Semakin Produktif, Ekspor Industri Alas Kaki Capai US$ 4,7 Miliar

Oleh : Ridwan | Selasa, 20 Februari 2018 - 20:05 WIB

Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih bersama Bupati Sidoarjo Saifullah
Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih bersama Bupati Sidoarjo Saifullah

INDUSTRY.co.id - Sidoarjo, Industri alas kaki nasional saat ini semakin produktif dan berdaya saing, terlebih lagi karena merupakan sektor padat karya dan berorientasi ekspor.

Tercatat pada tahun 2017, industri alas kaki nasional mencatatkan nilai ekspor sebesar USD4,7 miliar atau naik dua persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai USD4,6 miliar.

"Pertumbuhan ini jelas memberikan harapan besar bagi para pelaku industri alas kaki dan industri barang dari kulit di dalam negeri, termasuk untuk sektor industri kecil dan menengah (IKM)," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Sidoarjo, Selasa (20/2/2018).

Gati menjelaskan, kinerja positif dari industri alas kaki nasional lantaran juga didorong melalui upaya pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif di Tanah Air.

"Ini pun menunjukkan bahwa ada perbaikan perekonomian Indonesia yang membuat para pelaku bisnis kita dapat lebih optimis dan semangat di tahun 2018," paparnya.

Kemenperin mencatat, sebaran IKM alas kaki di Indonesia mencapai 32.562 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 113.907 orang. Secara makro, dalam periode lima tahun (2012-2016), terjadi peningkatan signifikan terhadap konsumsi per kapita masyarakat Indonesia terhadap alas kaki yang semula hanya dua pasang menjadi lebih dari tiga pasang per tahun.

"Melihat potret pasar saat ini, kami yakin di masa mendatang untuk konsumsi alas kaki di dalam negeri akan semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tingkat kemakmuran atau daya beli masyarakat," jelas Gati.

Sementara itu, dilihat dari kinerja pertumbuhan, kelompok industri kulit, barang jadi kulit dan alas kaki nasional berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini mampu tumbuh sebesar 8,51 persen pada tahun 2016.

"Jika dari kontribusinya, sektor ini telah menyumbang PDB nasional sebesar 1,56 persen pada tahun 2016 dari sektor nonmigas," tuturnya.

Berdasarkan World Footwear Market 2016, Asia masih mendominasi 87 persen produksi alas kaki dunia, dan Indonesia pada posisi ke-4 dengan total produksi mencapai 1 miliar pasang per tahun atau sekitar 4,4 persen kontribusi produksi alas kaki Indonesia ke dunia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelatih Bima Sakti

Minggu, 12 Juli 2020 - 17:00 WIB

Pelatih Bima Sakti Puas Pemain Timnas U-16 Sudah Beradaptasi

Tim Nasional Indonesia U-16 terus mengasah permainan pada pemusatan latihan (TC) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Sepekan sudah anak asuh Bima Sakti tersebut menjalani TC yang kali ini…

Pelatih Persib Robert Alberts(Foto Ist)

Minggu, 12 Juli 2020 - 16:00 WIB

Pelatih Persib Robert Alberts Gowes Sepeda Berkeliling Bandung

Akhir-akhir ini, pelatih PERSIB Robert Alberts selalu meluangkan waktunya untuk bersepeda di sekitaran Kota Bandung. Hobi 'gowes' pelatih berkebangsaan Belanda ini ternyata tidak muncul secara…

Kusuma Ida Anjani, Mustika Ratu Business Development, Innovation & SPA Director

Minggu, 12 Juli 2020 - 15:07 WIB

Taman Sari Royal Heritage Spa siap beroperasi di New Normal

Jakarta - Dunia usaha kini memasuki era new normal, dimana beberapa aktivitas bisnis diizinkan beroperasi kembali. Pemerintah telah menyiapkan kebijakan era new normal menggantikan kebijakan…

Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro

Minggu, 12 Juli 2020 - 15:00 WIB

Sejumlah Tips Dokter Reisa Berolah Raga di Ruang Publik

Anjuran pemerintah dalam hal menjaga kesehatan tubuh di tengah pandemi COVID-19 belakangan ini sudah dilaksanakan oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari sudah banyaknya masyarakat yang memanfaatkan…

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Foto: @borobudurpark/Industry.co.id)

Minggu, 12 Juli 2020 - 13:00 WIB

Destinasi Wisata Jawa Tengah Kembali Menggeliat

Sebanyak 103 dari 690 tempat wisata di wilayah Jawa Tengah telah beroperasi secara bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan setelah berlaku tatanan normal baru.