp10.000/liter Tidak berubah
Biosolar Diesel Subsidized Rp6.800/liter Tidak berubah
Pertamax RON 92 Rp11.800/liter Tidak berubah
Pertamax Green 95 RON 95 Rp19.150/liter Tidak berubah
Pertamax Turbo RON 98 Rp20.600/liter Naik Rp1.000
Dexlite Diesel Premium Rp24.800/liter Naik Rp1.100
Pertamina Dex Diesel High Quality Rp25.500/liter Naik Rp300

Harga di atas berlaku untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan sejumlah wilayah Nusa Tenggara. Harga BBM dapat berbeda di daerah tertentu karena faktor PBBKB dan tarif distribusi.

Kenaikan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex per 1 Oktober 2026 dipengaruhi oleh tekanan biaya perolehan (landed cost) dari minyak mentah dunia yang masih tinggi, dengan Brent yang sempat menyentuh US$107,86 per barel pada akhir September 2026 sebelum terkoreksi turun.

Harga BBM Swasta Hari Ini 1 Oktober 2026: BP, Shell, Vivo

Selain Pertamina, SPBU milik swasta seperti BP-AKR, Shell, dan Vivo Energy juga ada di seluruh wilayah Jabodetabek dan kota besar lainnya. Harga BBM di SPBU swasta umumnya lebih tinggi dibandingkan BBM nonsubsidi Pertamina karena tidak menerima fasilitas subsidi pemerintah.

Per 1 Oktober 2026, berikut harga BBM di SPBU swasta untuk wilayah Jabodetabek:

Jenis BBM Ketersediaan Harga 1 Oktober 2026 Kenaikan dari 30 Sept
BP 92 BP-AKR Rp16.130/liter Tidak berubah
BP Ultimate BP-AKR Rp19.330/liter Tidak berubah
BP Ultimate Diesel BP-AKR Rp25.420/liter Tidak berubah
Vivo Revvo 92 Vivo Energy Rp16.130/liter Tidak berubah
Vivo Revvo 95 Vivo Energy Rp19.330/liter Tidak berubah
Vivo Primus Plus Diesel Vivo Energy Rp25.420/liter Tidak berubah
Shell V-Power Diesel Shell Indonesia Rp25.420/liter Tidak berubah

Tidak ada kenaikan harga signifikan pada BBM swasta per 1 Oktober 2026. Harga-harga tersebut tetap stabil sama seperti akhir September 2026. Perlu dicatat bahwa ketersediaan produk BBM di masing-masing SPBU swasta dapat berbeda, misalnya Shell hanya menyediakan diesel premium (Shell V-Power Diesel) dan sebagian besar SPBU Shell belum menyediakan bensin.

Untuk informasi harga terkini dan lengkap, masyarakat dapat memeriksa langsung di aplikasi MyPertamina atau datang langsung ke SPBU terdekat.

Minyak Dunia Hari Ini 1 Oktober 2026: Brent, WTI, ICP

Harga BBM domestik sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia. Terdapat tiga acuan harga utama yang menjadi indikator:

Komoditas Harga Terbaru Perubahan 1 Minggu Keterangan
Brent Crude Oil US$102,94/barel Turun 2,23% Minyak mentah laut Utara, acuan global utama
WTI Crude Oil US$89,24/barel Turun 3,63% West Texas Intermediate, acuan pasar AS
ICP Indonesia US$89,43/barel Naik 7,75/barel Rata-rata Agustus 2026 (data ESDM terbaru)

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (28/9/2026), harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman November 2026 sempat melonjak 3,39% ke US$107,86 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Meskipun pada akhir September harga telah mengoreksi turun, level harga tetap tinggi dan terus menjadi tekanan bagi biaya perolehan BBM nonsubsidi di Indonesia.

Kementerian ESDM mencatat ICP Indonesia Agustus 2026 berada di US$89,43 per barel, naik US$7,75 per barel dari ICP Juli 2026 sebesar US$81,68 per barel. Kenaikan hampir 10% dalam satu bulan ini menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

ESDM memproyeksikan lebih tingginya ICP dan tekanan biaya perolehan ini dapat mempengaruhi harga BBM nonsubsidi ke depan. Masyarakat dan pelaku usaha disarankan untuk selalu memantau pengumuman resmi dari Pertamina Patra Niaga dan SPBU swasta terkait perubahan harga berikutnya.

Perbandingan Harga BBM Asia Hari Ini: Indonesia vs Negara Tetangga

Indonesia masih menempati posisi harga BBM paling murah di Asia ketika membandingkan BBM subsidi. Namun, untuk BBM nonsubsidi premium, Indonesia mulai kompetitif dengan beberapa negara tetangga. Berikut perbandingan harga BBM antar negara di Asia per Oktober 2026:

Negara Bensin RON 95 / Setara Diesel Kebijakan
Indonesia Pertamax Green 95: Rp19.150/liter Biosolar: Rp6.800/liter Subsidi parsial (terbatas pada BBM tertentu)
Malaysia RON 97: Rp20.600/liter Diesel: Rp16.836/liter Subsidi parsial, swasta aktif
Singapura RON 95: Rp55.548/liter Diesel: Rp63.156/liter Tanpa subsidi, harga bebas pasar
Thailand Gasolin 95: Rp43.300/liter Diesel: Rp36.320/liter Subsidi terbatas, pajak tinggi
Filipina RON 95: Rp40.700/liter Diesel: Rp47.980/liter Tanpa subsidi, harga pasar
Vietnam RON 95: Rp7.577/liter (33.840 dong) Diesel: Rp7.035/liter (31.920 dong) Subsidi parsial, harga rendah
Jepang RON 95: Rp130.340/liter (145 yen) Diesel: Rp116.244/liter (129 yen) Tanpa subsidi, harga tinggi
India RON 95: Rp117.768/liter (999 INR) Diesel: Rp91.522/liter (773 INR) Subsidi terbatas, pajak tinggi
Korea Selatan RON 95: Rp21.670/liter (1.615 KRW) Diesel: Rp19.108/liter (1.411 KRW) Tanpa subsidi, harga bebas

