INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat struktur kepemimpinan dan tata kelola organisasi melalui pelantikan 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kemenkeu dan pejabat pada Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (21/9/2026).

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, pengisian jabatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat meritokrasi dan memastikan proses promosi maupun mutasi berjalan berdasarkan kinerja, karakteristik, serta potensi pegawai.

Menurutnya, seluruh proses pengisian jabatan telah melalui mekanisme Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang melibatkan pimpinan unit Eselon I. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari penerapan merit system melalui proses talent management di lingkungan Kemenkeu.

“Baperjakat adalah proses yang sangat penting. Ia dilakukan untuk menjaga merit system kita. Baperjakat dilakukan secara dengan proses yang berjenjang. Dari proses talent management yang melihat kinerja, melihat karakteristik setiap pegawai Kementerian Keuangan dan memasukkannya ke dalam talent management,” tegas Suahasil.

Suahasil menilai konsistensi dalam menjalankan sistem promosi dan mutasi menjadi penting untuk membangun kepastian, akuntabilitas, sekaligus kepercayaan terhadap institusi pengelola keuangan negara.

Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing unit. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis dan memperkuat koordinasi lintas unit, terutama dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan keuangan negara.

“Kepemimpinan strategis harus selalu berjalan bersama integritas dan profesionalisme. Karena itu, kualitas analisis, keberanian mengambil keputusan, tata kelola yang baik, dan tanggung jawab menjaga amanah publik harus menjadi satu kesatuan dari dalam Kemenkeu Satu yang kita besarkan dalam beberapa waktu terakhir,” jelasnya.

Penguatan kepemimpinan tersebut menjadi semakin penting karena kualitas tata kelola birokrasi turut menentukan efektivitas pengelolaan keuangan negara. Di tengah tuntutan terhadap akuntabilitas fiskal dan kualitas belanja pemerintah, pejabat struktural tidak hanya dituntut mampu menjalankan administrasi, tetapi juga mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.

Suahasil pun mengingatkan para pejabat baru untuk menjaga institusi dan kepercayaan publik dalam menjalankan amanah. Ia menekankan bahwa pekerjaan di Kemenkeu pada akhirnya tidak semata-mata berkaitan dengan angka dalam laporan keuangan negara.

“Saya percaya Saudara-Saudara mampu menjalankannya dengan sebaik-baiknya dan akan terus menjaga integritas, memelihara profesionalisme, bekerja dengan hati, karena pada akhirnya yang kita kelola bukan sekedar angka semata. Namun, yang kita kelola adalah harapan masyarakat Indonesia terhadap masa depan Indonesia yang seharusnya menjadi lebih baik,” pungkas Suahasil Nazara.