INDUSTRY.co.id - Jakarta-Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mengkritik keras atas kinerja tim ekonomi kabinet Jokowi-JK yang tidak mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi sesuai target apalagi di atas target Anggaran Belanja Pendapatan Negara Perubahan (APBNP) 2017.

Advertisement

Pada APBNP 2017, target ekonomi dipatok 5,2%. Namun menteri keuangan Sri Mulyani memperkirakan hanya tumbuh 5,17%.

Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam mengatakan tahun depan, seluruh menteri ekonomi dievaluasi kembali. Banyak pakar yang cocok untuk mengganti gerbong tim menteri ekonomi.

Advertisement

"Target pertumbuhan ekonomi enggak sesuai target, kesenjangan kaya dan miskin semakin tajam. Dengerin rakyat dengan me reshuffle tim menteri ekonomi," kata dia di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Menurutnya, Parmusi tidak dalam posisi mengajukan calon menteri-menteri ekonomi. Sebab di tengah masyarakat Indonesia banyak figur yang mumpuni mengelola tim menteri ekonomi.

Advertisement

"Ko bisa target pertumbuhan ekonomi meleset, padahal sumber daya manusia dan sumber daya alam melimpah, negara kita seharusnya seperti perusahaan yang punya CEO yang bertugas membuat dividen tinggi," katanya.

Ia mengharapkan presiden Jokowi dapat mendengar masukan soal reshuffle menteri ekonomi. "Tata ulang ekonomi, jangan kalau pajak beban ke rakyat, kan ada potensi alam, misal yang dapat pacu ekspor, tapi malahan impor," katanya.

Advertisement