Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memfinalisasi perjanjian kerja sama dengan Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEx) yang akan membuka akses bagi investor domestik untuk bertransaksi saham-saham global melalui instrumen Single Stock Futures (SSF).
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa perjanjian tersebut akan memungkinkan saham-saham besar yang tercatat di bursa Hong Kong seperti BYD Company Limited dan Tencent Holdings Limited menjadi underlying dari kontrak berjangka saham tunggal di Indonesia.
"Itu segera dalam tahap finalisasi perjanjian antara Bursa Efek Indonesia dengan Hong Kong Exchange. Jadi, nanti misalnya nama-nama yang sudah kita kenal, BYD, Tencent, itu bisa jadi underlying dari single stock futures," ungkap Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
Apa Itu Single Stock Futures (SSF)?
Single Stock Futures adalah kontrak derivatif yang memungkinkan investor untuk membeli atau menjual saham tertentu pada harga yang telah ditentukan di masa depan. Melalui mekanisme ini, investor Indonesia tidak perlu membuka rekening di luar negeri untuk mendapatkan eksposur terhadap saham-saham global.
Sebelumnya, BEI telah menambahkan sejumlah saham domestik sebagai underlying SSF, antara lain AMRT, ANTM, BMRI, INDF, dan BRPT. Dengan masuknya saham asing, cakupan produk derivatif ini akan semakin luas.
Profil BYD dan Tencent
| Emiten | BYD Company (1211.HK) | Tencent Holdings (0700.HK) |
|---|---|---|
| Sektor | Consumer Cyclical (Otomotif) | Communication Services (Teknologi) |
| Harga (HK$) | 83,95 | 457,60 |
| Market Cap | HK$765,4 miliar | HK$4,12 triliun |
| P/E Ratio | 24,33x | 16,44x |
| 52-Week Range | HK$71,40 - HK$136,30 | HK$411,00 - HK$683,00 |
| Karyawan | 869.600 | 114.848 |
BYD Company Limited adalah produsen kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia yang berkantor pusat di Shenzhen, China. Perusahaan yang didirikan pada 1994 ini juga bergerak di bidang baterai dan komponen elektronik. Saham BYD saat ini diperdagangkan di HK$83,95 dengan kapitalisasi pasar mencapai HK$765,4 miliar.
Tencent Holdings Limited merupakan raksasa teknologi China yang dikenal melalui platform WeChat dan sejumlah besar portofolio gim digital. Dengan kapitalisasi pasar HK$4,12 triliun, Tencent menjadi salah satu perusahaan terbesar di Asia. Sahamnya diperdagangkan di HK$457,60 dengan rasio P/E 16,44x.
Dampak bagi Investor Indonesia
Kerja sama ini memberikan sejumlah keuntungan signifikan bagi investor domestik:
1. Akses Global Tanpa Rekening Luar Negeri
Investor Indonesia dapat memperoleh eksposur terhadap saham-saham global langsung melalui platform perdagangan domestik, tanpa perlu membuka rekening sekuritas di Hong Kong atau negara lain.
2. Diversifikasi Portofolio
Dengan masuknya saham BYD dan Tencent, investor memiliki opsi diversifikasi baru ke sektor otomotif listrik dan teknologi global yang tidak tersedia di bursa domestik.
3. Lindung Nilai (Hedging)
SSF memungkinkan investor untuk melakukan hedging terhadap posisi saham atau mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga baik naik maupun turun.
Kerja Sama Internasional BEI
Jeffrey menambahkan bahwa perjanjian dengan HKEx juga memberikan kemudahan bagi perusahaan tercatat di Indonesia untuk mencatatkan sahamnya di bursa Hong Kong dengan prosedur yang lebih sederhana.
"Sebagai value added mereka tercatat di Bursa Efek Indonesia, Bursa Efek Indonesia diakui dan bekerja sama dengan bursa global. Setelah mereka tercatat di Bursa Efek Indonesia, mereka bisa tercatat di Bursa Hong Kong misalnya dengan prosedur yang lebih sederhana," jelas Jeffrey.
Sebelumnya, BEI telah menjalin kerja sama serupa dengan Straits Times Index (STI) dan menerbitkan dua hingga tiga instrumen Deposit Receipt (DR). Selain itu, BEI juga telah membuka diskusi dengan Stock Exchange of Thailand (SET) terkait kerja sama serupa.
"Pembicaraan dengan Stock Exchange of Thailand sedang berjalan dan ke depannya lagi tentu kita harapkan bisa resiprokal. Artinya, perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa lain pun nantinya bisa dicatatkan di bursa kita," pungkasnya.
Perhatian bagi Investor
Meskipun membuka peluang baru, investor perlu memperhatikan sejumlah hal terkait SSF saham asing:
• SSF merupakan instrumen derivatif yang memiliki leverage, sehingga potensi keuntungan dan risiko kerugian lebih besar dibandingkan saham biasa.
• Diperlukan pemahaman yang memadai mengenai mekanisme perdagangan berjangka sebelum bertransaksi.
• Pergerakan harga saham asing dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global, termasuk kebijakan moneter The Fed dan sentimen pasar China.
Kerja sama BEI-HKEx ini menandai langkah strategis dalam integrasi pasar modal Indonesia dengan bursa global, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan investasi berkualitas bagi investor domestik.