INDUSTRY.co.id - Bali - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menetapkan lima (5) sektor yang dapat menjadi pembelian produk dalam negeri terbesar pada gelaran Business Matching yang dilaksanakan di Bali pada tanggal 4-7 Maret 2024.
"Iya, lima sektor ini akan kita dorong untuk menjadi sektor dengan pembelian produk dalam negeri terbesar," katanya di Sanur, Bali, Selasa (5/3).
Adapun kelima sektor tersebut antara lain, sektor kontruksi, alat pertahanan dan keamanan, transportasi, pertanian dan perkebunan, serta farmasi dan alat kesehatan.
Dirinya juga terus mendorong industri kecil dan menengah (IKM) agar mendapatkan kesempatan yang sama untuk berperan pada pengadaan barang dan jasa.
Pada gelaran Business Matching kali ini, Menperin Agus menargetkan niai kontrak belanja barang dan jasa pemerintah sebesar Rp200 triliun.
"Kami berharap bahwa pada kegiatan Business Matching selama 3 hari kedepan bisa tercatat kontrak diatas Rp200 triliun. Sampai pukul 12.00 WITA ini sudah tercatat sudah ada komitmen sebesar Rp90 triliun," terangnya.
Menperin Agus juga menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mempermudah produk-produk dalam negeri dapat diserap di dalam pengadaan barang dan jasa Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (Pemda), dan BUMN maupun BUMD.
Adapun, salah satu upayanya yaitu penyesuaian perhitungan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
"Berdasarkan arahan dari Bapak Presiden, kami akan evaluasi perhitungan TKDN, karena semua atau setiap karakter dari industri itu berbeda-beda, kita harus jeli, sehingga nanti akan kita sesuaikan misalnya cara perhitungan dari cost base dapat kita rubah menjadi proses base atau sebaliknya. Tetapi intinya penyesuaian cara menghitung TKDN ini proses yang saat inj sedang dilakukan oleh kami," paparnya.
Ia menyebut akan terus mengawal realisasi belanja produk dalam negeri serta pemenuhan produk-produk kebutuhan dalam narang dan jasa.
"Kami akan terus melalukan pengawalan terhadap realisasi belanja produk dalam negeri serta pemenuhan produk-produk kebutuhan dalam barang dan jasa," tutupnya.