Berdasarkan perbandingan di atas, beberapa temuan menarik dapat dikemukakan:

Pertama, Indonesia dengan BBM subsidi (Pertalite Rp10.000/liter dan Biosolar Rp6.800/liter) tetap menjadi negara dengan harga BBM paling murah di Asia. Hanya Vietnam yang memiliki harga bensin RON 95 lebih murah dari Indonesia namun tanpa subsidi skala besar.

Kedua, untuk BBM nonsubsidi premium seperti Pertamax Green 95 (RON 95) dengan harga Rp19.150/liter, Indonesia sudah lebih murah dibandingkan Malaysia (RON 97 Rp20.600), Filipina, Thailand, India, Jepang, dan Singapura.

Ketiga, Singapura tetap menjadi negara dengan harga BBM tertinggi di Asia karena tidak menerapkan subsidi dan harga di pasar bebas. Harga bensin RON 95 di Singapura mencapai sekitar Rp55.548/liter, lebih dari 2,5 kali lipat harga di Indonesia.

Keempat, harga BBM di negara-negara ASEAN cenderung dipengaruhi oleh faktor pemerintahan subsidi, pajak energi, dan struktur pasar masing-masing. Negara dengan produksi minyak domestik yang kuat cenderung memiliki harga yang lebih kompetitif.

Tips Hemat BBM di Tengah Fluktuasi Harga

Mengingat fluktuasi harga BBM yang terus terjadi, berikut beberapa tips praktis untuk menghemat penggunaan BBM:

1. Pilih SPBU dengan harga kompetitif. Bandingkan harga BBM di SPBU berbeda sebelum mengisi bahan bakar. SPBU swasta kadang menawarkan promosi atau diskon tertentu pada waktu tertentu.

2. Mengisi BBM di pagi hari atau malam hari. Suhu udara yang lebih dingin membuat BBM lebih padat, sehingga volume liter yang masuk ke tangki sedikit lebih banyak. Ini adalah tips sederhana yang banyak dilakukan.

3. Gunakan BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Menggunakan BBM dengan oktan yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan tidak selalu memberikan manfaat signifikan dan hanya menambah biaya.

4. Rajin melakukan perawatan kendaraan. Mesin yang terawat, injektor bersih, dan teserengan ban dapat meningkatkan efisiensi BBM hingga 10-15 persen.

5. Hindari kebocoran BBM. Pemeriksaan rutin terhadap selang bahan bakar dan sistem injektor dapat mencegah pemborosan yang tidak terlihat.

6. Gunakan fitur hemat BBM jika tersedia. Beberapa kendaraan modern dilengkapi fitur eco-driving atau mode hemat bahan bakar yang dapat mengurangi konsumsi BBM saat digunakan.

7. Perencanaan perjalanan yang efisien. Menggabungkan beberapa perjalanan dalam satu perjalanan (trip chaining) dan menghindari kemacetan dapat mengurangi penggunaan BBM secara signifikan.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Harga BBM

Kenapa harga BBM selalu naik dan turun setiap bulan?

Harga BBM nonsubsidi disesuaikan secara berkala berdasarkan formula yang ditetapkan pemerintah. Faktor utamanya adalah fluktuasi harga minyak mentah dunia (Brent, WTI) dan Indonesian Crude Price (ICP). Ketika harga minyak dunia naik, biaya perolehan BBM juga ikut naik, yang pada gilirannya mempengaruhi harga eceran BBM nonsubsidi.

Mengapa BBM subsidi tidak berubah harganya?

BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar adalah program pemerintah untuk melindungi masyarakat dari keterjangkauan energi. Harga BBM subsidi ditetapkan oleh pemerintah dan tidak berfluktuasi mengikuti harga pasar minyak dunia. Namun, cakupan subsidi semakin dibatasi pada kendaraan tertentu dan kelompok tertentu.

Mana yang lebih hemat, BBM Pertamina atau SPBU swasta?

Secara umum, BBM Pertamina nonsubsidi (seperti Pertamax series dan Dex series) memiliki harga yang lebih kompetitif dibandingkan BBM di SPBU swasta seperti BP, Shell, dan Vivo. Namun, SPBU swasta menawarkan kualitas BBM yang khas (seperti additives dan formula khusus) yang mungkin memberikan manfaat tambahan untuk kinerja mesin tertentu.

Bagaimana cara mengecek harga BBM terbaru?

Masyarakat dapat mengecek harga BBM terbaru melalui beberapa sumber: aplikasi MyPertamina, situs resmi Pertamina Patra Niaga, media sosial resmi Pertamina dan SPBU swasta, atau situs berita yang rutin memuat update harga BBM. Harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Apakah harga BBM berbeda di setiap daerah?

Ya, harga BBM nonsubsidi dapat berbeda antar daerah karena faktor PBBKB (Pajak Bumi dan Bangunan Keseluruhan), biaya distribusi, dan tarif daerah. Wilayah dengan PBBKB lebih tinggi cenderung memiliki harga BBM yang sedikit lebih mahal. Perbedaan ini biasanya tidak terlalu signifikan namun tetap ada.