Putusan MA Tidak Batalkan Pengoperasian Pabrik Semen Indonesia di Rembang

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 06 Januari 2017 - 11:55 WIB

Gedung Mahkamah Agung (Globalindo)
Gedung Mahkamah Agung (Globalindo)

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 99 PK/TUN/2016 tidak menyebutkan soal pembatalan pengoperasian pabrik semen baru milik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Rembang, Jawa Tengah.
 
“Karena itu, pembangunan pabrik akan terus berlanjut seiring diterbitkannya Putusan PK (Peninjauan Kembali) tersebut. Amar Putusan Majelis Hakim tersebut sudah seusai dan tidak melanggar azaz ultra petita,” ujar Mahendradatta, Kuasa hukum SMGR, dalam konferensi pers di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (05/01/2017) petang.
 
Mahendra mengemukakan, pihak MA menilai bahwa tuntutan hukum yang diajukan para penggugat tidak memenuhi azas partisipasi masyarakat. Pasalnya, salah satu dokumen hukum yang diproses berisi Surat Pernyataan 2501 Warga Tolak Pabrik Semen, tetapi hingga kini dokumen tersebut masih diragukan validitasnya.
 
“Dokumen tersebut terkesan main-main. Pasalnya, ditemukan pihak yang menandatangani surat pernyataan tersebut bukanlah orang Rembang yang tinggal di sekitar lokasi pendirian pabrik semen tersebut. Adapula, yang menandatangani surat tersebut adalah orang Rembang yang berdomisili di Jerman dan Belanda,” papar Mahendradatta.
 
Bahkan ada yang lebih tidak masuk akal lagi, demikian Mahendradatta,” Ada orang-orang yang mengaku sebagai Ultraman, Superman, Presiden RI 2025, Menteri hingga Copet Pasar turut menandatangani surat pernyataan tersebut.”
 
Disamping itu, menurut Mahendradatta, Pertimbangan Majelis Hakim Putusan PK tidak melarang penambangan di kawasan Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih. Penambangan di kawasan CAT Watuputih diperbolehkan demi kepentingan bangsa dan negara dengan pembatasan khusus untuk menjaga sistim akuifer dan ketersediaan air.
 
Sementara itu, demikian Mahendradatta, berdasarkan pertimbangan majelis hakim dan PP 27 Tahun 2012, dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) milik PT Semen Indonesia dapat diperbaiki atau ditambahkan (addendum) dengan memperhatikan putusan PK.
 
“Secara hukum, memang hal tersebut dapat dilakukan berdasarkan UU 32 Tahun 2009 dan PP 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan,” imbuhnya.***

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Lintasarta meraih penghargaan Frost & Sullivan: Asia Pacific Best Practices Award 2019

Jumat, 15 November 2019 - 21:01 WIB

Lintasarta Sabet Penghargaan Internasional Cloud Infrastructure Services Provider of The Year

Singapura: Lintasarta meraih penghargaan Frost & Sullivan: Asia Pacific Best Practices Award 2019 untuk kategori “Indonesia Cloud Infrastructure Services Provider of the Year”. Penganugerahan…

Founder & CEO PT Kuliner Anak Indonesia, Gunawan dan Business Development Director Ayam Legit, Indra Putranto (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 November 2019 - 20:38 WIB

Bisnis Kuliner Kian Melejit, KAI Hadir Dengan Brand Baru Ayam Legit

Bisnis food and baverage kian melejit di era yang serba digital ini. Apalagi dibantu dengan adanya sinergi antara pemilik restoran dan penyedia layanan food delivery dari transportasi online.…

Bank Bukopin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 15 November 2019 - 20:35 WIB

Kuartal III 2019, Laba Bank Bukopin Capai Rp151 Miliar

Jakarta - Bank Bukopin membukukan laba bersih sebesar Rp151 miliar hingga kuartal III/2019, meningkat sebesar 9,80% dibandingkan dengan pencapaian laba bersih pada periode yang sama tahun lalu…

Direksi Bank Bukopin memainkan angklung

Jumat, 15 November 2019 - 20:24 WIB

Bank Bukopin Inovasi Kredit Pacu Pertumbuhan Kinerja

Bandung - Produk-produk unggulan yang akan menjadi diferensiasi Perseroan dalam menyalurkan kredit adalah Flexy Bill, Flexy Gas, Flexy Health, dan Invoice Financing. Target Kredit Hingga akhir…

Bank DKI dapat anual report award 2018

Jumat, 15 November 2019 - 19:10 WIB

Laporan Tahunan Bank DKI Raih Annual Report Awards

Jakarta - Atas komitmen Bank DKI terhadap keterbukaan informasi, Bank DKI berhasil menjadi pemenang ke II Annual Report Award 2018 pada kategori BUMD Listed.