INDUSTRY.co.id - JAKARTA – KUMPUL kembali menorehkan prestasi dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, KUMPUL meraih penghargaan Best Facilitator dalam ESG Award by KEHATI.

Penghargaan tersebut diserahkan pada 6 Agustus 2026 di Jakarta sebagai bentuk apresiasi atas peran KUMPUL dalam membangun ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan sumber daya, jaringan, serta peluang untuk mengembangkan bisnis sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

ESG Award by KEHATI merupakan penghargaan yang diselenggarakan Yayasan KEHATI untuk memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang berkontribusi dalam mendorong penerapan prinsip ESG di Indonesia.

Penghargaan ini menjadi semakin relevan di tengah upaya Indonesia memperkuat keterkaitan antara investasi berkelanjutan dan dampak nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.

Anggota Dewan Juri ESG Award 2026 by KEHATI, Ongki Kurniawan, mengatakan bahwa ESG saat ini telah berkembang dari sekadar kewajiban menjadi bagian penting dalam membangun keberlanjutan bisnis.

“ESG bukan lagi sekadar memenuhi ekspektasi regulator atau investor. ESG telah menjadi fondasi bagi perusahaan untuk membangun bisnis yang tangguh, dipercaya, dan relevan dalam jangka panjang,” ujar Ongki.

Menurutnya, ESG Award hadir untuk mengapresiasi organisasi yang tidak hanya mampu menghasilkan kinerja bisnis yang baik, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan dalam menciptakan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, serta tata kelola yang bertanggung jawab.

Bagi KUMPUL, prinsip ESG juga tidak berhenti pada kerangka pelaporan. ESG diterjemahkan ke dalam dukungan konkret yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, mulai dari menjalankan bisnis, mengelola keuangan, mengembangkan produk, hingga mengambil keputusan.

Didirikan pada 2015, KUMPUL menjalankan peran sebagai ecosystem enabler yang memfasilitasi perusahaan tahap awal melalui sinergi B2G, B2B/CSR, dan donor internasional.

Sejak 2022, KUMPUL secara aktif mengintegrasikan kerangka ESG melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, ketahanan penghidupan terhadap perubahan iklim, kesetaraan gender, serta transformasi digital yang etis dan bertanggung jawab.

Dalam menjalankan perannya, KUMPUL menghubungkan startup dan bisnis tahap awal, UMKM, komunitas, korporasi, pemerintah, investor, hingga mitra pembangunan.

Ekosistem tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yakni KUMPUL Ecosystem, KUMPUL Advisory, dan KUMPUL Innovation Lab. Ketiganya mencakup pengembangan kapasitas, akses pasar, pendampingan, kesiapan bisnis, riset terapan, hingga koneksi pembiayaan.

Chairperson dan Founder KUMPUL, Faye Wongso, menegaskan bahwa ESG bagi KUMPUL merupakan cara untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan lebih banyak solusi berdampak berkembang dan memberikan manfaat nyata.

“Bagi kami, ESG bukan sekadar framework pelaporan, tetapi cara membangun ekosistem yang memungkinkan lebih banyak solusi berdampak bisa bertumbuh,” kata Faye.

Ia menambahkan, KUMPUL selama ini dikenal sebagai Super Connector yang menjalankan peran sebagai fasilitator, inkubator, sekaligus akselerator dengan menghubungkan startup, UMKM, pemerintah, korporasi, dan investor.

Menurut Faye, proses tersebut penting agar inovasi tidak berhenti pada tahap ide, tetapi dapat berkembang menjadi solusi yang menghasilkan dampak terukur bagi masyarakat dan lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi validasi bahwa membangun kolaborasi lintas sektor adalah salah satu cara paling efektif untuk mempercepat implementasi ESG di Indonesia,” ujarnya.

Bagi KUMPUL, penghargaan Best Facilitator ESG Award by KEHATI untuk kedua kalinya bukan hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.