Indonesia Raja CPO Dunia

Oleh : Hariyanto | Kamis, 21 Desember 2017 - 14:42 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Banjarmasin- Direktur Eksekutif PASPI (Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute) Dr Tungkot Sipayung mengatakan saat ini Indonesia merupakan raja CPO dunia seiring terus meningkatnya luasan tanaman sawit nasional.

Menurut Sipayung pada workshop jurnalistik dengan tema "Jurnalis Menguak Fakta dibalik Industri Kelapa Sawit" di Banjarmasin, Rabu, saat ini kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang manfaat perkebunan sawit semakin meningkat.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran dan fakta manfaat perkebunan sawit bagi kesejahteraan masyarakat tersebut, maka pertumbuhan perkebunan sawit juga melaju cukup cepat.

Sebelumnya, tambah Sipayung dihadapan 50 jurnaslis peserta workshop, luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia hanya 300 ribu hektare dan kini menjadi 11 juta hektare.

Potensi perkebunan sawit Indonesia yang luar biasa besar tersebut, tambah dia, membuat berbagai negara penghasil perkebunan di luar sawit atau penghasil minyak nabati nonsawit antara lain kedelai, bunga matahari dan lainnya, merasa terancam.

Karena, keberadaan sawit dikhawatirkan akan menggantikan bahan baku industri yang sebelumnya berasal dari kedelai dan lainnya, dengan kelapa sawit yang secara ekonomi jauh lebih murah dan menguntungkan.

"Melihat potensi tersebut, akhirnya banyak negara-negara yang mengeluarkan kampanye hitam tentang bahaya perkebunan sawit terhadap lingkungan," katanya seperti dilansir Antara.

Kampanye hitam tersebut, tambah dia, sempat mempengaruhi masyarakat Indonesia, sehingga terjadi kontra terhadap perkebunan sawit.

Namun kini, setelah sawit terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan berbagai kekhawatiran tentang sawit tidak terbukti secara menyeluruh, pertumbuhan perkebunan sawit semakin luar biasa.

"Sejak tahun 2011, akhirnya Indonesia menjadi raja CPO dunia, dan kini Indonesia menuju sebagai raja "Oleo food" dunia, yaitu produsen minyak goreng, mentega, cokelat, farmasi dan lain-lain terbesar dunia.

Pertumbuhan produksi CPO nasional pada 2016 mencapai 33,5 juta ton dan mampu menyumbang untuk penerimaan negara dari bea keluar minyak sawit sebesar Rp111,6 triliun.

Selain itu, Indonesia juga bakal menjadi raja "oleokimia" dunia, yaitu produsen sabun, detergen, shampoo, pelumas, bioplastik dan lainnya, juga raja "biofuel" dengan industri, biodiesel, bioethanol, bioavtur dan lainnya.

Saat ini, tambah dia, pemerintah bersama pengusaha, sedang mempersiaphakan, untuk hilirisasi berbagai produk dari kelapa sawit tersebut.

"Saat ini, kita baru sebagai raja CPO, karena hilirisasi yang kita lakukan belum maksimal, tetapi pada 2045, semua cita-cita tersebut, akan terlaksana," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 14:30 WIB

Asaki Desak Pemerintah Terapkan Safeguard dan Pembatasan Kouta Impor Keramik Asal India dan Vietnam

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan, saat ini impor produk keramik dari India dan Vietnam angkanya sudah sangat mengkhawatirkan.

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.

(kiri) Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar

Senin, 16 Desember 2019 - 12:45 WIB

BRI Syariah Tingkatkan Potensi Bisnis Muhammadiyah

Jakarta--- BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman bersama PP Muhammadiyah pada 16 Desember 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur…

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Senin, 16 Desember 2019 - 11:34 WIB

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Bluebird Group akan mendapatkan harga khusus untuk sejumlah tipe smartphone Nokia guna memastikan para pengemudi mendapatkan teknologi yang mereka perlukan…

Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah bersama Muhammadiyah

Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB

Mandiri Syariah Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1,5 Triliun ke Muhammadiyah

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) perkuat kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penyediaan fasilitas pembiayaan senilai total Rp1,5 triliun.