INDUSTRY.co.id - Jakarta – Industri jasa keuangan global memasuki babak baru dalam pengembangan pasar modal digital. Citi meluncurkan Digital Depositary Receipts (DDR) untuk saham perusahaan tertutup, sebuah inovasi yang dirancang untuk membuka akses pendanaan dan likuiditas bagi perusahaan non-publik sekaligus memperluas pilihan investasi bagi investor global.

Langkah ini menjadi terobosan di tengah tren perusahaan yang semakin lama menunda penawaran umum perdana saham (IPO). Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan alternatif penghimpunan modal yang lebih efisien dibandingkan pasar sekunder yang selama ini dinilai terfragmentasi, melibatkan banyak perantara, serta menyimpan biaya yang kurang transparan.

Citi menjadi perusahaan jasa keuangan global pertama yang berperan sekaligus sebagai emiten dan bank kustodian untuk tokenized depositary receipts yang merepresentasikan kepemilikan saham perusahaan tertutup. Model ini dibangun di atas bisnis Digital Depositary dan Custody milik Citi dengan memanfaatkan teknologi blockchain untuk menghadirkan proses transaksi yang lebih sederhana, transparan, dan berstandar institusional.

Digital Depositary Receipts menggunakan produk depositary receipts dari Citi Issuer Services yang diterapkan pada saham perusahaan tertutup melalui infrastruktur blockchain milik SIX, salah satu lembaga penyimpanan dan penyelesaian digital pertama di dunia yang telah teregulasi. Dalam skema tersebut, Citi bertindak sebagai bank kustodian yang menangani penyelesaian transaksi sekaligus penyimpanan tokenized depositary receipts.

Peluncuran perdana solusi ini ditandai dengan transaksi antara Kaleido, platform tokenisasi aset digital yang juga merupakan perusahaan portofolio Citi, dengan sejumlah investor dari lini bisnis Wealth yang didukung oleh unit Secondary Private Markets Citi.

Head of Partnerships and Innovation untuk bisnis Services Citi, Biswarup Chatterjee, menilai perkembangan pasar perusahaan tertutup membutuhkan akses investasi yang semakin beragam namun tetap memiliki tingkat kepercayaan tinggi.

"Seiring terus berkembangnya pasar tertutup, kebutuhan akan titik akses yang beragam dan terpercaya pun semakin meningkat. Produk Digital Depositary Receipts kami dirancang untuk memberikan layanan klien yang unggul, menjaga keamanan aset, dan memfasilitasi aktivitas pasar modal dengan tingkat ketelitian yang sama kuatnya seperti yang mendasari pasar keuangan tradisional. Interoperabilitas produk ini akan memungkinkan Citi untuk lebih jauh mendukung lebih banyak emiten dan investor, seiring perkembangan infrastruktur pasar aset digital," ujar Biswarup.

Dari sisi industri, inovasi tersebut berpotensi mengubah mekanisme penghimpunan modal bagi perusahaan tertutup. Melalui struktur baru ini, emiten dapat menerima hasil distribusi dan proses pengalihan kepemilikan secara efisien tanpa harus mencatatkan saham di bursa maupun mengubah struktur kepemilikan utama. Perusahaan juga tetap mempertahankan hak suara serta pengelolaan struktur kepemilikan yang lebih sederhana sembari menjangkau basis investor yang lebih luas.

Bagi bisnis Wealth Citi, produk ini memperluas akses nasabah terhadap instrumen investasi berbasis aset digital melalui mekanisme yang telah dikenal investor institusi.

Head of Digital Assets for Wealth Citi, Deborah Querub, mengatakan pendekatan tersebut dilakukan secara bertahap agar transformasi digital tetap mengedepankan aspek keamanan dan perlindungan investor.

"Melihat bagaimana aset digital memengaruhi perkembangan pasar keuangan, prioritas kami adalah memastikan klien Citi Wealth dapat terlibat dalam perkembangan ini dengan cara yang aman dan tetap familiar," kata Deborah.

Ia menambahkan, "Kami berfokus pada perluasan akses ke berbagai tipe peluang investasi baru secara bertanggung jawab sekaligus menjaga struktur, perlindungan, dan pengalaman yang diharapkan klien kami. Transaksi ini merupakan langkah bertahap dalam mengusung kemampuan digital untuk memperluas pilihan investasi bagi klien Wealth kami."

Di sisi emiten, Founder dan CEO Kaleido Steve Cerveny menilai model baru tersebut menghadirkan standar profesionalisme dan transparansi yang selama ini sulit diperoleh perusahaan tertutup dalam mengakses pendanaan.

"Perusahaan tertutup seperti kami berkembang lebih cepat daripada jenis perusahaan lain di sekitar kami. Model ini akhirnya menghadirkan tingkat profesionalisme dan transparansi dalam penghimpunan modal di pasar tertutup yang belum pernah kami akses sebelumnya. Digital Depositary Receipts Citi memungkinkan kami untuk mengeksplorasi jalur pertumbuhan baru sambil tetap mempertahankan kegesitan yang menjadi keunggulan perusahaan tertutup dan itu sangat menguntungkan bagi para pendiri yang memiliki perencanaan jangka panjang," ujar Steve.

Ke depan, Citi menyatakan tengah mengevaluasi pengembangan Digital Depositary Receipts agar dapat beroperasi di berbagai infrastruktur pasar keuangan, baik ekosistem digital maupun tradisional, serta mendukung interoperabilitas di berbagai jaringan blockchain. Langkah tersebut dinilai memperkuat arah transformasi industri pasar modal menuju ekosistem aset digital yang lebih efisien, transparan, dan terintegrasi bagi emiten maupun investor global.